Sosialita

Politeknik Internasional Bali Siap Cetak SDM Profesional Berjiwa Tourismpreneurship

Atas dasar visi dan misi keluarga “leaving family legacy through transformation”, Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto MM.  dan Prof. Dr. Ir. Sulistyawati, M.S.,M.M.,M.Mis.,D.Th.,Ph.D  mendirikan Politeknik Internasional Bali di atas fasilitas kampus seluas 15 hektar di Jalan Pantai Nyanyi, Tabanan, Bali.

Prof. Sulistyawati yang berpengalaman lebih dari 45 tahun sebagai akademisi dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Rektor Bidang Kerjasama sekaligus sebagai Guru Besar Arsitektur  dan Kajian Budaya Universitas Udayana, mengatakan, melalui pelaksanaan Tri  Dharma Perguruan Tinggi, institusi ini akan melahirkan Sumber Daya Manusia yang unggul, berjiwa leadership serta  entrepreneurship, sekaligus menghasilkan penelitian berkualitas yang mengedepankan local genius, dan menyelenggarakan program-program pengabdian masyarakat secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas SDM lokal.

Politeknik Internasional Bali (PIB) merupakan institusi pendidikan tinggi yang dirancang dan dipersiapkan untuk menjadi institusi bertaraf internasional melalui program-program yang berkualitas dengan memadukan kurikulum yang berbasis membangun karakter yang kuat, melestarikan budaya Indonesia, dan dibimbing oleh dosen-dosen vokasi yang berkualifikasi, dengan tujuan mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dengan jiwa leadership dan tourismpreneurship, yang siap untuk menjadi professional handal dan wirausaha yang sukses sesuai dengan kecerdasan (quotient) yang dimilikinya.

Tergerak rasa peduli akan kelestarian lingkungan,  Politeknik Internasional Bali merintis gerakan penanaman 10.000 Bunga Gemitir dan 1.000 Bunga Sandat sebagai maskot Tabanan di Jalan Pantai Nyanyi, Desa Beraban pada tanggal 3 Juni lalu.  Ribuan gemitir ini ditanam di area sepanjang 2 kilometer menghiasi Jalan Pantai Nyanyi. “Gemitir & Sandat” dipilih karena gemitir mempunyai nilai keindahan dan ekonomi serta sandat merupakan maskot Kota Tabanan,” ujar Prof. Sulistyawati.

Penanaman gemitir secara simbolis dilakukan oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos, sebagai tanda bahwa penanaman selanjutnya akan dilakukan oleh warga Nyanyi. Kegiatan ini juga melibatkan segenap masyarakat Desa Nyanyi, Ketua DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia) Bali, Ketua PHRI (Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia) Bali, Ketua INTI Bali dan Pimpinan PIB.

Aksi peduli lingkungan ini merupakan serangkaian acara Open House Politeknik Internasional Bali yang juga dimeriahkan oleh lebih dari 700 siswa SMA/SMK se-Bali. Open House PIB mengusung tema “Culture, Nature and Nurture” yang di dalamnya terdapat perpaduan budaya, alam, dan edukasi. Aspek budaya (culture) direalisasikan dengan pertunjukan kesenian bali dan bazaar kuliner lokal, praktik makanan tradisional dan mengenal musisi Bali. Aspek alam (nature) tertuang dalam kegiatan penanaman gemitir dan sandat. Aspek edukasi (nurture) kepada siswa berupa pengenalan PIB sebagai institusi pendidikan yang bertaraf internasional dengan melakukan campus tour, sedangkan untuk masyarakat berupa penanaman kesadaran kepada masyarakat akan arti keindahan dan pelestarian lingkungan.

Ia mengatakan, aspek nurture ke masyarakat ini akan dilakukan secara berkala melihat potensi besar Desa Nyanyi untuk dijadikan sebagai desa wisata yang indah. Harapannya, kata Prof. Sulistyawati, masyarakat dapat mengembangkan desanya sehingga akan berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar Desa Nyanyi.

