Dara

Alit Chachink: Beralih Ke Musik Reggae

Kecintaan masyarakat Bali terhadap musik khususnya lagu Bali, kian meningkat. Hal ini ditandai juga dengan banyaknya muncul penyanyi Bali dengan berbagai genre. Salah satunya Alit Chachink. Sebagai pendatang baru, Alit telah merilis single perdana yang berjudul Jangan Pergi. Lewat karya perdananya Alit mencoba aliran Pop untuk turut meramaikan belantika musik Bali. Respon penikmat pun sangat bagus hingga membuat namanya semakin melejit dan dikenal.

Lagu Jangan Pergi sendiri tergabung dialbum kompilasi produksi 45 Pro yang diproduseri langsung oleh Gus Panca yang juga seorang penyanyi pop Bali. Kini Alit Chachink terus gencar mempromosikan single perdananya tersebut ke radio-radio seluruh Bali. Soal bernyanyi, dirinya mengaku gemar bermusik sejak kecil. Apalagi saat dirinya memutuskan terjun diindustri musik pop Bali tahun 2016 silam, ia mendapat dukungan penuh dari keluarga besarnya. “Saya menyukai musik sejak dari kecil. Untuk dimusik pop Bali, tahun 2016 lalu saya bertemu dengan bli Gus Panca dari 45 Pro. Saat itu saya pun diajak bergabung dalam album kompilasi dengan satu lagu Jangan Pergi. Saya sangat bersyukur bisa ikut meramaikan belantika musik pop Bali dan kedepan pasti saya akan terus berkarya,” ucapnya belum lama ini.

Memutuskan masuk ke dalam dunia entertain, ia paham benar pasang surut kariernya. Seorang penyanyi akan mampu mempertahankan eksistensinya dengan sebuah karya dan inovasi. Ini jelas menjadi alasan Alit Chachink untuk terus mencari gebrak-gebrakan baru agar tidak terlihat monoton. Setelah sukses dan lancar di single pertama, dengan berbagai pertimbangan, ia mencoba kembali peruntungannya di dunia musik. Akan tetapi, bukan genre Pop, melainkan ia mencoba beralih ke genre Reggae.

Menurutnya, musik reggae merupakan musik perdamaian yang dapat diterima dari berbagai elemen masyarakat baik anak-anak, dewasa terlebih yang sudah tua. Reagge dipilih, karena bagi Alit Chachink musik reagge banyak peminat dan tidak jenuh untuk didengarkan. “Saya mengamati musik reggae itu banyak peminatnya. Di mana ada konser musik reggae pasti rame. Selain itu musik reggae tidak ada bosannya didengarkan. Nah ke depan saya akan mencoba untuk mengusung genre reagge di single terbaru saya,” ujar pria kelahiran Kubutambahan, 20 November 1989 ini.

Pria  yang memiliki nama lengkap Komang Alit Perbawa itu berharap kedepan dirinya bisa terus berkarya dan menjaga eksistensinya di industri musik Bali dan karyanya bisa diterima. Selain itu, ia juga memohon dukungan semua lapisan masyarakat serta penggemar musik pop Bali. “Saya berharap karya saya bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat. Mohon juga masukan dan dukungannya kepada saya, sehingga saya bisa tampil lebih baik lagi kedepannya. Semoga semua terhibur oleh lagu pertama saya, salam rahayu,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

To Top