Buleleng

Tutupi Biaya Operasional, Tarif Air Minum Naik 10 %

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Buleleng, Bali selalu berupaya untuk memberikan pelayanan air minum secara kontinyu terhadap masyarakat. Guna meningkatkan kualitas pelayanan, tentu harus didukung dengan pemeliharaan mesin yang sangat berkaitan dengan biaya operasional. Besar kecilnya biaya operasional dan pemeliharaan sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber daya air yang ada, sumber daya manusia yang dimiliki, sistem penyediaan air minum yang diterapkan serta kemampuan dana atau permodalan PDAM.

Menurut Direktur Utama PDAM Buleleng, Made Lestariana menyatakan untuk menutupi biaya operasional tersebut,  harga tarif dasar air di daerah mengalami kenaikan sebesar 10 persen awal Mei mendatang. Kata dia, selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kenaikan tarif air ini juga bertujuan untuk menutupi kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan yang diakibatkan oleh kenaikan harga barang-barang atau material, kenaikan ongkos kerja, dalam rangka pengembangan investasi produksi kerja, serta perluasan jaringan pipa guna penigkatan cakupan pelayanan. “Kenaikan tarif dasar air minum naik mulai 1 Mei 2017 mendatang. Saya harapkan masyarakat mengetahuinya,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh pihaknya, kenaikan tarif air di Buleleng tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten di Bali. Hal tersebut dikarenakan Buleleng menggunakan sumber dan mata air langsung. Meskipun beberapa waktu lalu sempat dilanda bencana namun tidak mempengaruhi pelayanan air bersih. Klasifikasi pelanggan rumah tangga hanya naik menjadi Rp. 1.940 dari sebelumnya Rp. 1.760.

Dikatakan pula, dalam penerapan di lapangan, PDAM Buleleng menerapkan sistem subdisi silang yang bertujuan agar pelanggan yang mampu mensubsidi pelanggan yang kurang mampu, dan program tarif progresif yang bertujuan agar pelanggan menggunakan air secara efektif dan efisien. Tentunya menyesuaikan sesuai dengan kemampuan masyarakat.”Mulai tanggal 1 Mei 2017 kami akan menyesuaikan tariff air minum atau biaya abonemen tetap sesuai klasifikasi pelanggan dan tingkat pemakain air,”jelasnya.

Untuk diketahui, kenaikan tariff air mengacu pada peraturan Bupati Buleleng Nomor 45 tahun 2014 tentang Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Buleleng dan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 68 Tahun 2016 tentang Pengesahan Anggaran Perusahaan Air Minum Tahun 2017.  –Wiwin Meliana

To Top