Kuliner

 “Pelalah Manuk” dan “Jukut Gedang Mekuah”

Wow… lezat dan mantap. Kesan itulah yang terucap setelah mencicipi dua menu tradisional yakni “Pelalah Manuk” dan “Jukut Gedang Mekuah”. Kedua menu yang mengundang selera itu adalah hasil demonstrasi masak oleh seorang Chef Hotel, I Wayan Sudarpa dalam Festival ke Uma 2017 di Subak Uma Ole, Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Marga – Tabanan. Selain menggunakan bahan lokal, kedua menu itu juga sangat dekat dengan para petani dan sawah di dusun itu.

“Pelalah Manuk” dan “Jukut Gedang Mekuah” memang sering disajikan oleh para petani ketika sedang melakukan sebuah pekerjaan secara gotong rotong di carik (sawah). Namun dalam penyajiannya, sangat sederhana dan sering kali tidak lengkap. “Pelalah Manuk” yang tergolong menu elit dan mahal jarang disajikan kepada para petani. Mereka merasa cukup makan dengan “Jukut Gedang Mekuah” saja, kecuali pada hari-hari tertentu. Kalau pun penyajiannya lengkap, tidak akan sebagus seperti penyajian tamu hotel.

Dulu, kedua menu itu biasa disajikan pada saat matekap (membajak sawah menggunakan binatang sapi) nandur (menanam padi), saat mendirikan kubu (bangunan sederhana dengan menggunakan peralatan dari alam) dan pekerjaan bersama-sama lainnya. “Kedua menu ini memang sudah ada sebelumnya, saya hanya menampilkan kembali dengan mengolah secara profesional seperti halnya masak di hotel,” ungkap Chef Wayan Sudarpa.

Dengan busana yang santai, ala petani, chef hotel yang sudah berpengalaman sejak 1992 itu tampil dihadapan anak-anak merupakan pengunjung festival. Maklum, festival yang digelar Sanggar Buratwangi dan Sanggar Wintang Rare ini memang bertujuan mengajak anak-anak bermain tradisional dan mengenal sawah, sehingga menjadi lebih lengkap diajak mengenal makanan dusun pula. “Biar lebih klop. Anak-anak bermain di sawah kemudian mencicipi makanan yang biasa disajikan petani di sawah,” imbuhnya.

Dalam mengolahnya, Chef Wayan Sudarpa menggunakan peralatan yang tergolong canggih dan modern. Meski demikian, bahan dan bumbunya tetap memanfaatkan produk local, sehingga kekhasan rasa tetap terjaga. Ia mulai melakukan demo ketika festival itu dimulai, dan berakhir sekitar pukul 14.00 wita atau setelah permainan itu selesai. Hasil olahannya kemudian disilahkan kepada para pengunjung untuk mencicipinya.

 

“Pelalah Manuk”

Menu ini sangat beda saat diolah oleh seorang chef profesional. Rasanya khas dan memiliki taste yang berbeda pula. Menu ini menggunakan bahan, seperti daging ayam 1/2 dada, minyak goreng 2 sendok makan, bumbu merah 3 sendok makan, jeruk lemo 1 biji, merica dan garam secukupnya.

Cara membuatnya, dimulai dengan memanaskan wajan, lalu panggang ayam yang telah dilumuri bumbu merah, garam, merica hingga berwarna kecoklatan dan matang. Kemudian panaskan wajan kembali, lalu tambahkan setengah sendok minyak goreng, tuangkan bumbu merah dan sedikir air. Selanjutnya, hidangkan ayam dan nasi putih serta garnis sesuai dengan selera.

Bahan yang dipergunakan untuk membuat bumbu merah yaitu bawang merah 5 biji, bawang putih 4 biji, tomat 1/2 biji, kemiri 3 biji, dan lombok merah 6 biji. Setelah semua bahan itu bersih, lalu digoreng dengan api kecil sehingga tak gosong. Lalu ditiriskan dan didinginkan, selanjutnya diblender, sehingga menjadi halus.

 

“Jukut Gedang Mekuah”

Jenis sayur masyarakat Bali ini menggunakan bahan-bahan, seperti gedang (pepaya) 1/2 buah, daging ayam, bawang merah 100 gram, bawang putih 3 siung, bumbu Bali 2 sendok makan, serai satu batang, daun salam 2 lembar, minyak goreng 1 sendok makan, garam dan merica.

Cara memasak, pertama kali harus memanaskan wajan, lalu tumis bawang putih, bawang merah, bumbu rajang, dan serai. Kemudian masukan air 500 Ml serta tambahkan garam dan merica. Lalu masukan ayam yang sudah dicincang dan dibentuk bulat yang di dalamnya sudah diisi irisan bawang merah, bawang putih, seledri dan bumbu kuning. Selanjutnya masukkan pula pepaya sayur yang telah dipotong kotak-kotak.

Masak selama kurang lebih 15 menit. Setelah matang, “Jukut Gedang Mekuah” siap dihidangkan. Namun, sebelum menyantap akan lebih lezat jika diisi bawang goreng dan irisan seledri di atas kuah itu.

To Top