Connect with us

Metropolitan

Jawarah Siap Hadang Hoax

Published

on

Fenomena gencarnya berita atau informasi bohong atau sering disebut  hoax akhir-akhir ini, khususnya pada masa Pilkada DKI Jakarta baru lalu, sungguh meresahkan banyak pihak. Penyebaran berita hoax itu sudah demikian masif dan terlihat terstruktur dan berpotensi memecah belah.

Hoax pada awalnya tidak punya nilai. Tapi ketika kemudian media mainstream ikut memberitakan maka menjadi punya nilai meskipun tidak punya bobot. Inilah yang kemudian terus menggelinding  setiap hari. Kita jadi tidak tahu lagi mana berita benar dan mana berita bohong,” ungkap Budi Dharsono, salah satu dari tim verifikasi Jaringan Wartawan Anti Berita Hoax, di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, dalam acara peluncuran Jaringan Wartawan Anti-Hoax, (28/4), yang dihadiri  oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Ketua Umum PWI  Margiono.

Kondisi yang memprihatinkan ini memunculkan lahirnya ‘Jawah’—Jaringan Wartawan Anti Hoax —yang kemudian berubah namanya menjadi ‘Jawarah’ sebagaimana diusulkan Jusuf Kalla. ‘Jawarah’ adalah semacam aplikasi yang digunakan untuk memverifikasi apakah sebuah berita adalah hoax atau bukan dan kemudian menyebarluaskan melalui media massa nasional maupun daerah. Kehadiran ‘Jawarah’ ini akan mendorong komunitas pers untuk tidak turut menyebarluaskan informasi-informasi yang terindikasi hoax.

‘Jawarah’ adalah himpunan yang terdiri dari unsur wartawan, pemimpin redaksi dan ahli media. ‘Jawarah’ juga melibatkan tokoh-tokoh pemerintahan, pemimpin masyarakat dan kalangan pengusaha sebagai Dewan Penasihat atau Dewan Pakar yang sekaligus bertindak sebagai sumber informasi. Selain verifikasi hoax, ‘Jawarah’ juga akan membantu pemerintah melakukan literasi tentang media sosial, media baru dan hoax kepada berbagai kalangan.

Advertisement

Menurut Margiono, Ketua Umum PWI yang juga penanggungjawab ‘Jawarah’, dalam jaringan ini akan bekerja dua mesin. “Yang satu adalah mesin manual berupa orang-orang yang terdiri dari beberapa pakar dan ahli yang kami anggap memiliki komitmen dan kemampuan melakukan verifikasi terhadap isu-isu yang beredar. Yang kedua adalah mesin,” jelas Margiono.

BACA  Memburu Batik Lawas

Ditambahkannya juga bahwa Indonesia sudah memiliki teknologi untuk menyaring mana berita hoax mana yang bukan. Teknologi tersebut merupakan ciptaan putra bangsa yakni tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bernama ‘Cimol’.

“Tim ini (Cimol) sudah mendapat anugerah pada tingkat Asia Pasifik. Merekalah yang akan bekerja sama dengan kami untuk melakukan verifikasi dan penyaringan informasi,” papar Margiono seraya menambahkan jaringan ‘Jawarah’ selain dibentuk di tingkat pusat juga di daerah-daerah seluruh Indonesia.

“‘Jawarah’ juga dibentuk di daerah dengan pertimbangan bahwa hoax juga menjadi masalah daerah dalam dua pengertian yakni hoax muncul terkait dengan isu-isu daerah, persebaran hoax terkait dengan isu nasional juga terjadi di daerah,” katanya.

WAPRES PUN MENJADI KORBAN

Advertisement

Penyebar berita hoax yang akhir-akhir ini terus menggempur masyarakat agaknya juga tidak mengenal takut, bahkan tak tanggung-tanggung mereka juga berani mencatut nama Wapres Jusuf Kalla demi memenangkan kepercayaan masyarakat.

“Tadi pagi saya disodorkan berita yang menyebut saya mengatakan bahwa “Dari pada kirim bunga—terkait dengan gencarnya masyarakat mengirim bunga ke Balaikota Jakarta untuk Ahok-Djarot (red)— lebih baik untuk anak yatim.  Apa gunanya bunga-bunga yang ada di sepanjang jalan itu”. Kapan saya pernah ngomong begitu, kapan saya pernah menanggapi soal bunga-bunga itu. Saya tidak pernah mengomentari bunga-bunga itu. Saya juga tak pernah bilang soal menertibkan bunga-bunga itu,” ucap Jusuf Kalla yang mengaku terkejut namanya ikut ‘terseret-seret’ dalam berita hoax.

