Connect with us

Mozaik

Peluncuran Metodologi HCS Approach dan Toolkit Versi 2.0

Published

on

Penghancuran hutan untuk perkebunan kelapa sawit,  kertas, dan karet yang berdampak  pada ancaman  punahnya berbagai makhluk hidup dan merupakan  sebuah bencana bagi masyarakat  lokal dan berkontribusi para perubahan iklim yang dasyat.  Namun, delapan tahun terakhir dapat terlihat adanya  transformasi pada rantai komoditas global  untuk memutus hubungan  dengan praktik-praktik pembabatan hutan.  Saat ini, sudah ada kesepakatan  global diantara perusahaan, lembaga penelitan,   LSM di bidang konservasi  dan lingkungan, pemerintah, dan masyarakat yang bergantung pada hutan, bahwa penggundulan hutan harus dihentikan.

Sebuah metodologi gabungan baru yang berlaku secara global  untuk melindungi hutan  alam dan mengindetifikasi lahan-lahan yang dapat diolah sebagi areal produksi komoditas secara bertanggungjawab, telah diluncurkan koalisi antara industri dan organisasi non pemerintah (LSM), hari ini ( Rabu (3/5) di Jimbaran.

High Carbon Stock ( HCS) approach toolkit merupakan sebuah terobosan  bagi berbagai perusahaan, masyarakat, institusi, dan praktisi teknis yang memiliki komitmen bersama untuk melindungi hutan alam yang tengah mengalami regenerasi. Toolkit atau alat ini merupakan upaya  kolaborasi  bersama antara  perusahaan, NGO, dan organisasi pendukung teknis,  untuk menghasilkan sebuah pendekatan  yang dapat diterapkan  secara luas di kawasan hutan tropis di dunia.

BACA  Menteri Sri Mulyani Resmikan Art Bali

“Membiarkan deforestasi  atau pembabatan hutan alami demi perkebunan sudah merupakan suatu hal di masa lalu. Kami meluncurkan sebuah toolkit dengan metodologi yang memberikan panduan  teknis yang praktis dan terbukti kuat secara ilmiah, untuk mengindektifikasi dan melindungi hutan alam tropis,” kata Grant Rosoman selaku co-chair dari High Carbon Stock ( HCS) Steering Group.

Ia mengatakan, selama dua tahun, para pemangku kepentingan telah menyatukan berbagai upaya untuk menyepakati satu-satunya pendekatan global untuk menerapkan praktik non-deforestasi. Metodologi yang  dihasilkan telah memperluas persyaratan sosialnya, pengenalan dan penerapan terhadap data cadangan carbon, yang mencakup teknologi  baru termasuk penggunaan LIDAR untuk mengoptimalkan konservasi dan hasil produksi serta dapat diadaptasi bagi petani-petani kecil.

Advertisement

Pada pertemuan ini, para angota yang hadir,  bersatu dalam menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan dampak  pembabatan hutan alam tropis terhadap iklim, satwa, dan hak-hak masyarakat yang mengantungkan hidupnya pada hutan.  “Kami menyambut baik  positif diterapkannya metodologi ini dalam skala yang luas untuk mendukung hak-hak dan mata pencaharian masyarakat lokal, menjaga kadar karbon hutan dan keanekragaman hayati serta kegiatan pengembangan terhadap lahan-lahan olahan secara bertanggungnjawab,” tambahnya.

BACA  Jelang Lebaran, BRI Siapkan Rp 578 Miliar

Versi pertama dari HCS Approach Toolkit sebelumnya telah dirilis April 2015. Versi baru yang telah disempurnakan, Versi 2.0,  yang dirilis pada pertemuan ini,   telah meliputi penelitian ilmiah terbaru, evaluasi dari percobaan lapangan, serta topik-topik baru dan masukan dari berbagai kelompok kerja HCS Approach Steering Group, sebuah organisasi  yang keanggotaan yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yang mengatur HCS Approach.

