Griya

Spa Berkonsep Industrial

Sekarang ini, masyarakat modern makin menyadari pentingnya merawat diri. Peluang ini ditangkap oleh para pebisnis untuk membuka usaha salon, spa, dan beauty clinic. Selain pelayanan dan produk , faktor desain interior juga memengaruhi kenyamanan customer.

Karena itu, para pemilik usaha juga berlomba-lomba menyuguhkan konsep interior semenaraik dan senyaman mungkin untuk pengunjung. Kali ini, Tokoh mengintip desain interior salah satu salon dan spa di Kuta, Badung.

Salon dan Spa ini mengambil konsep industrial (industrial design). Menurut desainernya, Arko Wiyono, S.Sn., industrial design ini adalah seni terapan dimana estetika dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang), disempurnakan. Desain interior industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungannya, yang memberi kesan estetis. Dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.

Gaya industrial biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Material yang digunakan biasa nyajuga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan-bahan industri seperti kaca, besi dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.

Desain interior berkonsep industrial ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu beberapa material yang cenderung kasar seperti logam dan baja balok lantai sengaja diekspos untuk menunjukkan karakternya dan lebih menampilkan nuansa yang berkaitan dengan dunia industri. Gaya ini biasanya didesain fungsional dengan latar belakang teknik yang kuat.

Desain interior gaya industrial ini juga berkutat pada pemilihan material yang tampak apa adanya seperti dinding dengan warna semen tanpa cat, batu bata ekspos, lantai beton, material difinishing dengan menonjolkan bentuk dan tekstur alaminya, seperti pemakaian besi untuk furniturnya tanpa finishing warna, pemakaian kayu bekas, terkesan hanya mengutamakan fungsinya. “Namun, kesederhanaan bentuk dan material inilah yang menonjolkan nilai estetika secara keseluruhan konsep industrial,” jelas Arko.

Pada salon dan spa ini, owner  menginginkan ada sedikit sentuhan vintage dikit tapi masih berkesan natural. Karena itu, desainer interior menerjemahkannya dengan mengaplikasikannya pada beberapa elemen pembentuk ruang. Pada dinding, difinishing dengan semen wash, lantai keramik existing. “Dan, pada plafon, plafon lama berbahan gipsum masih dipertahankan, hanya diberi aksen kayu 4/6 di bawahnya,” ujarnya. (Inten Indrawati)

To Top