Kuliner

Lebaran Saatnya Duet Ketupat dan Opor

Ketupat dan Opor Ayam,

Bulan puasa sudah berlalu, Lebaran tiba. Usai menunaikan ibadah sholat Ied, dilanjutkan dengan silaturahmi bersama keluarga, tetangga, dan sahabat. Bagi kebanyakan umat Muslim di Indonesia, “duet” ketupat dan opor ayam menjadi menu “wajib” yang tersedia.

Dari beberapa referensi menjelaskan, ketupat ini awalnya diperkenalkan sebagai makanan khas Lebaran oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan Islam di Jawa Tengah. Ketupat awalnya disebut kupat, kependekan dari “ngaku lepat” atau mengaku salah.

Ketupat juga memiliki filosofi yang dalam. Anyaman ketupat yang rumit menggambarkan rumitnya kesalahan yang kita miliki. Pada saat dibelah, terlihatlah bagian dalam kupat yang berwarna putih, menggambarkan hati kita yang putih bersih setelah mengakui kesalahan dan memaafkan orang lain. Namun, belum ada literatur yang menjelaskan kapan dan siapa orang yang pertama kali menemukan ketupat.

Makan ketupat saja tentu kurang asyik. Perlu ada temannya. Duet yang paling sering diajak adalah opor ayam. Misran Wahyu, pemerhati budaya asal Yogyakarta menuturkan hidangan ketupat dan opor ayam sebenarnya tidak wajib. “Yang paling wajib adalah puasa di bulan Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Chef Sarwan mengatakan keluarganya menjadikan menu ketupat dan opor ayam sebagai menu wajib yang disajikan untuk tamu yang datang. “Karena ini Lebaran Ketupat makanya menu ketupat dan opor ayam selalu kami sediakan,” ungkap chef yang menjadi pengisi rubrik resep di Tabloid Tokoh ini. (Ngurah Budi)

To Top