Toolkit  baru ini juga menyajikan penyempurnaan, penambahan dan perubahan penting pada metodologinya sebagai  hasil dari kesepakatan konvergensi antara HCS Approach dan HCS Study, pada November 2016.  Dengan telah dilengkapinya  HCS Approavh Toolkit versi 2.0. HCS Steering Group saat ini dapat focus pada uji coba metodologinya, agar dapat disesuaikan bagi para petani kecil, serta memperkuat persyaratan sosial yang dikembangkan sebagai bagian dari proses konvengensi HCS.

Tentang High Carbon Stock Approach

High carbon Stock (HCS) Approach adalah sebuah metodologi yang dapat membedakan antara area-area hutan yang perlu dilindungi dengan lahan-lahan yang memiliki kadar karbon dan keanekaragaman hayati yang rendah, sehingga dapat diolah. Metodologi tersebut dikembangkan dengan tujuan untuk memastikan sebuah pendekatan yang praktis, transparan, kuat, dan terjamin secara ilmiah, yang dapat diterima kalangan  untuk mengimplemnetasikan komitmen-komitmen dalam menghentikan penggundulan hutan tropis, sementara menjaga agar hak-hak dan mata pencaharian masyarakat lokal tetap dihormati. HCS Approach pada mulanya dikembangkan Godlen Agri-Resources (GAR) berkolaborasi dengan Greenpeace dan TFT pada tahun 2011-2012. Sejak November 2016, HSC Approach mencakup konvergensi dengan hanya satu metodologi  HCS global.

Advertisement

Tentang HCS Approach Steering Group

BACA  Putri Koster Hadiri HUT ke-31 WHDI

HCS Approach Steering roup adalah sebuah organsiasi yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yang dibentuk tahun 2014 untuk mengelola HCS Approach. Steering group (SG) dibentuk agar dapat mengawasi pengembangan selanjutnya dari metodologi tersebut, termasuk penyempurnaan terhadap definisi, objektif, dan hubungan dengan pendekatan-pendekatan lainnya, untuk  menghentikan praktik penggundulan hutan. –Wirati Astiti

 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mozaik

Inisiasi Gerakan #BangkitBersama, Ini Ajakan GoTo ke Masyarakat

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia yang menaungi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, memperkokoh komitmennya mendorong UMKM agar semakin berdaya dan berjaya lewat gerakan #BangkitBersama. Gerakan yang dimulai dari daerah ini terdiri dari inisiatif lengkap dan holistik supaya produk UMKM menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Inisiatif holistik ini melibatkan UMKM, konsumen, dan mitra driver agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan. GoTo sendiri telah menjadi pilihan para pelaku UMKM untuk go-digital dengan lebih dari 4 juta UMKM baru yang bergabung di Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial selama pandemi.

Fokus gerakan yang dimulai dari daerah ini didasari fakta UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, yang harus terus diperkuat supaya bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dan mampu bersaing dengan brand global. Masa pandemi juga memukul UMKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner (43,09%), jasa (26,02%) dan fashion (13,01%).

Advertisement

Di sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara menjadi incaran para pemain global. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh UMKM Indonesia supaya bisa jadi pemain utama di pasar tanah air, bukan penonton.

#BangkitBersama didukung oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Daerah. Peresmian GOTO UMKM Center dan peluncuran program #BangkitBersama berlangsung di Solo Technopark, Surakarta, diresmikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial Andre Soelistyo, dan CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya. Peresmian ini juga dihadiri oleh Komisaris Utama GoTo Garibaldi Thohir dan Komisaris GoTo Wishnutama Kusubandio. Peresmian juga dipantau dari Denpasar melalui aplikasi Zoom.

BACA  Ini Ajakan Presiden Jokowi untuk Redam Dampak Covid-19

CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Sulistyo mengatakan dengan semangat kolaborasi dan resiliensi, GoTo berusaha berkontribusi untuk pemulihan ekonomi dan inilah yang menjadi alasan lahirnya bangkit bersama. “Kami lihat digitalisasi punya peran penting mengubah usaha offline yang tidak bisa buka karena pandemi bisa dijembatani. GoTo ingin terus berkontribusi supaya UMKM bisa tetap berjualan, bisa membantu operasional dan pengelolaan. Kami ingin terus berinovasi supaya bisa jadi jembatan. Inisiatif Bangkit Bersama kami susun supaya juga fokus di daerah agar lebih banyak UMKM bisa masuk ke ekosistem,” ujarnya.

CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya menambahkan selama masa pandemi, UMKM tidak menyerah pada keadaan dan berani go-digital. “Ada lebih dari empat juta mitra baru yang bergabung di ekosistem GoTo, dan 86% diantaranya ada pengusaha baru. Namun disisi lain, ada tantangan dimana para UMKM ini juga harus menghadapi pedagang luar negeri dan pandemi. GoTo melihat kami punya tanggung jawab besar dan harus terus hadir untuk bangkit bersama. Pendekatan yang kami lakukan sangat hyperlocal, terutama dalam hal menghubungan pengusaha lokal dengan konsumen setempat. Supaya lebih banyak pengusaha daerah bisa go-digital. Solusi yang kami hadirkan selalu didasari atas semangat untuk mengatasi permasalahan di daerah sehingga UMKM lokal selalu bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelasnya.

Sebagai ekosistem karya anak bangsa yang berpihak pada UMKM lokal, lewat #BangkitBersama GoTo menghadirkan berbagai inisiatif untuk membantu UMKM beradaptasi dan tumbuh di tengah pandemi, mendorong daya beli konsumen pada produk lokal, hingga membantu mitra driver tetap produktif, sehat, dan aman. Enam inisiatif utama dalam #BangkitBersama meliputi:
Inisiatif Hyperlocal Memaksimalkan Eksposur UMKM; Pemberdayaan UMKM Dorong Pembukaan Lapangan Kerja
Solusi komprehensif berupa infrastruktur edukasi yang melengkapi solusi teknologi; Dukung Kesehatan dan Keamanan untuk Mitra Driver; Tingkatkan Skala Bisnis Penjual dengan TokoCabang; Inisiatif CSR untuk Masyarakat Kolaborasi dengan BenihBaik.com, mendistribusikan paket sembako dari donasi pengguna Tokopedia untuk masyarakat pra-sejahtera; Dukung penanganan COVID-19 agar Kembali Beraktivitas Normal

Advertisement

Implementasi gerakan #BangkitBersama pada tahap awal akan dimulai di Solo, Jabodetabek, Bandung, Medan, Semarang, dan Surabaya. Gerakan ini akan berlanjut ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.

BACA  Rudraksha untuk Kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, peluncuran #BangkitBersama di Surakarta juga diikuti dengan penandatanganan prasasti Kampus UMKM Bersama di GoTo UMKM Center, Solo Technopark antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan GoTo. Prasasti ini menandai komitmen bersama kedua pihak yang berfokus mengangkat lebih banyak UMKM unggulan daerah melalui peningkatan literasi keuangan dan kapasitas usaha agar naik kelas, terus bertumbuh, dan mampu bersaing dengan brand global. Hal ini sejalan dengan semangat OJK dan Pemerintah untuk mencapai keuangan inklusif dan pemberdayaan UMKM. Adanya sinergi dalam program prioritas Kampus UMKM Bersama dan Program #BangkitBersama GoTo diharapkan menjadi salah satu bentuk keberpihakan kepada UMKM lokal dan menjadi jembatan untuk mendukung perluasan ekosistem digital UMKM yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Kampus UMKM Bersama adalah program kolaborasi OJK, pelaku start-up, industri jasa keuangan, dinas/stakeholders terkait, dan PTN/PTS untuk memberikan pelatihan secara end-to-end kepada kelompok UMKM tertentu agar siap naik kelas dan go-global. Guna mempercepat pertumbuhan UMKM pasca pandemi, diperlukan adanya penguatan kapasitas dan kapabilitas UMKM secara end-to-end dalam satu ekosistem terintegrasi berbasis teknologi yang mencakup penguatan kualitas manajemen, kualitas produk, akses pasar dan pembiayaan, kapasitas SDM, dan adaptasi penguasaan teknologi digital. Lokasi pelatihan untuk kolaborasi pertama Kampus UMKM Bersama ini akan berpusat di GoTo UMKM Center, Solo Technopark. GoTo sebagai mitra pertama OJK dalam Program Kampus UMKM Bersama, menargetkan keikutsertaan merchant UMKM dengan produk unggulan daerah, seperti misalnya merchant batik untuk Kampus UMKM Bersama OJK-GoTo di Solo.

