Buleleng

Tingkatkan Pelayanan dengan One Hour Servise

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Buleleng senantiasa melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan melakukan orientasi ke Disdukcapil Kabupaten Tangerang Selatan. Secara kualitas pelayanan dan fasilitas, disdukcapil telah mendapat nilai sempurna dari ombudsman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni. Menurutnya, ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Reika, dari hasil orientasi pelayanan dan fasilitas yang dimiliki Disdukcapil Buleleng dan Tangerang Selatan tidak jauh berbeda, hanya saja secara khusus Ombudsman belum memberikan penilaian namun secara periodik telah berkunjung ke pemerintahan Buleleng. Pihaknya sangat senang dan bangga dengan raihan prestasi Kota Tangerang Selatan, namun pihaknya juga tidak berkecil hati karena masih memiliki kelebihan program yang belum diterapkan oleh Disdukcapil Tangerang Selatan.

Menurut Reika Nurhaeni, saat ini pihaknya tengah menerapkan sistem pelayanan stelsel aktif dan stelsel pasif. Untuk stelsel pasif, pihak Dukcapil tengah menerapkan sistem pelayanan One Hour Servise. Masyarakat yang datang ke disdukcapil untuk mengajukan permohonan pembuatan akta, kartu identitas diri dan sebagainya dapat menunggu apabila syarat dan kelengkapannya sudah lengkap. “Masyarakat yang mengajukan permohonan jika persyaratannya lengkap, tidak perlu menunggu besok, lusa lagi, permohonannya akan langsung bisa kami proses hari itu juga,” jelasnya. Dirinya tidak menampik, sistem tersebut memang tidak mudah diterapkan di Kabupaten Buleleng dengan jumlah penduduknya yang tertinggi di Bali akan diikuti oleh tingkat mobilitas yang tinggi pula. “Akan tetapi dengan komitmen dari para karyawan dan staf, sistem One Hour Servise ini dapat berjalan sejak Januari lalu,” ungkapnya.

Untuk stelsel aktif, pihaknya tengah melakukan kegiatan jemput bola diseluruh desa/kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Buleleng. Sistem ini menyasar masyarakat miskin,  masyarakat yang lanjut usia, dan masyarakat sakit dan cacat yang ingin melakukan perekaman KTP elektronik. Selain peningkatan pelayanan, peningkatan fasilitas juga dilakukan seperti penyediaan ruang menyusui, ruang merokok dan kursi roda bagi warga yang cacat. “Sudah kami lengkapi semua termasuk alat pemadam kebakaran,” tandasnya.

To Top