“PIB bermaksud untuk terus ikut serta dalam mengenalkan, mempromosikan, dan melestarikan kebudayaan Bali kepada masyarakat luas utamanya para remaja “Generasi Z” yang lahir dalam kurun waktu 1995 – 2010, tanpa menghilangkan esensi dari budaya itu sendiri. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat lokal dengan mengedepankan peran dan partisipasi masyarakat sebagai subyek dari pembangunan desa, yaitu dengan ikut membangun Desa Wisata Nyanyi melalui pelestarian keindahan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanaman gemitir dan penghijauan juga merupakan salah satu bentuk aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat dengan langsung melibatkan masyarakat dalam kegiatannya. “Kami menyadari masyarakat menjadi pemegang peranan penting untuk kelestarian lingkungan. Sehingga, pelibatan masyarakat dalam setiap kegiatan berbasis lingkungan menjadi hal yang penting yang harus dilakukan. Hal ini sejalan dengan tujuan acara open house yaitu tidak hanya sebagai media pengenalan Kampus Politeknik Internasional Bali melainkan menjadi media berkumpulnya masyarakat dari berbagi kalangan untuk terus bersama-sama menjadi pemerhati lingkungan,” kata Prof. Sulistyawati.

Politeknik Internasional Bali untuk tahun ajaran 2017-2018 menawarkan empat program studi yaitu D-3 Seni Kuliner, D-3 Perhotelan, D-4 Manajemen Hotel dan D-4 Pengelolaan Konvensi dan Peristiwa (MICE).

Program D-3 Seni Kuliner dirancang untuk pribadi yang ingin berkarier serta membangun bisnis di bidang seni kuliner. Program D-3 Perhotelan disiapkan untuk orang-orang yang ingin berkarir di industri perhotelan atau pariwisata.

Program D-4 Manajemen Hotel dirancang secara komprehensif untuk pribadi yang bercita-cita menjadi pemimpin yang sukses di bidang perhotelan. Program ini akan membekali lulusan dengan semua aspek operasional hotel bintang 5, dilengkapi dengan jiwa kepemimpinan serta keterampilan manajemen agar siap menjadi top level manager di hotel.

Program D-4 Pengelolaan Konvensi dan Peristiwa menyiapkan mahasiswa untuk mendalami dan menekuni industri Meetings, Incentives, Convention and Event (MICE).

Sebagai salah satu institusi yang menyediakan program D-4 dalam MICE di Bali, PIB menyadari pentingnya pendidikan keterampilan manajemen, pengetahuan, dan pemahaman industri yang sangat besar dan potensial di Bali yang pada hakekatnya dapat meningkatkan kualitas pengelolaan festival, konvensi, pameran dagang, atau acara-acara khusus lainya. “Dengan penekanan lebih dari 65% terhadap mata kuliah praktek dengan fasilitas lengkap berupa demo cooking class, kitchen lab, asrama mahasiswa, front office and mini hotel lab, pastry and bakery lab, yang menunjang proses belajar mengajar di kampus, diharapkan mahasiswa mendapat pengalaman belajar terbaik dalam mempraktikkan keahliannya melalui praktek kerja nyata di jaringan kerja sama yang telah dibangun, dan siap terjun kedunia industri sebagai “highly skilled professional”, ujar Direktur Politeknik Internasional Bali ini.

Ia mengatakan, PIB akan menjadi satu-satunya institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang menawarkan “Tourism-preneurship” yaitu pendidikan dalam bidang pariwisata, seni kuliner, perhotelan, dan MICE yang berbasis entrepreneurship dengan memberikan pembelajaran mengenai bisnis dan kewirausahaan, serta menyediakan platform untuk para mahasiswa dalam mempraktekkan pengetahuan selama masa program D-3 menjadi suatu Real Business Plan atau dapat dilanjutkan sampai tahap realisasi untuk program D-4 sebagai salah satu pilihan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

PIB membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2017/2018 serta menyediakan 50 beasiswa berupa pembebasan uang gedung atau SPP untuk calon mahasiswa unggulan yang telah lulus seleksi program beasiswa PIB.

Program Studi di PIB dilengkapi dengan kurikulum dan fasilitas berstandar internasional akan mendukung proses pembelajaran yang holistik. Pemanfaatan dan penggunaan fasilitas untuk praktek sudah pasti akan semakin mengasah, melengkapi keahlian mahasiswa dalam bidangnya masing-masing. “Lulusan Politeknik Internasional Bali merupakan lulusan yang berkarakter dan kompeten, siap kerja dan unggul di bidangnya,  mampu mandiri dalam membuka lapangan kerja melalui wirausaha. Kehadiran PIB, akan memberikan sumbangsih yang nyata dalam rangka mencerdaskan Bangsa dan NKRI,” ujar Prof. Sulistyawati. –ast

To Top