Dara

Punya Bisnis PropertI Tut Restama Rilis Lagu Property Menek Tuun

Mencintai seni, budaya, dan bahasa daerah dapat ditunjukkan dengan berbagai cara. Bukan dengan orasi melainkan dengan tindakan nyata. Melalui seni tarik suara , Ketut Restika Utama turut serta menjaga budaya dan bahasa daerahnya. Pria yang akrab disapa Tut Restama ini mulai menekuni dunia tarik suara sejak tahun 2016.

Menurutnya, keinginan untuk menjadi seorang penyanyi memang telah ada sejak lama, akan tetapi baru terwujud setahun yang lalu. “Hoby banget nyanyi, penyanyi idola ada penyanyi legend Young Sagita,” ungkap pria yang baru saja grand opening usaha miliknya, Bija Utama cash and kredit elektronik. Awal mula ia tertarik dengan dunia musik, dimulai saat dirinya senang menjadi sponsor berbagai acara dengan melibatkan artis-artis pop Bali. “Saya sangat sering menggelar hiburan rakyat untuk masyarakat. Iya sambil juga mempromosikan uasaha saya yang bergerak dibidang property dan juga furniture. Untuk pengisi acaranya, seratus persen saya libatkan artis-artis Bali sebagai pendukung perkembangan musik pop Bali,” ujar Tut Restama saat dikonfirmasi belum lama ini.

Beberapa single sudah dirilisnya secara resmi di tengah-tengah penggemar musik pop Bali seperti Gamongan Misi Jae cipta Andika, Sing Nawang Meme Bapa cipta Dek Artha, HP Jadul cipta Andika dan Punyah cipta Dek Onyiel. Ditambahkan pria kelahiran 29 Juni 1979 tersebut, kini ia tengah mempersiapkan single kelima yang akan dirilis dalam waktu dekat. Rupanya pengalamannya sebagai pebisnis property  juga menyumbang ide dalam menciptakan sebuah lagu. Single yang berjudul Property Menek Tuun merupakan kisah suka duka seorang Tut Restama dalam berbisnis. “Tema lagu kebanyakan mengambil realitas kehidupan, pengalaman pencipta, dan juga situasi terkini di masyarakat,” ungkapnya.  Kali ini, dalam penggarapan single kelima ia kembali melibatkan arranger hebat Dek Artha sekaligus sebagai pencipatanya. “Single kelima ini sangat pas untuk pengalaman saya berbisnis property. Suka duka pasti ada dalam berbisnis, semuanya saya tuangkan dalam sebuah lagu yang dibantu oleh Dek Artha yang pastinya sudah tidak diragukan lagi kemampuannya,” ujarnya.

Pria yang ingin mengabdi kepada masyarakat melalui lagu tersebut mengaku jika selama ini masih terkendala waktu. Kesibukannya sebagai seorang pebisnis dan hobinya sebagai penyanyi membuatnya harus benar-benar bisa membagi waktu. “Kendala berartis sih tidak ada. Hanya kendala waktu saja yang sering berbenturan dengan bisnis saya,” imbuhnya.

Banyaknya bermunculan musisi-musisi muda berbakat di Blantika musik pop Bali tidak serta merta membuatnya kalah saing. Justru dengan banyaknya musisi Bali, menjadi motivasi untuk terus bekarya untuk menampilkan karya-karya yang terbaik. “Perkembangannya cukup pesat. Banyak muncul musisi baru yang punya kualitas, itu berarti kecintaan masyarakat akan musik pop Bali juga meningkat,” ujarnya penyanyi yang memiliki karakter suara rendah tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Tut Restama berharap kedepan musik pop Bali bisa semakin berkembang, selain itu sebagai masyarakat Bali  semestinya tidak perlu malu untuk menyukai lagu Bali. ( Wiwin Meliana)

 

 

To Top