Buleleng

Mahasiswa Harus Jaga Keutuhan NKRI

Pertikaian dan konflik antar golongan dan kelompok yang masih mewarnai perpolitikan Tanah Air, merupakan pertanda rendahnya saling percaya dan tidak adanya ikatan harmoni dalam masyarakat. Penanganan radikalisme sebagai pemicu konflik yang selama ini dikembangkan oleh pemerintah dan aparat keamanan hanya bersifat sementara waktu, karena kemudian muncul lagi konflik susulan dengan eskalasi konflik yang makin meningkat dan lebih meluas. Dengan potensi ancaman yang tidak ringan serta kondisi sosial, ekonomi dan budaya yang beragama, masyarakat Bali memerlukan strategi dan model pertahanan kewilayahan yang kuat untuk menjamin tetap terjaganya kedamaian dan keharmonisan hidup warganya.

Salah satu upaya aparat keamanan untuk mencegah konflik yang dipicu oleh radikalisme dengan melakukan kuliah umum di salah satu perguruan tinggi di Bali Utara. Mahasiswa-mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, tampak antusias mendengarkan kuliah umum Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Moment pertemuan tersebut tidak mereka sia-siakan. Bahkan, diskusi tanya jawab berlangsung hangat secara silih berganti, Selasa (2/5)  di auditorium Undiksha.

 

Kuliah umum ini bertepatan Hari Pendidikan Nasional. Kapolda Bali memberi materi dengan tema ‘Mengantisipasi Ancaman Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme’ Dalam Perspektif Negara Kesatuan Republik Indonesia.   Mahasiswa sebagai salah satu komponen strategis bangsa memegang peranan yang sangat esensial dalam kaitannya dengan terbangunnya kesatuan dan persatuan bangsa. Sebagai warga Negara potensial, mahasiswa sering dihadapkan pada eskalasi sosial politik yang memicu terjadinya beberapa benturan sosial di masyarakat. Oleh sebab itu, pemahaman yang memadai terkait dengan radikalisme dan terorisme oleh kalangan mahasiswa merupakan sebuah keharusan.

Menurut Wakil Rektor I Undiksha Singaraja, Prof. Dr. Ida Bagus Arnaya, M.Si, mengatakan mahasiswa Undiksha yang terdiri dari beragama suku, ras dan agama mampu mengikuti kuliah umum Kapolda  Bali dengan baik. Selanjutnya, dapat memahami dan menjadi benteng pertahanan untuk menangkal radikalisme serta meningkatkan nilai-nilai patriotisme. “Kami berharap jiwa keIndonesiaannya itu ditumbuhkan kembali, apalagi lulusan kami adalah calon guru sehingga kalau gurunya sudah cinta Indonesia maka mereka akan menyebarkan kepada anak didiknya kelak,” ungkapnya.

Sejumlah materi diskusi menarik dibahas Kapolda Bali antara lain, wawasan Nusantara, dinamika situasi global, dinamika intoleransi, perkembangan radikalisme dan deradikalisme di Indonesia. Selain itu, materi lain mengenai bahaya terorisme pengaruh ISIS di Indonesia, peredaran narkoba mempengaruhi generasi muda bangsa, wawasan nusantara dan pendidikan di Indonesia. “Isu intoleransi dan radikalisme memang tengah hangat tapi saya yakin di Bali toleransinya sangat tinggi. pilar-pilar kebangsaan harus kita jaga bersama untuk menjaga keutuhan NKRI,”tegasnya.

Usai pemberian materi kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab antara Kapolda Bali dengan para mahasiswa Undiksha Singaraja. Selain mahasiswa Undiksha, kuliah umum turut dihadiri Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja, S.Ik, M.Si., Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol Kombes Pol Benny Arjanto, S.Ik., Kasat Brimob Polda Bali Kombes Pol Laksana, S.Ik., Ka SPN Singaraja bersama para pejabat Utama SPN Singaraja. Hadir pula, Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, S.Ik., M.Si., Dandim 1609 Buleleng., serta para Wakil Rektor dan para Dosen di lingkup Undiksha Singaraja. (Wiwin Meliana)

To Top