BACA  Jelang Lebaran, BRI Siapkan Rp 578 Miliar

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka
mengatakan dengan penanganan pandemi di Solo yang terus membaik, pihaknya mulai memikirkan bagaimana cara pemulihan ekonomi dan upaya mendorong warga bisa melakukan kegiatan ekonomi, khususnya penggerak-penggerak ekonomi seperti UMKM, warung, pasar, dan pedagang setempat. “Dukungan GoTo yang mengajak warga #BangkitBersama khususnya di Solo, sangat kami apresiasi sebagai keberanian kita melakukan upaya percepatan ekonomi. Kami berharap Kampus UMKM Center, Pusat Inkubasi Bisnis, hingga beragam inisiatif teknologi dan pemberdayaan dari GoTo dapat menjadi motor penggerak roda ekonomi Solo,” ungkapnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso menjelaskan Indonesia memiliki penduduk yang banyak yang bisa dikembangkan termasuk literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi. “OJK sadar hal ini maka kami berusaha mengawal bukan membatasi. Kami juga berusaha membawa pemanfaatan teknologi kepada UMKM. UMKM harus bisa kita bimbing, didik dan tuntun untuk memanfaatkan teknologi. Terima kasih kepada GoTo dan ekosistemnya yang merangkul UMKM ke ekosistem digital,” tegasnya. (Ngurah Budi)

Advertisement

Continue Reading

Mozaik

Di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Kinerja Bisnis XL Axiata

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil meraih pertumbuhan kinerja di sepanjang kuartal kedua 2021. Prestasi ini ditandai dengan diraihnya kenaikan total pendapatan sebesar 8% menjadi Rp 6,73 triliun, meningkat dibandingkan kuartal pertama tahun ini (QoQ). Selain itu, EBITDA juga tumbuh 8% QoQ, dengan marjin lebih dari 50%. Pada kuartal kedua ini, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 395 miliar atau naik 23% QoQ, sekaligus memberikan kontribusi pada total laba bersih semester pertama tahun ini sebesar Rp 716 miliar.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 dan kompetisi industri yang penuh tantangan di sepanjang kuartal kedua 2021, secara umum XL Axiata berhasil meningkatkan kinerja bisnis dengan meraih pertumbuhan yang menggembirakan di sejumlah aspek. “Pencapaian positif ini tidak terlepas dari dari keberhasilan penjualan dan kenaikan trafik yang kami raih di sepanjang periode Lebaran lalu. Pada saat yang bersamaan, kami terus fokus melakukan digitalisasi di semua lini bisnis dan Operational Excellence, termasuk menekan biaya untuk mempertahankan tingkat profitabilitas serta meningkatkan efisiensi. Kami juga menawarkan produk-produk yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data analytics untuk melakukan upselling melalui saluran penjualan omni channel yang kami miliki,” ujarnya dalam siaran pers XL Axiata, Kamis (5/8).

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, XL Axiata telah melaksanakan sejumlah inisiatif untuk melindungi karyawan dan kelangsungan usaha. Inisiatif tersebut adalah memvaksinasi 97% lebih karyawan dan lebih dari 70% anggota keluarga karyawan, menyediakan dokter inhouse guna melayani tes Covid-19 bagi lebih dari 8.000 karyawan, dan melanjutkan kebijakan work from home (WFH) yang telah diterapkan sejak Maret 2020. Selanjutnya juga disediakan hotline 24 jam untuk karyawan yang membutuhkan dukungan perusahaan, menerapkan protokol kesehatan harian, menyediakan APD untuk front-liner, menerapkan cara kerja digital aktif untuk semua aktivitas, serta menyelenggarakan Lets Learn Program (LLP) untuk situasi pandemic.

