Pelesir

Air Terjun Cinta, Objek Wisata dengan Konsep Alami

Tidak hanya pantai, pesona Bali Utara juga menawarkan berbagai keindahan bagi para pecinta alam. Salah satunya keindahan air terjun yang wajib dikunjungi ketika melancong ke Buleleng. Jika pada umumnya air terjun dikunjungi untuk menikmati keindahannya, namun beda halnya dengan air terjun cinta. Destinasi wisata air terjun alami yang letaknya di kawasan Banjar Adat Asah Panji Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada Buleleng ini memang dikelola secara apik oleh kelompok masyarakat setempat dengan memanfaatkan lahan produktif kopi arabika.

Air terjun yang lokasinya tidak jauh dari wisata selfie Hiden Hill Desa Wanagiri ini berada di areal kebun kopi milik salah seorang warga. Bagi anda pecinta foto selfie sepertinya wajib datang ke air terjun Cinta, sebab pengunjung ditawarkan spot foto menarik dan unik berbentuk sarang burung raksasa dan anjungan berupa kupu – kupu serta dek berbentuk jantung. Disebut air terjun cinta karena pertemuan antara terjunan air dari sisi kanan dan kiri hingga membentuk jantung. Didukung dengan akses jalan yang mudah dilalui untuk menuju lokasi wisata ini, cukup menarik perhatian pengunjung baik wisatawan domestik hingga mancanegara tidak terkecuali masyarakat Buleleng yang didominasi para remaja.

Koordinator Objek Wisata Air Terjun Cinta I Ketut Ardika Yasa, A.Md. Kom., mengatakan ide untuk menata air terjun muncul dari tingkat kunjungan objek wisata Hiden Hill yang telah berjalan satu setengah tahun. Menurutnya, objek yang juga dikelola oleh pihaknya mendapat respon yang sangat luar biasa oleh masyarakat sehingga pihaknya ingin mengembangkan potensi yang ada. “Merupakan pengembangan dari objek wisata Wanagiri Hiden Hill di Desa Wanagiri yang juga dikelola olehnya bersama dengan kelompok yang sudah lebih dulu terkenal dari 2016 dan sudah ramai dikunjungi,” jelasnya.

Pria yang akan disapa Dika ini mengaku, jika dalam mengembangkan objek wisata tersebut mengedepankan konsep alami dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar. Untuk membuat sarang burung raksasa, ia menggunakan akar pohon kopi dan bambu berukuran kecil, dan besi penyangga untuk menjaga keamanan. “Intinya kami ingin mengembangkan objek wisata ini tanpa harus merusak lingkungan sekitar,” imbuhnya. Objek wisata yang baru diperkenalkan dari satu bulan lalu ini dibuka mulai pukul 07.00 hingga 19.00 wita. Dengan tiket masuk Rp 15.000 per orang masyarakat atau wisatawan yang berkunjung sudah bisa menikmati sejumlah wahana di areal tersebut. Bahkan pengunjung juga ditawarkan jasa foto oleh seorang fotografer handal yang melayani cetak langsung jadi dengan bingkai.

Ardika Yasa mengungkapkan kedepan pihaknya akan menata lebih lanjut untuk kenyamanan pengunjung baik infrastuktur jalan menuju air terjun dan perawatan properti yang menjadi incaran pengunjung. “Sudah kami siapkan petugas yang melakukan perawatan terhadap fasilitas yang ada, dan kami juga selalu menghimbau para pengunjung lewat sebuah tulisan agar tidak berpose ekstrim yang membahayakan diri,” tandasnya.

Sementara itu menurit Putu Dwi Lestari Negari salah seorang pengunjung dari Banjar Jawa Buleleng ini mengatakan, sengaja memilih berlibur ke sana karena tidak ingin ketinggalan wisata kekinian yang sedang hits di media sosial. “Jadi saya ke sini karena penasaran berkunjung ke air terjun cinta dan juga selain air terjun cinta ada juga yang namanya di sebut sarang burung lumayanlah naik diatas bikin spot jantung,” ungkapnya. –Wiwin Meliana

 

To Top