Pelesir

“Rumah Hobbit” Wisata Selfie Pertama di Pedawa

Belakangan, banyak masyarakat memiliki hobi mengambil foto diri dengan latar belakang objek-objek unik dan menarik. Gaya berfoto ini, populer disebut dengan selfie. Berkembangnya gaya foto selfie ini membuat orang berlomba-lomba mencari spot foto bagus untuk diunggah di media sosial. Dengan ngetrendnya foto selfie, maka menjamur pula tempat-tempat wisata yang menyediakan tempat untuk ber-selfie ria.

Salah satunya, Rumah Hobbit Pedawa yang berada di Dusun Asah, Desa Pedawa,  belakangan ini menjadi perbincangan di kalangan remaja. Rumah mungil dengan desain unik ini memang sangat pas digunakan untuk tempat selfie. Menurut Ketut Sudi Harta, sang penggagas, awalnya Rumah Hobbit dibangun hanya untuk menutupi bak penampungan air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya. Namun siapa sangka, ditangan orang kreatif rumah sederhana disulap menjadi rumah bernilai artistik tinggi. “Memang awalnya hanya untuk menutupi bak penampungan air dan memang di dalamnya belum ada apa-apa,” jelasnya.

Sudi Harta mengatakan, pembuatan Rumah Hobbit terinspirasi dari sebuah film yang berjudul Lord of the Rings yang menceritakan tokoh kecil, pendek yang disebut dengan Hobbit. Dengan tubuh yang pendek maka rumahnya pun akan dibangun sangat mungil sesuai dengan tubuh dari para Hobbit. “Saya suka nonton filmnya, menurut saya Hobbit itu bukan orang yang memiliki kekurangan justru memiliki kelebihan,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, menjamurnya tempat wisata selfie di Buleleng membuat dirinya juga ingin mengenalkan Rumah Hobbit kepada masyarakat. Dirinya mengklaim jika rumah Hobbit miliknya merupakan wisata pertama yang ada di Bali. “Memang banyak wisata selfie, dan masing-masing punya produk yang ditawarkan. Untuk rumah Hobbit memang belum ada dibangun di Bali,” jelasnya.

Uniknya, dalam pembuatan, pihaknya menggunakan bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai, seperti kayu-kayu pohon kopi yang tidak terpakai, bambu, akar-akar pohon, kaleng bekas dan ranting buah kolang-kaling. “Kami membuat dengan bahan-bahan yang memang sudah tidak dipakai agar menjadi sesuatu yang memiliki nilai seni,” ucap Sudi Harta.

Setelah dibangun beberapa waktu lalu, foto rumah Hobbit kemudian diunggah ke berbagai media sosial. Rupanya, desainnya yang unik mampu menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Rata-rata mereka yang datang mengetahui keberadaan objek wisata ini dari media sosial. Untuk dapat masuk dan ber-selfie, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun, ditambah akan disuguhi kopi khas Pedawa beserta gula aren, lengkap dengan senggait (jajanan khas Pedawa). “Ya, karena belum dibuka resmi jadi belum kami kenakan biaya masuk, nanti jika sudah banyak yang tahu baru akan kami tetapkan tiket masuknya,” tambahnya.

Selain Rumah Hobbit, dengan luas lahan yang ada, dirinya akan melengkapi dengan akomodasi penginapan, tempat makan dengan menyediakan makan khas Pedawa, dan tempat roasting kopi dari tradisional hingga modern. “Kami akan kembangkan secara bertahap karena memerlukan modal yang cukup besar, yang terpenting bagaimana Pedawa ini dikenal sebagai tempat wisata Bali Aga,” tegasnya. (Wiwin Meliana)

 

To Top