Kuliner

Kreasi Pepes Kuwir

pepes kuwir

Dalam rangkaian  Tanah Lot Kreatifood & Art Festival tanggal 7-9 Juli  di kawasan Tanah Lot, Tabanan, digelar lomba cipta menu.  Salah satu peserta yang berlaga menampilkan pepes kuwir kreasi SMK Triatmajaya Tabanan.

Menurut I Wayan Gede Suartana, Guru Tata Boga sekolah tersebut, pepes kuwir sengaja ditampilkan karena sudah pernah menang lomba saat ulang tahun Kota Tabanan tahun lalu.  “Yang spesial dari menu ini karena pertamakalinya ada pepes kuwir. Jadi unik,” kata Suartana.

Ia mengatakan, daging kuwir dikenal alot dan amis, karena itu, ia siasati dengan adanya campuran  basa wangen dalam bumbu. “Sebelum dicampur bumbu, kuwir  diungkep agar  dagingnya lembut.  Kemudian baru dicampur basa genep dibungkus daun pisang, dan dipanggang,” jelasnya.

Ia mengatakan, sangat bangga karena siswinya yang beradu akan dinilai chef hotel dan selebrity chef Juna.

Sementara, Ketua Indonesia Chef Association (ICA) Bali,  Hendra Mahena menilai kreasi yang ditampilkan peserta lomba cukup unik. Hanya, ia menyarankan, sebaiknya  lomba dibedakan antara siswa SMK dan para ibu PKK.

Menurut chef Juna, kuwir adalah jenis bahan makanan yang bisa diolah apa saja, tergantung selera dan kreasi. “Kuwir bisa digoreng, ditum,  dan dipepes. Tapi saya paling suka lawar kuwir enak banget,” ujarnya sembari tertawa.

Selain menjadi juri dalam lomba cipta menu, chef Juna mengeksplorasi potensi kuwir. Hasilnya, chef Juna berinovasi dengan kuwir dan melahirkan masakan tum  kuwir dengan bumbu Bali dan kuwir goreng  dengan bumbu kacang kelapa. “Kuwir ini dagingnya agak kenyal, bila salah olah jadi keras,” ucapnya sembari memberi tips cara memotong daging kuwir.

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti mengatakan, ia sengaja mengundang chef Juna untuk memotivasi para peserta lomba agar lebih bersemangat dan menciptakan kreasi-kreasi makanan sekaligus dapat bertanya langsung  soal kuliner Indonesia.

Ia sengaja mengangkat tema kuwir karena selama ini Tabanan belum memiliki ikon kuliner sehingga ia berharap ke depan kuwir bisa dipatenkan sebagai makanan khas Tabanan.

Bupati Eka Wiryastuti juga berharap, UKM yang ikut dalam festival ini, dapat menjadi mitra kerja pemerintah.  “Festival ini memberi ruang untuk mengembangkan kuliner kaki lima dengan cita rasa bintang lima. Festival ini ingin kami  jadikan kalender tahunan karena kami ingin Tanah Lot selain dikenal sebagai kawasan pura dan wisata, tapi juga punya sisi rahasia yaitu kulinernya,” ujar Eka Wiryastuti.(Wirati Astiti)salah satu pengunjung festival tersebut. (Wirati Astiti)

To Top