Bunda & Ananda

Darmawangsa Kite Club: Gelar Workshop Layang-Layang  & Fotografi

Memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli, Dharmawangsa Kite Club yang dimotori oleh ABG Putra Agung SN,  kembali menggelar workshop membuat layang-layang. Menariknya kali ini acaranya dilengkapi dengan pengetahuan fotografi, bertempat di Shankara Resto, Jalan Danau Tondano 25, Sanur.

Putra Agung, murid SMPN 3 Denpasar,  yang biasa disapa Ajus selaku Ketua Panitia “Workshop Layang-Layang dan Fotografi” ini, menghadirkan Undagi Layangan International Kite Maestro Ida Bagus Ugrasena Narendra, juga dua orang fotografer yakni Ida Bagus Dharma Wisesa, anak muda penghobi fotografi dan Wawan dari Media Bali Post.

Ajus mengatakan, kegiatan yang menjadi agenda tahunan Dharmawangsa Kite Club ini diselenggarakan selain menyambut Hari Anak Nasional dan mengisi kegiatan liburan sekolah, juga untuk turut melestarikan layangan sebagai salah satu budaya Bali yang menjadi visi dan misi komunitas Darmawangsa Kite Club yang didirikannya.

Pada workshop layangan yang menghadirkan anak-anak penyuka layangan di seputar Denpasar ini, Ida Bagus Ugrasena pun memandu mereka cara membuat layangan tradisional yang sederhana berbahan koran bekas lengkap dengan kerangka dari bambu. Maestro layangan yang kiprahnya tidak tanggung-tanggung lebih dari 20 tahun bergelut di dunia layang-layang ini, juga kembali mengingatkan bahwa ketika anak-anak menyukai layangan, itu berarti mereka sudah menjaga keberadaan permainan tradisional ini serta turut menyayangi alam dan menyelamatkannya.

Sedangkan ABG Satria Naradha, Pemimpin Umum Kelompok Media Bali Post  mengatakan dengan kegiatan tersebut ingin memberikan motivasi pada anak-anak Bali agar lebih kreatif. Dengan layangan, katanya anak-anak kita juga bisa melaksanakan baktinya kepada Ida Sanghyang Widhi. Selanjutnya melalui dunia  fotografi, anak-anak  bisa belajar menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas  diri. Sehingga, kedepannya bisa ikut berperan mewujudkan kehidupan Bali yang lebih baik melalui dunia fotografi.

PENGENALAN DUNIA FOTOGRAFI

Selanjutnya fotografer muda Ida Bagus Dharma Wisesa yang juga cucu Ida Pedanda Nabe Gede Putra Telabah ini, mengatakan bermain layang-layang bagus sebagai salah satu interaksi sosial yang baik di antara anak-anak, agar mereka tidak hanyut dengan permainan beragam game yang terus berdatangan.

Gus Sesa begitu sapaannya, menyampaikan bahwa dunia fotografi memerlukan media yang namanya kamera. Produk ini semakin hari semakin canggih, salah satunya HP yang digunakan anak-anak saat ini, perangkat kameranya sudah cukup bagus untuk memotret.

Dikatakannya bahwa fotografer ada dua, yakni fotografer profesional dan fotografer hobbies. Fotografer profesional adalah mereka  yang menguasai teknik foto dan hidup dari hasil fotonya. Sedangkan fotografer yang berangkat dari hobi, mereka yang suka motret karena memang suka.

Ketika bicara layangan, Gus Sesa mengaku lebih suka menyontohkan langsung dengan praktik di lapangan. Motret layangan, katanya fokusnya tidak hanya ke atas ke arah layangan di langit, tapi  masih banyak banyak angle lainnya yang menarik. Misalnya motret orang yang menaikkan layangan.

Berikutnya Gus Sesa sempat membagikan pengalamannya saat memotret kegiatan Perang Pandan di Desa Tenganan. Bagaimana keseruannya mengambil foto, berebut spot  agar tidak ketinggalan momennya.

Sementara Wawan salah seorang Fotografer Bali Post mengajak anak-anak untuk mengenal apa itu dunia fotografi, perkembangan teknologinya, sejarah kamera dari analog yang menggunakan film cuci cetek hingga beralih ke dunia kamera digital saat ini.
Wawan juga sempat menyampaikan bagaimana menggunakan kamera digital DSLR. Mulai dari shutter speed atau kecepatan menangkap cahaya pada kamera, diafragma atau pembukaan rana kamera, kemudian ISO atau asa pada kamera. Setelah itu pengenalan cara pengambilan gambar melalui kamera digital profesional.

Acara worshop kali ini memang sedikit berbeda, setelah selesai belajar membuat layangan dan sebelum berangkat ke pantai untuk  menerbangkan layangan yang mereka buat,  Guru Mangku Hipno (GMH) memberikan anak-anak “Mental Education” yang menjadikan anak-anak lebih percaya diri dan bersemangat melakukan aktivitasnya sehari-hari baik di rumah, maupun di sekolah.

Acara  “Workshop Layang-Layang dan Fotografi diakhiri dengan hiburan dari penyanyi cilik Bali Gek Anin.
(Sri Ardhini)

To Top