Life Story

Megawati Resmikan Rumah Rakyat di NTB

Tidak kurang dari tiga kali, H. Rachmat Hidayat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB datang kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri untuk memberitahukan bahwa DPD PDI Perjuangan NTB akan membangun kantor. Tapi kala itu respons Megawati biasa-biasa saja, bahkan cenderung hanya disahut seadanya dengan sahutan khasnya, “Huuuhh…”. Namun makna di balik tiga kali huuuuhh Sang Ketua, Rachmat menangkap itu sebagai sinyal Megawati inginkan bukti dari laporannya tentang kantor tersebut secara nyata.

“Bu… Alhamdulillah DPD PDIP NTB sudah punya tanah 30 are untuk bangun kantor,” lapor Rachmat pertama kali yang hanya dijawab huuuhh oleh Megawati tanda ia telah mendengar. “Bu … kantor DPD PDIP NTB sudah mulai dibangun,” kata Rachmat pada laporan kedua yang masih tetap dijawab huuuuhh oleh Megawati. Sampai akhirnya Rachmat Hidayat meminta restu Megawati untuk dapat meresmikan kantor yang disebut sebagai Rumah Aspirasi atau Rumah Rakyat tersebut.

Menurut Rachmat, untuk sampai pada titik peresmian 10 Mei 2017 lalu, bukanlah persoalan yang mudah mengingat meski sudah setahun belakangan jadi, kantor tersebut belum diresmikan oleh Ketua Umum DPP PDIP. “Peresmian Kantor DPD PDI Perjuangan tidak segampang yang dibayangkan. Hampir setahun jadi, tapi tiap kali saya menghadap Ibu Ketua untuk minta diresmikan, Beliau hanya memberi kode,” kata Rachmat ketika memberi sambutan pada acara peresmian tersebut. Kode tersebut dipahami Rachmat sebagai tanda bahwa Megawati mencari hari baik untuk meresmikannya. Hari baik yang bermakna persatuan.

Benar saja, pada 10 Mei 2017 tersebut, setidaknya umat Islam tengah menuju Nisyfu Sya’ban (ditutupnya buku amalan manusia selama setahu ke belakang) yang jatuh pada tanggal 11 Mei. Sedangkan di hari yang sama, malam harinya umat Hindu juga bersiap untuk melakukan persembahyangan suci dan esok hari tanggal 11 Mei juga merupakan momentum Hari Raya Waisak bagi umat Budha.

Tentu pilihan tanggal peresmian DPD PDIP NTB tersebut bukanlah sembarang tanggal melainkan memiliki makna persaudaraan antar umat. Selama ini Megawati dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat menjunjung tinggi pluralisme dan persatuan bangsa. Hal inilah yang kemudian dipanuti Rachmat sebagai Ketua DPD PDIP NTB yang menerapkan konsep pluralisme pada rumah rakyat yang dibangunnya sebagai Kantor DPD PDIP NTB.

Di kantor berlantai dua ini ada tempat ibadah untuk berbagai agama yang hidup di negeri ini. “Ada mushala, ada kapel sederhana dan juga ada sanggah, untuk kita beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” ungkap Rachmat. Di halaman kantor ini juga ada patung Bung Karno dengan tulisan yang dikutip dari Pidato Bung Karno pada tanggal 24 april 1960, di Universitas Al Azhar Kairo. “Islam itu bukanlah sebuah sistem melainkan sebuah ajaran yang lengkap untuk mencapai Rahmatan Lilalamin”.

Cara Rahcmat membangun kantor ini dilakukan secara gotong royong, dengan menggerakkan seluruh kemampuan pengurus dan para anggota DPRD NTB yang didukung penuh oleh Megawati.( Naniek I. Taufan)

Paling Populer

To Top