Griya

Rumput Penutup Tanah

Jika mendengar kata lapangan, pasti bayangan kita langsung menuju pada sebuah hamparan ruang hijau yang luas, terlebih lapangan golf. Demikian halnya dengan kata taman, tentu juga yang melintas dalam benak kita adalah hamparan hijau dengan beragam tanaman. Dan ketika diamati, tanaman penutup tanah (ground cover)-nya, umumnya adalah rumput.

Bisa jadi, rumput menjadi objek utama lahan hijau yang memberikan keindahan. Sebut saja lapangan sepak bola yang sengaja dibuat bergaris-garis dengan warna hijau rumput yang berbeda. Rumput memberikan nilai estetika pada sebuah taman. Keindahan sebuah taman akan terwakilkan oleh hamparan rumput hijau yang indah  menutupi tanah atau taman. Tentunya semua setuju jika hamparan rumput hijau yang rapi akan membuat mata kita sejuk, lingkungan menjadi segar dan asri. Bahkan taman/lahan rumah yang ditutupi rumput ini relatif aman untuk tempat bersantai keluarga atau tempat bermain anak.

Mungkin tak banyak juga yang tahu, di balik kesejukan itu, keberadaan rumput juga berfungsi untuk terjaminnya proses serapan air bagi tanah sehingga kelembaban tanah selalu terjaga. Hal ini juga bisa menurunkan suhu yang tinggi di lingkungan taman rumah.

RUMPUT JEPANG

Salah satu jenis rumput yang banyak dipakai sebagai ground cover adalah rumput Jepang.  Menurut Nansa, anak pemilik Stan Bunga Langgeng Jaya 3, ada dua jenis rumput Jepang, yakni rumput Jepang mini dan rumput Jepang besar. Namun dikatakannya rumput Jepang besar sekarang ini sudah jarang ada.

Ia yang saat itu sedang sibuk mencabuti tanaman-tanaman liar yang tumbuh di antara  rerumputannya itu menuturkan sampai saat ini penjualan rumput Jepang masih lumayan. “Kalau untuk proyek, pembeli bisa mengambil sampai 300 meter2 sementara untuk perorangan   paling banyak membeli  hingga 10 meter2,” ujarnya.

Menanam rumput Jepang dituturkannya tidak susah. Ada beberapa tahap yang bisa dilakukan. Pertama, lahan/tanah yang akan ditanamai digemburkan terlebih dahulu. Jika tanah kering, siramkam air agar mudah dicangkuli. Kedua, ratakan tanah. Ketiga, tanam rumput tersebut. Umumnya, rumput yang dibeli adalah dalam bentuk bongkahan. Sepihlah bongkahan tersebut dan tanam pada lahan dengan memberi jarak kurang lebih 5 cm dengan jarak rumput lainnya. Sebaiknya waktu penanaman rumput pada sore hari karena sinar matahari sedang meredup dan bisa dilanjutkan hingga malam hari dengan pertimbangan supaya rumput bisa beradaptasi dengan peralihan udara dari sore ke malam. Tidak seperti dari pagi ke siang hari yang masa peralihannya pendek dengan teriknya sinar matahari yang membuat rumput mudah layu karena terbakar.

Keempat, rumput disiram, kemudian dipadatkan. “Bisa juga ditaburkan tanah lagi biar tumbuhnya lebih cepat,” ujar Nanda. Setelah ditanam, rumput harus disiram dua kali sehari. Seminggu setelah ditanam, berikan pupuk merata. Setelah pemupukan, boleh menyiram rumput sekali sehari, namun harus banyak air hingga air menggenang. Mencabuti tanaman liar bisa dilakukan 2 minggu sekali. “Tanaman liar ini ada yang bisa langsung dicabut memakai tangan, ada juga yang harus memakai alat pencabut supaya bisa tercabut hingga ke akarnya, seperti rumput teki (salah satu jenis rumput liar). Jika tidak dicabut, hamparan rumput Jepang kurang indah,” ucapnya. (Inten Indrawati)

To Top