Edukasi

Jaga Kearifan Lokal Melalui Lomba Mesatua Bali

Peserta mengikuti lomba mesatua bali serangkaian BEE

Sungguh memprihatinkan jika anak-anak yang lahir dan tinggal di Bali tidak fasih menggunakan Bahasa Bali. Ini akan sangat jelas terlihat bagi anak-anak yang tinggal di perkotaan, mereka bahkan merasa gengsi menggunakan Bahasa Bali. Keadaan ini tampaknya menjadi perhatian serius pemerintah dengan diselenggarakannya berbagai  kegiatan yang bertujuan untuk menjaga penggunaan Bahasa Bali dalam komunikasi sehari hari.

Masih serangkaian Buleleng Education Expo (BEE), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menggelar lomba mesatua Bali. Lomba Mesatua Bali ini diikuti oleh 11 peserta yang mewakili 9 Kecamatan dari seluruh Kabupaten Buleleng. Lomba mesatua bali ini banyak berisikan materi yang sangat penting bagi dunia anak-anak. Pesan moral dan mendidik akan sangat berguna bagi pembelajaran anak-anak. Bukan hanya itu, penampilan dari para peserta saat menceritakan dongeng menjadi hiburan tersendiri dan mengundang tawa dari para penonton yang menyaksikan lomba.

Mulai memudarnya kearifan lokal didalam dunia anak-anak tidak terlepas dari perkembangan zaman. Salah satu contoh yang paling sering ditemui pada saat ini yaitu mulai berkurangnya penggunaan bahasa bali dalam berkomunikasi dikalangan anak-anak. Hal tersebut tentunya harus mendapat perhatian khusus dari semua pihak baik itu mulai dari sisi pendidikan formal dan non formal yang menjadi tanggung jawab orang tua. Ini menjadi latar belakang Pemkab Buleleng mengadakan lomba mesatua bali yang menjadi bagian dalam pagelaran Buleleng Education Expo (BEE).

Lomba yang diadakan dikawasan Gedung Gde Manik ini mampu menyedot perhatian pengunjung. Pada hari ke-4 ini, BEE mengadakan lomba Mesatua Bali tingkat Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan di Panggung Utama. Lomba ini juga menjadi sesuatu yang paling ditunggu oleh para pengunjung yang sangat antusias untuk menyaksikan.

Menurut Ketua Panitia Lomba Mesatua Bali I Nyoman Yasa,S.Pd.,MM, lomba Mesatua Bali ini baru pertama kali diselenggarakan pada pagelaran BEE. Yasa menjelaskan, pencarian peserta bukan melalui pendaftaran,melainkan peserta lomba ditunjuk langsung. “Ini dikarenakan lomba mesatua bali ini baru pertamakalinya diselenggarakan, sehingga kita harus menunjuk yang terbaik untuk mengikuti lomba,” tuturnya.

Yasa menambahkan, kedepannya lomba Mesatua Bali ini harus diselenggarakan disetiap Kecamatan sehingga peserta bisa lebih meningkat jumlahnya. Yasa pun berharap, dari penyelenggaraan lomba Mesatua Bali ini kearifan lokal tidah punah akibat perkembangan zaman. “Dari lomba ini tentunya kita berharap bahasa bali yang merupakan bahasa ibu tetap menjadi yang utama di Bali khususnya di Buleleng,” harapnya.(Wiwin Meliana).

To Top