Buleleng

Modifikasi Kendaraan dengan Kayu

Modifikasi mobil dari bahan kayu hasil karya Gede Sation

Hobi dan kreativitas setiap orang berbeda-beda. Ada yang gemar dengan hobi ekstrim, menyenangkan bahkan hobi dengan biaya yang tidak sedikit. Hal tersebut juga dirasakan oleh Gede Sation warga dusun Bukit Telu, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu. Bahkan dirinya memiliki hobi yang terbilang cukup unik, yaitu memodifikasi kendaraan dengan kayu jati.

Saat ini tercatat sudah dua mobil dan dua sepeda motor yang berhasil dimodifikasi olehnya. Satu mobil roda empat bisa menghabiskan rata-rata satu kubik kayu jati, tergantung jenis dan ukuran mobilnya. Menurut pria dengan satu cucu tersebut, hobi memodifikasi kendaraan muncul ketika dirinya kembali ke kampung halaman setelah pensiun dari Lembaga Pembina LPD Provinsi. Hobi tersebut terinspirasi dari kendaraan tanpa bodi yang dimilikinya, sehingga berniat mengganti bodi kendaraan yang biasa dibuat oleh pabrik dengan kayu lokal yang didapat dari desanya. Tidak tanggung-tanggung jenis kayu yang digunakan berupa kayu jati. “Saya pertama kali memodifikasi sepeda motor Yamaha RK Spesial, itu sekitar lima tahun yang lalu dan karena bodi kendaraanya penuh dengan kayu maka saya menamainya motor kayu,” jelas pria yang lulusan sarjana ekonomi tersebut.

Sukses merombak motornya, kini pria yang berusia 56 tahun tersebut mencoba memodifikasi sebuah kendaraan yang tergolong uzur. Dalam waktu dua bulan seluruh bodi kendaraan tersebut telah dilapisi dengan papan kayu jati. Sation mengaku untuk memodifikasi mobil tersebut, dirinya menelan biaya hingga 8 juta rupiah. “Namanya hobi sudah tidak menghitung biaya lagi, yang penting ada  kepuasan,” imbuhnya.

Obsesinya menuruti hobi yang dimiliki tidak berhenti sampai di sana. Terbaru suami dari Sri Laksniningsih tersebut telah memodifikasi mobil Jimmy miliknya dengan menutup seluruh bodi mobil termasuk interior di dalamnya menggunakan kayu jati. Untuk saat ini, ia belum ada rencana untuk menambah hasil karya modifikasinya. Akan tetapi dirinya tidak pernah berhenti untuk memikirkan karya selanjutnya yang dibuat dari bahan kayu atau bahan lokal lainnya. Bahkan, dia sempat berpikir untuk memodifikasi kendaraan roda tiga, hanya saja masih terkendala bahannya. “Maunya mobil roda tiga, tapi mobilnya belum dapat,” ujarnya.

Pria paruh baya ini berharap, kelak dengan adanya mobil modifikasi hasil karyanya dapat memikat dan mengundang wisatawan berkunjung ke desanya untuk melihat ataupun mencoba mengendarainya. “Paling tidak ada wisatawan yang datang untuk berselfi ria,” pungkasnya.  (Wiwin Meliana)

To Top