Mozaik

Bali Blues Festival Kembali Digelar di Pulau Peninsula Nusa Dua

Bali Blues Festival kembali digelar untuk ketiga kalinya di Pulau Peninsula, Nusa Dua Bali, 26-27 Mei 2017. Bali Blues Festival terselenggara berkat kerja sama Pregina Art and Showbiz Bali dengan ITDC Nusa Dua.

Menurut Bagus Mantra dari Pregina Art, blues sebagai fondasi semua genre musik.  “Dalam event ini menguatkan blues adalah pintu masuk seniman dalam bermusik karena dipenuhi dengan penjiwaan yang dalam, serta adanya nilai pengembangan yang luas, sehingga pencitraan music blues bukan hanya milik golongan tertentu ataupun blues  music kurang dinamis. Dengan Bali Blues Festival kami menyajikan suguhan blues yang dinamsi serta tampilan artis dengan berbagai karakter warna mereka yang beragam,” ujar Bagus Mantra.

Di tahun ini, Bali Blues Festival mulai mengembangkan waktu penyelenggaraan dari semula  sehari menjdi dua hari, untuk mengakomodir banyaknya artis yang sangat mendukung dan bisa terlibat dalam festival ini. “Dalam usaha memperkenalkan lebih luas dan menambah jaringan penyelenggaraan festival, Bali Blues Festival melakukan promosi lawatan ke Byron Bay Blues Festival Australia April lalu, dimana Byron Bay Blues Festival telah dikenal sebagai ajang blues yang terbesar di dunia dan telah bertahan memasuki tahu ke-28 dengan rata-rata jumlah penoton lebih dari 100 ribu serta ratusan artis tampil dari seluruh dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang Bali Blues Festival lakukan adalah dari segi media promosi serta artis yang tampil kedepannya, dismaping untuk belajar dan menngevaluasi, dan kesepakatan untuk saling mendukung antara Bali Blues  dan Byron Bay.

Ia mengatakan, artis yang akan tampil di Bali Blues Festival sebanyak 18 artis/band termasuk 3 band hasil audisi penyelenggaraan Sundwon Blues Battle yakni John and Jail Story, Sunburst serta Souledout.

Mususi kenamaan Bali juga kan tampil seperti Nortcross, Road Singaraja, Brightsize Trio, Sound of mine Feat Rio Sidik, The Bodhi, The Crazy Horse,  Ronaldgang, Dialog Dini Hari, Bali Guitar Club,  Ika and Soulbrothers.  “Mereka semua akan menampilkan berbagai komposisi pengembangan dari blues dengan warna mereka agar pertunjukkan dalam dua hari penuh warna dan tidak membosankan,” imbuhnya.

Perwakilan musisi blues dari negara sahabat akan bergabung dalam festival kali ini adalah Damned & Dirty dari Belanda serta Raw  Earth dari Singapura. Mereka adalah band yang juga sangat atif dalam penyelanggaraan festival blues di negaranya, sehingga akan terjadi cross performing, dan kedepannya musisi Bali juga akan tampil di negara mereka.

Gugun  Blues Shelter sebagai pemungkas di hari pertama akan  berkolaborasi dengan Indra Lesmana, serta Balawan Si magic finger akan berekplorasi bersama Gilang Ramadhan, merupakan suguhan  yang menarik dan jarang ditemui.

The Six Strings yang merupakan gabungan gitaris kenamaan Indonesia yakni Dewa Budjana,Eros, Tohpati, Baron, dan Baim akan mempersembahkan berbagai kompisisi gitar menarik dan progresif.

Krakatau Reunion kumpulan maestro musik Indonesia seperti Trie Utami, Indra  Lesmana, Dwiki Dharmawan, Pra Budi Dharma, Gilang Ramadhan, Donnie Suhendra, akan tampil sebagai penutup di hari terakhir,  27 Mei, sekaligus  melakukan jam session bersama musisi lainnya.

Bali Blues Festival selama dua hari akan dibuka pada pukul 16.00. dalam festival ini juga,  mengundang  berbagai komunitas seperti komunitas fotografi sekaligus  ada lomba fotografi on the spot, juga akan mengundang komunitas motor dan mobil kalisik di Bali. Acara festival dijadwalkan akan berlangsung sampai  pukul 23.30.

Bali Blues Festival juga mengadakan event roadshow “Road to Bali Blues festival” sebagai ajang pemanansan menuju festival. Bertempat di hard Rock café  Kuta, Minggu 14 mei mulai pukul 21.00 akan menampilkan Sound Of Mine, The Bodhi, bali Guitar Club, Ronaldgang dan Bali Blues brother jamz. Serta pada hari Jumat, 19 Mei pukul 17.30 di halaman TVRI denpasar menampilkan Suburst, heart of Life dan Northcross Road Jamz.

Bagus Mantra mengatakan, berbagai roadshow dan pengenalan pengembangan music blues telah kam lakukan ke bebragai komunitas untuk memperkuat fodnasi regenerasi industry music agar generasi muda dapat menghaislkan karya-karya terbaik ke depannya dengan akar music yang kuat.

Bali Blues festival tercatat sebagai salah satu event blues festival dunia yang diselenggarakan di Asia Tenggara diharapkan dapat menjadi spirit kebersamaan dan mendapat dukungan segenap pihak agar dapat menjadikan event yang berkesimbungan serta dapat menghadirkan musisi papan atas dunia sekaligus sebagai salah satu penambah  daya tarik pariwisata Bali.

 

Pulau Peninsula Nusa Dua Bali merupakan salah satu faktor penunjang daya tarik utama penyelenggaraan Bali Blues Festival karena keindahan dan keasriannya serta obyek pariwisata yang sangat memukau, terlebih lagi, dalam festival ini juga kan disuguhkan berbagai macam sajian kuliner dari outlet seputaran kawasan ITDC Nusa Dua. Menikmati suguhan music blues, dengan ditemani berbagai kuliner dan suasana Pulau Peninsula Nusa Dua merupakan sebuah kemasan yang sangat menarik dalam Bali Blues festival tanggal 26-27 Mei. ( Wirati Astiti)

 

 

 

To Top