Buleleng

Peringati HKBN, Pemkab Buleleng Ajak Masyarakat Tanggap Bencana

Tofografi Kabupaten Buleleng yang nyegara gunung menyebabkan daerah ini rawan bencana alam. Hampir setiap tahunnya, di Buleleng terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir maupun gempa bumi. Di awal tahun 2017, bencana alam tanah longsor dan banjir bandang sempat meluluhlantahkan beberapa titik daerah rawan hingga menelan korban jiwa.

Bencana alam memang tidak dapat dihindari, namun dapat diatasi untuk meminimalisir korban jiwa.  Kenyataannya, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatan menyulitkan Pemkab Buleleng untuk mengatasi bencana alam. Namun Pemkab Buleleng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu menanggulangi bencana alam dengan semangat gotong royong.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.,  saat menjadi Pembina apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2017 di lapangan Seririt Desa Sulanyah Kecamatan Seririt, Rabu (26/4). Apel ini serentak dilakukan diseluruh Indonesia. Pemilihan tanggal 26 April ini bertepatan dengan disahkannya Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 yaitu tentang penanggulangan bencana. Dalam Undang-undang tersebut diamanatkan kepada seluruh pihak baik Pemerintah, Masyarakat, dan dunia usaha untuk bersama-sama bergerak mulai dari pencegahan sampai tahap rehabilitasi atau rekontruksi bencana.

Apel HKBN ini diikuti oleh jajaran TNI, Polri, BPBD, Hansip, Tim Kesehatan dan pelajar. Apel ini dihadiri juga oleh Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna , Pimpinan OPD lingkup Pemkab Buleleng, para Camat se-Kabupaten Buleleng dan Perbekel/lurah se-Kecamatan Seririt.

Kecamatan Seririt merupakan salah satu kecamatan di Buleleng yang pernah diguncang gempa dahsyat pada tahun 1976. Saat itu, gempa berkekuatan dahsyat meluluhlantahkan Seririt dan menelan banyak korban jiwa.  Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang dipilihnya Kecamatan Seririt sebagai tempat berlangsungnya Apel dan simulasi penanggulangan bencana. BMKG sudah memasang sirine atau tanda peringatan dini di lapangan Seririt untuk memberikan isyarat kepada masyarakat jika terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami. Sirine ini akan berbunyi setiap tanggal 26 april pada pukul 10.00 pagi serentak di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Buleleng I Made Subur, S.H., mengatakan, HKBN ini juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya peringatan dini bencana. Menurutnya, selama ini masyarakat kurang tanggap jika ada peringatan dini. “Kebanyakan masyarakat sering menganggap sepele bunyi sirine, maka dari itu kita melakukan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya. Subur juga mengatakan, BPBD sudah memasang berbagai atribut tanggap bencana mulai dari jalur evakuasi dan tempat evakuasi. Subur berharap, masyarakat bisa menumbuhkan budaya sadar bencana. “Masyarakat harus punya budaya sadar bencana, missal mulai dari hal kecil tidak membuang sampah dan alih fungsi lahan sehingga kita bisa mengurangi resiko bencana,” harapnya.

Sementara itu, Wabup Sutjidra mengatakan Pemkab Buleleng akan kebih waspada terhadap bencana. Wabup Sutjidra juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah untuk menanggulangi bencana. “Kita harus bersatupadu untuk mencegah dan menanggulangi bencana di daerah kita ini,” ungkapnya. Ia menambahkan, Pemkab Buleleng akan membentuk tim siaga bencana yang akan ditempatkan disetiap Kecamatan. “Kita akan menempatkan tim disetiap Kecamatan terutama Kecamatan yang rawan bencana seperti Kecamatan Sawan, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Buleleng,” pungkasnya. (Wiwin Meliana).

To Top