Edukasi

HUT ke-20 Sanur Independent School “LEARNING FOR LIVING”

Keakraban para guru, kepala sekolah dan yayasan

Pagi itu, Sabtu 6 Mei 2017, halaman bermain outdoor  Sanur Independent School (SIS) riuh. Pada puncak acara HUT ke-20 tersebut, sekolah multinasional ini menggelar berbagai macam lomba dan kegiatan, yakni lomba fashion show kategori TK, SD (kelas 123) dan SD (kelas 456); drawing untuk kategori TK dan SD (kelas 123); Science Project dan Photography Contests untuk SD kelas 123 dan SD kelas 456. Diisi juga dengan kegiatan bakti sosial-blood donation (donor darah) dan diramaikan dengan 40 store bazaar kuliner, aksesoris, buku, bank, dll.

Sebelumnya, diisi dengan workshop untuk guru TK dan SD bekerjasama dengan Kak Ade (Davincio) dan Lyra Giotto, mengambil tema “Have Fun and Be Creative with Paint and Clay”, dilaksanakan bertepatan dengan Hardiknas, Selasa (2/5) di Grand Mirah Hotel, dibuka langsung oleh Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Made Merta. Pesertanya dari Denpasar dan Badung.

Dilanjutkan dengan kegiatan Workshop Anak, yang dimulai dengan pelaksanaan “Aman Workshop”, Jumat (5/5), yakni pelatihan singkat dan praktis dari Komunitas AMAN tentang bagaimana anak-anak melindungi dirinya dari kemungkinan tindak kriminalitas ketika tidak ada orang yang menjaga. Selanjutnya, Mini Olympic, kegiatan berolahraga diikuti guru dan anak-anak.

Perayaan HUT ke-20 SIS yang sekaligus juga memperingati Hari Pendidikan Nasional tersebut mengambil tema yang sesuai dengan moto sekolah, “Learning for Living”. Pemilihan tema ini dijelaskan Kepala Sekolah Nasional SIS, Cokorda Agung Anre Juniana, S.Pd., M.Pd. yang akrab disapa Pak Cok Anre, sebagai terjemahan bahwa apa yang anak-anak pelajari di sekolah sejatinya untuk bekal mereka hidup di kehidupan nyata. “Makanya pada lomba fashion show ini, anak-anak yang berasal dari berbagai negara diperbolehkan menggunakan baju daerah dari negara asalnya. Demikian halnya dengan lomba menggambar yang umumnya di media kertas, kali ini di media tas tangan sehingga hasilnya bisa langsung dipakai,” jelasnya.

SIS juga mengundang beberapa sekolah sekitar untuk menjadi pengisi acara, dan setidaknya ada 40 sekolah di Denpasar dan Badung yang juga diundang. Tujuannya untuk merangkul sekolah-sekolah sekitar dan pihak-pihak yang selama ini sudah bekerjasama dengan SIS, bahwa sekolah ini tidak berdiri sendiri. “Sekolah ini bekerja sama dengan para profesional di bidangnya masing-masing, dari segi keuangan, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya, semua dibantu oleh partners sekolah kami,” ucapnya.

Terselenggaranya kegiatan tersebut atas dukungan dan kerjasama banyak pihak, di antaranya  Bank BRI sebagai sponsor Utama, BPD, BNI, Davincio, Lyra Giotto, beberapa kontraktor dan legal hukum, serta beberapa pihak lainnya.

Selain itu, usia 20 tahun ini dikatakan Pak Cok Anre sebagai titik balik untuk merevitalisasi SIS, sehingga masyarakat semakin tahu keberadaan SIS yang sangat mumpuni, gabungan antara orang lokal dan orang asing yang di-balance dengan sangat baik sehingga mendapatkan lingkungan yang bagus untuk pendidikan anak-anak multinasional.

“Anak anak yang belajar di SIS datang dari berbagai negara dengan sistem pendidikan yang berbeda, seperti Australia, Amerika, Perancis, Jerman, Jepang, Korea, tapi kami bisa cover semua kebutuhan mereka. Semua kami rangkul dan kurikulum disesuaikan sehingga ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing mereka sudah bisa langsung melanjutkan,” jelasnya.

Sanur Independent School (SIS) memakai basic kurikulum Australia namun sifatnya terbuka dan bisa dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan anak-anak multinasional. Dalam satu kelas dibatasi 20-25 anak yang dihandel 1 guru ekspat, 1 guru lokal, 1 guru pendamping. “Small class size, agar para guru lebih tanggap dalam memberikan kebutuhan anak. Ini juga yang menjadikan orangtua merasa bahwa anaknya benar-benar diperhatikan,” ujar Pak Cok Anre didampingi Mark Star (International Principal).

Ke depannya, SIS sedang berancang-ancang membuat sebuah center pendidikan anak usia dini di Denpasar. “Tujuannya seperti itu, sehingga kami akan segera membangun gedung yang lebih representatif. Kami ingin SIS menjadi contoh PAUD yang ideal. Tak hanya dari segi fasilitas, tapi juga pengajarannya. Guru-guru dari dalam maupun luar SIS akan kami buatkan training-training,” tandasnya.

Tahun ajaran 2017/2018, Sanur Independent School (SIS) menerima pendaftaran siswa baru. Info lebih lanjut, hubungi info@balischool.com, Telepon 0361 286016 Alamat: Jalan Tukad Nyali Gg. SMU 6 No. 2 Sanur Kaja, Denpasar. –ten

To Top