Buleleng

Waspadai Radikalisme dan Anti Pancasila Melalui Jalur Laut

Sosialisasi tentang radikalisme dan anti Pancasila yang melibatkan anggota nelayan Taruna Samudra.

Nampaknya radikalisme dan anti Pancasila terus menjadi perhatian penegak hukum di Indonesia. Hal ini terbukti, sosialisasi dan pembinaan terus dilakukan tidak hanya menyasar generasi muda tetapi juga masyarakat dari berbagai kalangan. Ini juga dilakukan oleh Direktorat Pol Air Polda Bali dengan menyasar warga masyarakat yang ada di pesisir pantai Desa Anturan.

Sosialisasi yang melibatkan para anggota nelayan Taruna Samudra berlangsung di wantilan dekat dengan pos Pol Air desa setempat, Selasa (18/07) lalu. Pada Sosialisasi dan pembinaan masyarakat pesisir tersebut dibahas mengenai ancaman-ancaman radikalisme dan anti Pancasila yang mungkin saja bisa dilakukan melalui jalur laut. Mengingat pantai di Buleleng cukup luas, apalagi jalur laut sering digunakan sebagai jalur transportasi penghubung antar pulau.

Menurut AKBP Suci Wyantara Kasatpol Air Polda Bali ditemui usia memberikan pembinaan mengungkapkan pihaknya ingin mengajak masyarakat peka terhadap lingkungan terutama yang berkenaan dengan isu-isu radikalisme dan anti Pancasila. “Jika ada sekelompok orang atau golongan yang ingin mengganti ideology bangsa kita dengan yang lain, jangan segan segan untuk melaporkan tindakan tersebut,” jelasnya. Khususnya untuk masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar ikut berpartisipasi mengawasi jika melihat dan menemukan hal-hal yang mencurigakan. Apalagi, banyak yang menggunakan jalur laut sebagai jalur transportasi. “Ini merupakan salah satu upaya kami menjaga keamanan, sebab banyak kasus penyelundupan narkotika yang terungkap melalui jalur laut, sebab jalur ini kan banyak jalur ‘tikus’nya,” jelasnya.

Selain sosialisasi, pihaknya juga menyiagakan pos-pos Pol Air dibeberapa titik seperti Celukan Bawang, Sangsit, dan Anturan untuk melakukan patrol dan mengawasi kegiatan yang ada di laut Buleleng. Usia kegiatan sosialisasi tersebut, pihaknya juga membagikan bingkisan kepada para warga yang aktif dalam kelompok nelayan Taruna Samudra. Bingkisan yang diberikan berupa sembako, bendera Merah Putih dan Gambar Garuda Pancasila. Ini sebagai upaya untuk pengabdian kepada masyarakat dan membangkitkan kembali rasa Nasionalisme.

Sementara itu, prebekel Desa Anturan Made Budi Arsana mengatakan sangat berterimakasih dengan adanya sosialisasi mengenai radikalisme dan anti Pancasila tersebut. Pihaknya akan berpartisipasi aktif dalam menjaga keutuhan NKRI. “Dengan adanya sosialisasi ini, saya berharap masyarakat semakin sadar bahwa masing-masing individu mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top