“Saya sungguh terkejut. Saya tidak pernah mengomentari soal bunga-bunga itu. Bagi saya soal bunga (yang dikirim) terserah saja, berapa pun banyaknya terserah. Setidaknya banyak perajin bunga mendapat pekerjaan karena ini,” tambah Kalla.

BACA  Meneropong Indonesia di Tahun Ayam Api

Ditandaskannya bahwa teknologi memang bisa mengubah banyak hal. Di tahun 1966, paparnya jika ingin membaca berita-berita politik yang serba menggelitik atau isu-isu, maka kita membaca stensilan. ‘Bayangkan berapa banyak stensilan dibuat kemudian dikirim ke orang-orang. Kalau kita di Makasar, stensilan baru sampai sekitar satu minggu. Jadi kita (di Makasar) baru membacanya seminggu kemudian. Walaupun dibaca setelah seminggu dan beredarnya pun terbatas pula, tapi hal-hal semacam itu tetap mempengaruhi pikiran,” ujarnya.

Lanjut Kalla, ada banyak negara yang berubah karena hal tersebut. Salah satunya adalah terjadinya Revolusi Iran dimana pesan-pesan atau berita-berita dikirim Khomeini dari Paris (Prancis) lewat kaset-kaset yang kemudian diperbanyak lagi. Begitu juga Revolusi Tiananmen, yang menggunakan faksimile. Faks-faks dikirim dari luar Tiongkok menggerakkan dan mengubah pikiran rakyat Tiongkok.

Advertisement

“Kita juga tahu tentang  ‘Arab Spring’ yang menggunakan media sosial sehingga mengubah seluruh negara-negara Arab.  Nah kita tidak menghendaki hal-hal seperti itu terjadi. Apalagi berita-berita yang disampaikan adalah berita bohong,” kata Wapres yang menyambut baik dibentuknya ‘Jawarah’.  Artinya, ulang Wapres lagi, teknologi telah mengubah banyak hal. Hoax  harus dilawan, dan untuk melawannya harus juga menggunakan teknologi.

BACA  Pulau Sarat Jejak Sejarah

Terkait nama, awalnya singkatan nama Jaringan Wartawan Anti Hoax adalah ‘Jawah’ namun Wapres mengusulkan sebutan ‘Jawarah’ yang menurutnya terkesan lebih heroisme.  “’Jawah’ terdengar asing sedangkan ‘Jawarah’ lebih heroisme. ‘Jawarah’ itu  seperti kata Jawara, ya, yakni siap membela kebenaran. Seperti Si Pitung (Pahlawan Betawi-red), dia kan seorang Jawara. Jawara itu beda a dengan preman. Kalau Jawara lebih positif sedang preman itu negatif. Nah Jaringan Wartawan Anti Hoax saya usul namanya menjadi ‘Jawarah’ ada tambahan huruf ‘h’. Kita perlu heroisme. ‘Jawarah’ berani melawan kezaliman, kejahatan,” papar Kalla panjang lebar.

Tentang gempuran berita-berita hoax di tengah-tengah masyarakat juga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikannya pada peringatan Hari Pers Nasional yang berlangsung di Ambon, Maluku, beberapa waktu lalu. Presiden meminta penyebarluasan berita-berita bohong yang memecah-belah bangsa dihentikan.

Ketika itu Presiden mengatakan bahwa ada ‘trending topic’ atau topik yang paling banyak dikomentari dalam media sosial, tetapi justru itu yang dipakai sebagai bahan berita media massa tanpa verifikasi terlebih dahulu apakah berita itu benar atau tidak. Seharusnya, media mainstream meluruskan yang bengkok-bengkok dan tidak larut dalam pemberitaan yang tidak terverifikasi. (Diana Runtu)

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Ramah Sepeda, Begini Usulan B2W Indonesia

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kota modern dan ramah lingkungan tak hanya tergambar dari tata kotanya, tetapi juga ditunjang oleh sistem transportasinya yang ramah pejalan kaki dan pesepeda.

Penyelenggaraan sistem transportasi di DKI Jakarta dalam empat tahun terakhir sebetulnya bisa dibilang mengalami kemajuan. Yang paling menonjol, tentu saja, adalah pengadaan lajur dan jalur sepeda.

“Tetapi, meski layak diapresiasi, Bike To Work (B2W) Indonesia menilai komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan untuk memastikan keberadaan jaringan jalur sepeda tetap berlanjut masih perlu dikritisi” kata Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Senin (25/10).

Advertisement

Fahmi mengatakan, prasarana bersepeda, yang direncanakan sebagai satu jaringan dengan jarak total 500 km di seluruh Jakarta, adalah wujud dari visi Pemprov DKI Jakarta tentang mobilitas urban, yakni mengalihkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi ke angkutan umum dan moda yang ramah lingkungan/ berkelanjutan–sepeda dan jalan kaki.

