Griya

Produk Gerabah masih Diminati

Desa Kapal, Badung Bali terkenal sebagai sentra pemasaran produk gerabah di Bali. Beragam bentuk gerabah, seperti pot, guci, dan patung-patung pajangan bisa dengan mudah kita temui di sepanjang jalan Raya Denpasar-Gilimanuk ini.

Salah seorang penjual gerabah yang sudah menggeluti profesi ini sejak tahun 1995 adalah Ibu Luhde. Meski sejak 6 bulan terakhir dikatakannya penjualan lesu, namun masih ada saja peminatnya. Seperti siang itu, tampak seorang laki-laki membeli jeding yang akan digunakannya sebagai tempat beras. Beberapa saat kemudian seorang ibu melihat-lihat piring sembari melihat-lihat produk lainnya.

“Ada saja yang mencari, tapi tak seramai dulu. Biasanya sebulan sekali, saya bisa mendatangkan satu truk produk gerabah. Tapi sekarang sudah berbulan-bulan saya tidak lagi memasoknya karena barang saya masih banyak,” ujarnya.

Ibu Luhde mengatakan produk-produk gerabah tersebut ada yang didatangkan dari Yogya, Lombok, dan buatan pengerajin lokal Bali dari daerah Pejaten, Tabanan. Dari ketiga produk itu, dikatakannya produk gerabah Bali yang paling bagus kualitasnya. Orang awam mungkin akan susah membedakan mana buatan Yogya, Lombok atau Bali. Buatan Lombok biasanya warnanya mengkilat, tetapi setelah lama warna mengkilatnya pudar, barangnya agak tipis. Produknya banyak berupa piring-piring atau perlatan makan-minum lainnya yang saat ini memang banyak dipakai di hotel-hotel dan restoran.

Pot-pot bunga dan hiasan rumah seperti patung-patung pajangan dikatakannya banyak didatangkan dari Yogya. Sementara produk Bali lebih banyak berupa jeding, pot tanaman, dsb, dengan tampilan polos. “Tamu sukanya yang polos, konsumen lokal suka produk yang berwarna,” ujarnya. (Inten Indrawati)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top