Dara

Miniatur Moge dari Kaleng Bekas

Penggemar Motor Gede (Moge) di Buleleng saat ini kian ramai. Selain terlihat gagah dan keren, mengendarai Moge juga akan menjelaskan status sosial seseorang. Harganya yang selangit, hanya mampu digapai oleh segelintir orang. Bagi pencinta Moge yang belum mampu membeli, jangan cemas karena saat ini di Buleleng telah dijual Moge dengan harga yang sangat terjangkau.

Ketut Artawan warga dusun Tegallenga Desa Kalisada, Seririt, dengan kreatif menyulap kaleng bekas minuman menjadi berbagai jenis miniature Moge yang digemari masyarakat. Kaleng bekas yang keberadaannya dianggap pecemaran lingkungan, diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.

Ketut menceritakan, awalanya ia mencoba membuat kerajinan dengan kertas atau yang lebih dikenal dengan papercraft namun hasilnya kurang memuaskan dan kurang bagus. Tidak berhenti hingga di sana, ia mencoba mencari ide lain untuk menyalurkan bakatnya. Belajar secara otodidak, akhirnya pria yang lahir 30 Desember 1984 tersebut mencoba menggunakan kaleng bekas sebagai media. Kaleng bekas menurutnya hanya dipandang sebelah mata jika berserakan di jalan, namun akan memiliki nilai jual dan nilai guna yang berbeda jika digarap oleh orang-orang kreatif. “Kaleng ini sangat mudah di dapat, di jalan saja banyak berserakan, kalaupun di jual harganya tidak seberapa. Ini juga salah satu upaya untuk membebaskan lingkungan dari sampah,” jelasnya.

Untuk membuat miniature tersebut, yang diperlukan tidak hanya kaleng bekas. Beberapa bahan pendukung lainnya seperti kawat, lem dan kardus juga digunakan. Pola akan digambar dan dirakit menyerupai model yang diinginkan. “Sudah ada pengalaman dalam membuat papercraft jadi lebih mudah dalam membuatnya,” jelasnya. Selain Moge, kini ia juga tengah membuat miniature berbagai jenis alat musik.

Dalam pembuatan miniature Moge, ia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oleh temannya, Gusti Andika. Ide tersebut sudah muncul sekitar 1 tahun yang lalu, hanya saja baru menjadi perbincangan setelah karya-karyanya diunggah di media sosial. Peminat harus melakukan order terlebih dahulu jika ingin membeli, sebab pihaknya akan memproduksi sesuai dengan pesanan. Dalam sehari dirinya mampu menjual 2 hingga 3 pcs miniature Moge dengan kisaran harga 25 ribu hingga 50 ribu rupiah. “Harus Order terlebih dahulu, ke depan kami rencana akan memproduksi lebih banyak lagi sehingga pembeli tidak perlu menunggu jika berminat,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top