Fahmi menjelaskan secara fisik, keberadaan lajur/jalur yang sudah dibangun sepanjang 97,77 km itu sekurang-kurangnya telah mengubah penampakan jalanan yang kebetulan ditetapkan sebagai lokasi dari rute yang akan dilalui pengguna sepeda. Ini pun sudah ikut menyumbang pencapaian Pemprov DKI Jakarta di bidang mobilitas kota yang mendapat Sustainable Transport Award 2021, penghargaan yang pernah diterima antara lain oleh Kota Bogota, Seoul, New York City, Guangzhou, dan San Francisco.

BACA  Pulau Sarat Jejak Sejarah

“Tetapi seperti di kota mana pun di dunia yang punya keinginan serupa dengan Jakarta, jalur sepeda ini hanya satu dari sejumlah langkah yang dibutuhkan bagi sebuah transformasi perilaku, kebiasaan, dan budaya dalam bermobilitas. Prasarana ini tidak serta merta orang mau meninggalkan kenyamanan kendaraan bermotor pribadi untuk bersepeda sehari-hari,” ucapnya.

Ia menilai dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia yang serius untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung mobilitas warganya, Jakarta justru terlihat sudah berpuas diri dengan pembangunan jalur sepeda.

“Pandemi memang menyulitkan pendanaan untuk melanjutkan apa yang telah dikerjakan, tak terkecuali dengan Jakarta. Tapi pandemi pula yang mendorong banyak kota di dunia untuk berubah drastis, dengan tetap menempatkan prioritas bagi warganya, terutama dalam hal mobilitas dan kesejahteraan,” ujar Fahmi.

Advertisement

Menurut Fahmi, diperlukan keberanian dan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong peningkatan penggunaan sepeda sebagai sarana mobilitas warga, selain juga perlunya dukungan dalam bentuk anggaran pembangunan sarana dan prasarana yang memadai.

Saat ini, B2W Indonesia juga mendukung atas lahirnya peraturan yang menjadi pedoman keberadaan prasarana bersepeda, juga fasilitas pendukungnya (termasuk kewajiban bagi gedung perkantoran untuk menyediakan tempat parkir dan kamar mandi/ruang ganti), seperti di Peraturan Gubernur No. 51/2020. Ini regulasi saat keadaan pandemi, Demikian pula dalam Instruksi Gubernur No. 49/2021 yang memasukkan poin lajur/jalur sepeda sebagai salah satu isu prioritas yang harus diselesaikan pada Desember 2022, yakni terbangunnya jaringan jalur sepeda dengan total 298 km, belum lagi ada Instruksi Gubernur nomor 66 tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara, serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1263 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas keputusan Gubernur nomor 1042 tahun 2018 tentang daftar kegiatan strategis daerah yang mencantumkan Pengembangan Sarana dan Prasarana Sepeda.

BACA  Cerita di Balik Penderita Kanker Payudara

Sebagai langkah awal yang bisa mewakili semua upaya tersebut, B2W Indonesia mengusulkan diberlakukannya Fuel-Free Friday, yaitu di setiap hari Jumat pagi (06.00 – 09.00 wib) dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor (sama ketika pembatasan PPKM), jikalau diperlukan untuk di seluruh ruas jalan protokol di Jakarta. Berbeda dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, yang berlangsung setiap Minggu di kawasan terbatas, Fuel-Free Friday mencakup kawasan dan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta diharapkan melaksanakan beberapa hal berikut ini:
merealisasikan pembangunan Bike Lounge yang digagas Jakarta Experience Board;
mengaktifkan lagi dan memperluas Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang lazim disebut car-free day, serta mewujudkan inklusivitas bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan olahraga;merealisasikan salah satu syarat aplikasi penerima Sustainable Transport Award 2021, yakni penyelenggaraan summit atau konferensi akbar tentang Transportasi berkelanjutan (baca: sepeda) yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder).

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat menindaklanjuti semua masukan dan kritikan dari masyarakat demi pengelolaan sistem transportasi Ibukota yang modern dan ramah lingkungan. Dan ini perlu dukungan khalayak luas serta potensi warga DKI Jakarta, termasuk B2W Indonesia yang siap menjadi mitra Pemprov DKI Jakarta. (Ngurah Budi)

Advertisement

Continue Reading

Metropolitan

Habis Vaksinasi Dapat Sembako

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus digenjot. Salah satunya di Global Islamic School (GIS) Condet, Kramatjati, Jakarta Timur. Slot 300 vaksin pada Rabu (28/7) berhasil disuntikkan semua sebelum pukul 14.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi itu dan menyatakan puas. Menurut pengamatannya, proses vaksinasi sangat tertib sejak dari pendaftaran, pendataan, pengecekan kesehatan, hingga penyuntikan vaksin.