Advertisement

Sejumlah inisiatif juga telah perseroan jalankan untuk mempermudah pelanggan, antara lain adalah memberikan subsidi kuota data bagi mahasiswa untuk mendukung program pemerintah, penyediaan akses gratis ke Hotline 112, 117 & 119, serta meningkatkan kapasitas di 6.000 BTS 4G di sekitar rumah sakit rujukan untuk Covid-19. XL Axiata juga memberikan diskon 15% untuk upgrade plan XL Prioritas hingga 100GB. Selanjutnya perseroan juga memastikan ketersediaan SIM Card di 15.000 kios pulsa/umkm, dan menambahkan saluran penjualan secara digital dan untuk isi ulang.

BACA  Bloomberg Modern Market Forum

Sementara itu, inisiatif untuk masyarakat antara lain berupa penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit guna membantu penyuntikan vaksin bagi lebih dari 60 ribu warga di Jabodetabek. Selain itu perseroan juga menyelenggarakan program sosial lainnya, antara lain berupa donasi smartphone untuk siswa kurang mampu, mendukung pembelajaran virtual bagi siswa kurang mampu di Jawa Barat & Sulawesi Barat, serta donasi untuk masyarakat terdampak bencana alam di berbagai daerah. Juga ada program dukungan bagi kalangan pelaku UKM.

Dian menambahkan, di sepanjang semester 1 2021, perseroan berhasil mengurangi beban operasional sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Penurunan  biaya operasional tersebut terjadi pada  biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya sebesar -22% YoY, terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan trafik layanan legacy (SMS dan voice). Selain itu, biaya tenaga kerja juga turun -6% YoY karena revisi provisi remunerasi. Biaya infrastruktur turun sebesar 13% YoY. Sementara untuk biaya pemasaran meningkat 31% YoY.

Pada sisi jaringan, XL Axiata juga terus melakukan perluasan jaringan data pita lebar ke berbagai pelosok Nusantara, terutama di wilayah luar Jawa. Selain itu, proses fiberisasi juga terus diperluas untuk meningkatkan kualitas layanan data. Hingga akhir semester 1 2021 ini, perseroan berhasil meningkatkan jumlah total BTS menjadi 156.709 unit, atau naik 12 % YoY. Jumlah BTS 4G naik menjadi 65.658, dari 49.744 di periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara untuk area yang terlayani 4G mencapai total 458 kota/kabupaten.

BACA  Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

Dari sisi produk, pada kuartal kedua 2021, perseroan meluncurkan produk baru, salah satunya paket XL SATU Fiber, yang merupakan pionir layanan konvergensi di Indonesia. Produk ini menggabungkan layanan seluler XL dengan layanan fixed broadband XL Home. Sementara itu, upaya digitalisasi untuk meningkatkan penjualan produk-produk XL Axiata juga terus dilakukan, dari mulai untuk mendeteksi kebutuhan setiap pelanggan berdasarkan profil penggunaan layanan, menyediakan tool digital yang memudahkan pelanggan dalam membeli produk, hingga penyediaan promo sesuai profil pelanggan.

Advertisement

Peningkatan kualitas dan jangkauan jaringan XL Axiata, penyediaan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, serta digitalisasi untuk peningkatan penjualan, telah berhasil mendorong meningkatnya trafik penggunaan data. Tercatat, selama semester pertama 2021, total trafik layanan meningkat sebesar 33% YoY menjadi 2.963 Petabyte. Peningkatan trafik ini mendorong meningkatnya pendapatan data. Secara QoQ, pendapatan data di kuartal kedua 2021 meningkat sebesar 9% menjadi Rp 5,90 triliun.  Tumbuhnya pendapatan data tersebut mampu meningkatkan besaran kontribusi terhadap total pendapatan layanan menjadi sebesar 94%.

