Kreasi

Startup Kuliner Diminati Kaum Muda

fadjar Hutomo, dan Hanifah Makarim

Fadjar Hutomo, dan Hanifah Makarim

Selama ini orang mengenal startup  identik dengan bisnis yang berbau teknologi, web, internet dan segala sesuatu yang berhubungan dengan ranah tersebut. Ternyata, startup juga bisa dikembangkan pada usaha kuliner.  Sudah banyak startup kuliner yang berkembang di Indonesia, bahkan di Bali.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberi perhatian besar pada  perkembangan startup kuliner  dengan menyelenggarakan “Demoday Food Startup Indonesia 2017”, 22-24 Mei 2017 di Nusa Dua.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, mengatakan, ada tiga sub sektor unggulan Bekraf yakni kuliner, fashion, dan kerajinan. “Berdasarkan data ekonomi kreatif tahun 2016, dari 16 subsektor kreatif, kuliner merupakan penyumbang pendapatan sebesar  34% dari 800 triliun,” ujarnya, saat jumpa pers dengan awak media, pekan lalu.

Tagline “Rasa Indonesia Mendunia”  telah memilih diplomasi soto dan kopi sebagai dua unggulan.  Ia mengatakan, kopi Indonesia sudah mendunia. Sangat mudah menemukan kopi Indonesia di berbagai negara. Ironisnya, kopi terbaik Indonesia justru lebih banyak ada di outlet  brand luar.   “Inilah alasan digelar “Demoday Food Startup Indonesia” agar memacu semangat kreatif anak muda untuk mengembangkan kuliner Indonesia. Bukan hanya dari rasa, tapi juga menyangkut soal bisnis ke depannya,” ujarnya.

Acara Demoday Food Startup Indonesia  sudah dua kali digelar. Tahun pertama 2016, sebagai pilot project, sambutan masyarakat sangat bagus. Bahkan, uniknya, startup kuliner lebih banyak diminati anak muda dengan batasan usia 18 tahun sampai 30 tahun, produk kekinian, dengan teknologi, dan sebagian besar berasal dari dunia kampus.

Ia menambahkan, startup berbeda dengan UMKM. Startup adalah usaha rintisan yang berbasis kreatif. Artinya, ada ide-ide baru yang diciptakan, bisa dari rasa, teknik pengolahan, usaha pengembangan atau pemasarannya, atau usaha kreatif lainnya.

Dari data Kementerian UMKM, ada 50 juta pelaku UMKM di Indonesia. Untuk permodalan pelaku UMKM pemerintah menyiapkan KUR. Untuk startup akses permodalan dari nonperbankan yakni dari modal ventura dan dana masyarakat.

Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf,  Hanifah Makarim, mengatakan,  untuk juri yang akan menilai demoday ini, dipilih para investor yang juga  menjadi mentor bagi pelaku startup kuliner ini.

Selain membuka pendaftaran online, roadshow kompetisi dari konferensi “Food Startup Indonesia” juga digelar di lima kota, yakni Jakarta, Surabaya, Makasar, Lombok, dan Medan. Untuk demoday  pertama digelar di Bali dan demoday kedua di Bandung.

 

MASAK AYAM TANPA MINYAK

Hanifah Makarim mengatakan, 50 startup kuliner yang lolos memenuhi kriteria, antara lain, usaha sudah berjalan satu hingga lima tahun, memiliki ide kreatif, mempunyai transaksi dan produksi, berinovasi para produk, model bisnis unggul, memiliki traction dan segmen pasar, berpotensi meningkatkan skalabilitas, serta mampu menarik investor untuk berinvestasi.

Pada hari pertama, 50 startup menigkuti talkshow terkait kuliner Indonesia dan mentoring. Hari kedua, terpilih 25 startup untuk mentoring dan talkshow fasilitasi hak kekayaan intektual. Hari ketiga dipilih 10 startup untuk mengikuti program Bekraf selanjutnya. “Bekraf memberikan fasilitas untuk para pelaku ekonomi kreatif khususnya kuliner  terkait ekosistem, networking, pemasaran, hak kekayaan intelektual, serta pengembangan produk supaya kualitas produk mereka meningkat. Harapannya, mereka juga mendapatkan dukungan permodalan dari investor,” ucap Fadjar Hutomo.

Dari 50 startup kuliner yang sudah masuk ke “Food Startup Indonesia 2017”, ada  beberapa contoh.  Abang Sayur menawarkan aneka sayuran lengkap satu paket. Contohnya, sayur asam. Satu bungkus sudah tersedia, bahan sayuran dan bumbu sehingga konsumen tinggal langsung memasaknya.

Ada juga, Ello Jello, yakni produk es krim yang bisa langsung dimakan bersama cup-nya. Cup-nya terbuat dari rumput laut. Bebek Pak Jos, olahan bebek dengan saus telur asin dan keju mozarela.  Chicken Tong lain lagi. memasak ayam tanpa minyak, hanya dimasukkan ke dalam tong.

Fadjar Hutomo berharap, setelah “Demoday Food Startup Indonesia” ini,  diharapkan para pelaku usaha  startup kuliner ini mendapatkan edukasi dan juga bisa berkembang dan mendapatkan investor,” ucapnya.

Dari 10 yang terpilih dalam Demoday Food Startup Indonesia di Bali, mereka akan beradu di Jakarta bulan Sepember bersama10 juara demoday di Bandung dan 10 juara  Food Startup Indonesia tahun lalu. (Wirati Astiti).

To Top