“Vaksinasi berlangsung bagus. Kegiatan ini bisa diperpanjang, sepanjang masih banyak yang mendaftar. Mulai besok, kami tidak saja akan menambah vaksin, tapi juga akan kami bagikan sembako berupa beras lima kilogram per orang,” ujar Kombes Mukti, yang didampingi Ketua Yayasan Perguruan GIS, H. Buyar Winarso dan koordinator vaksin H. Wardoyo.

Advertisement

Dalam kesempatan kunjungan tersebut Kombes Mukti mengingatkan kepada para peserta vaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan. “Ajak tetangga, kerabat, dan handai taulan yang belum vaksin. Makin banyak warga masyarakat yang divaksin, makin cepat tercipta herd immunity,” ujar lulusan Akpol 1994 itu.

BACA  Pemerintah akan Beri Bantuan Korban Banjir

Tak lupa Kombes Mukti juga meminta para tokoh masyarakat, utamanya di Condet dan sekitarnya, agar tidak kendor melaksanakan protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker (rangkap), menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan memakai sabun. “Vaksinasi bukan satu-satunya cara memutus mata rantai pandemi. Ada cara lain, yakni disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tambah perwira polisi yang banyak bertugas di bidang reserse itu.

Di tempat terpisah, Eni Kusumawati, koordinator pelaksana Gerai Vaksin Presisi di SMU GIS mengatakan berkat bantuan banyak pihak, vaksinasi berlangsung lancar dan tertib.  Menanggapi penambahan jatah vaksin serta pembagian sembako pada vaksinasi selanjutnya, Eni menyambut antusias. Vaksin yang sedianya berakhir Kamis (29/7), dibuka kemungkinan diperpanjang hari Senin dan Selasa minggu depan.

Sementara itu, Ketua BKOMG, Hj Mira Wardoyo dihubungi secara terpisah mengatakan, terima kasih kepada Polda Metro Jaya yang telah memfasilitasi kegiatan Gerai Vaksin Presisi di SMU GIS Condet. “Mohon maaf jika ada kekurangan di sana-sini. Maklumlah, persiapannya hanya dua hari. Ini mirip legenda Bandung Bondowoso,” ujar Mira.

Ditambahkan, Gerai Vaksin Presisi merupakan bagian dari “Bhakti Kesehatan Bhayangkara untuk Negeri”. “Alhamdulillah, mulai besok ada pembagian sembako bagi yang mengikuti vaksin di SMU GIS. Menurut Kombes Mukti,  bantuan sembako itu merupakan sumbangan institusi TNI-Polri. Semoga makin menambah antusias masyarakat melaksanakan vaksin,” harapnya. (Diana Runtu)

Advertisement

Continue Reading

Metropolitan

PWI Jaya Gelar Bukber

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara buka bersama di hari ke-18 Ramadhan 1442 Hijriyah, Jumat (30/4). Acara yang dihelat di Sekretariat PWI Jaya, lantai 9 Gedung Prasada Sasana Karya, berlangsung meriah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, berada dalam jajaran tamu kehormatan bersama Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch.Bangun. Dari PWI Pusat hadir juga Dar Edi Yoga, wakil bendahara. Terlihat pula Kamsul Hasan, yang memimpin PWI Jaya dua periode, legenda bulu tangkis nasional Icuk Sugiarto dan Roso Daras, dari Satgas Covid-19 BNPB.

Roso Daras menjelaskan tentang diperpanjangnya program ubah laku, kerja sama BNPB dan Dewan Pers. “Program ubah laku dimulai lagi bulan Mei, dan diberlakukan hingga Desember 2021,” ungkapnya.

Advertisement

Bakrie Amanah, lembaga amil kelompok usaha Bakrie,  memberikan dukungannya pada kegiatan PWI Jaya di bulan penuh berkah ini. Mereka mendonasikan Rp 15 juta kepada PWI Jaya, sebagai bentuk kepedulian dari dampak pandemi Covid-19. Edo Hendra, wakil Bakrie Amanah, melakukan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan media.

BACA  BPPT: TMC Berhasil Kurangi Intensitas Hujan hingga 40%

Ketua PWI Jaya,  Sayid Iskandarsyah, memberikan sambutan, disusul Hendry Ch.Bangun. Sementara itu, Icuk Sugiarto membagi kisah perjuangannya ketika merebut gelar di Kejuaraan Dunia Bulu tangkis 1983 di Kopenhagen, Denmark. Icuk kini membesarkan Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC), yang berdiri di atas lahan seluas empat hektar di Cisaat, Sukabumi. Menuju waktu berbuka ada siraman rohani dari ustaz Rommy Syahril, yang juga ketua Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Jaya. (Diana Runtu)

Continue Reading

Tren