Meningkatnya kualitas layanan secara umum juga turut berkontribusi pada meningkatnya jumlah pelanggan. Hingga akhir kuartal kedua 2021, tercatat total jumlah pelanggan meningkat menjadi 56,77 juta, dari sebelumnya sebanyak 56,02 juta di kuartal pertama. Untuk ARPU blended juga meningkat dari Rp 35 ribu di kuartal pertama menjadi Rp 37 ribu di kuartal kedua. Sementara untuk tingkat penetrasi smartphone, berhasil meningkat dari 90% di kuartal pertama menjadi 91% di kuartal kedua.

BACA  Jelang Lebaran, BRI Siapkan Rp 578 Miliar

Neraca perusahaan saat ini juga tetap sehat dengan saldo kas yang relatif tinggi. Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 1,91 triliun, kemudian manajemen perseroan juga mampu mempertahankan tingkat kesehatan neraca dengan tingkat utang bersih yang terkelola dengan baik dan stabil. Besar utang bersih meningkat sebesar 19% YoY, menjadi Rp 8,09 triliun. Untuk rasio utang bersih terhadap EBITDA juga masih baik mencapai 0,6x. Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 71% dari pinjaman yang ada saat ini berbunga floating dan pembayarannya dikelola hingga dua tahun ke depan.

Untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, XL Axiata telah membelanjakan capex yang lebih besar. Hingga akhir semester 1 2021, capitalized capex meningkat 22% YoY menjadi Rp 4,57 triliun. (Ngurah Budi)

 

Advertisement

Continue Reading

Mozaik

Kapasitas Testing Covid 19 di Indonesia Dekati Target WHO

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kapasitas testing Covid 19 di Indonesia semakin mendekati target standar yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). November minggu kedua kapasitas testing telah mencapai 82,25% dari target standar WHO.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut, pemerintah masih terus mengejar ketertinggalannya dari pencapaian angka testing (pemeriksaan) Covid-19 sesuai standar WHO. Untuk kapasitas testing per wilayah disesuaikan kepadatan populasinya.

Untuk kapasitas secara nasional, dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 267 juta jiwa, diperlukan testing sebanyak 267.000 orang per minggu. Sejak awal Juni hingga minggu ketiga Oktober 2020, terlihat adanya tren peningkatan testing yang baik. Meski kembali melemah pada dua pekan selanjutnya, namun kembali melesat hingga pekan ini.

“Dan kapasitasnya hampir mendekati target standar WHO berada di 86,25% pada November minggu kedua. Dan kondisi ini menjadi evaluasi bersama khususnya bagi pemerintah daerah terkait kapasitas testing,” ujar Prof Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Advertisement

Setiap daerah harus mengevaluasi untuk memastikan kemampuan testing dilihat dari laboratorium yang ada, kemampuan laboratorium melakukan testing, dan melaporkannya. Karena dari data yang diterima Satgas Penanganan Covid-19, terdapat tren menurunnya kapasitas testing pada hari-hari tertentu, khususnya saat masa liburan.

BACA  Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

“Ini harusnya kita hindari, karena kita sudah cukup lama menghadapi pandemi Covid-19. Kami menyayangkan hal ini terjadi mengingat virus ini tidak mengenal hari libur, maka kita tidak lepas tangan dalam kondisi ini,” lanjut Wiku.

Ia mengimbau pada pemerintah daerah setempat untuk menambah dan memperbaiki mekanisme operasional laboratorium melalui penambahan jumlah shift laboran, dan pemberian insentif yang sepadan dan tentunya koordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu perlu adanya pemeriksaan terkait kesesuaian reagen dengan alat testing yang digunakan.

Dan perlu disadari bahwa tidak mudah mencapai sistem kesehatan yang sempurna di negara yang cukup menantang secara geografis seperti Indonesia. Dimana areanya luas, memiliki ribuan pulau dan dipisahkan banyak perairan. “Akan tetapi, saya tekankan, bahwa kondisi ideal tersebut bukan tidak mungkin terjadi karena pencapaian saat ini sudah 86 persen lebih,” tegasnya. (Diana Runtu)

Advertisement
Continue Reading

Tren