Griya

Hapus Kesan Kaku dengan Konsep Green Building

Ketika kita memasuki sebuah bangunan yang disebut koperasi, bayangan kita pastilah sebuah bangunan perkantoran dengan desain yang kaku. Tidak halnya ketika kita memasuki Koperasi Amoghasiddhi. “Saya ingin memberikan warna yang berbeda dengan koperasi lain, baik dari gedung mapun pelayanan,” ujar Ida Ayu Maharatni, Manajer Koperasi Amoghasiddhi.

Gedung berlantai 3 yang berlokasi di Jalan Noja Denpasar ini menerapkan konsep green building (ramah lingkungan) yang diterapkan melalui pemanfaatan solar panel sebagai pembangkit listrik utama. Serta memaksimalkan penghawaan dan pencahayaan alami melalui bukaan-bukaan lebar serta pemakaian kaca-kaca besar pada jendela.

Pada lantai 1 yang difungsikan sebagai ruang pelayanan, didesain sedemikian rupa sehingga membuat anggota yang melakukan transaksi maupun menunggu merasa nyaman. Sofa dengan dudukan yang empuk dilengkapi dengan suasana hijau membuat anggota juga tamu yang berkunjung merasa nyaman.

Di sebagian besar mebel termasuk meja konter memanfaatkan kayu-kayu bekas peti kemas yang hanya difinishing clear untuk tetap mempertahankan warna dan serat asli kayunya. Dinding dilapisi dengan wallpaper bermotif bata, lantai parquet. “Kami menggunakan wallpaper biar lebih awet. Kalau bosan dengan tampilan dinding, gampang merubahnya,” ujar Dayu Nanik-sapaan akrabnya.

Untuk menciptakan kesejukan, di beberapa titik diberikan nuansa hijau dengan menghadirkan tanaman-tanaman sintetis.Pilar yang berada di tengah ruangan disulap menjadi batang pohon sehingga enak dipandang mata, dilengkapi dengan meja dan kursi yang lebih tinggi dari sofa agar tidak monoton. “Sebenarnya kami ingin memakai tanaman hidup, hanya saja jika untuk di dalam ruangan, maintenance-nya susah, makanya memakai tanaman sintentis,” ujarnya. Untuk mendekati aslinya, batang kayu pohon sotong (jambu biji) yang asli pun dimanfaatkan dan digelantungi umah tabuan.

Menuju lantai 2, areal tangga disekat dengan mengaplikasikan loster putih dengan beragam motif. Di lantai ini dimanfaatkan sebagai ruang kerja, ruang manajer, dan ruang meeting berkapasitas kecil yang bisa disewakan untuk anggota koperasi.  Sementara pada lantai 3 tersedia ruang meeting yang lebih besar untuk kapasitas 100 orang yang juga bisa disewakan.

Pada sore hari, rooftop bisa menjadi pilihan untuk bersantai sembari memandang hijaunya tanaman dan birunya langit. Beberapa meja kecil dan kursi untuk kapasitas 16 orang juga bisa dimanfaatkan anggota. “Kami juga menggunakan bio sepiteng. Sampah-sampah organik dimasukkan ke komposter, menjadi pupuk cair dan dimanfaatkan kembali untuk menyirami tanaman,” tandasnya. (Inten Indrawati)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top