Edukasi

Wisata Edukasi ke Museum

Pada waktu liburan sekolah, orangtua bisa mengajak anak-anaknya mengisi liburan dengan berekreasi ke berbagai tempat wisata, Ada berbagai pilihan tempat wisata khususnya di Bali. Tetapi jika orangtua ingin mengajak anak-anaknya berlibur ke Bandung dan ingin memberikan  pengalaman wisata edukasi ke museum, berikut adalah dua pilihan diantara banyak museum yang ada di Bandung. Museum Geologi dan Museum Pos.

Museum Geologi terletak di Jalan Diponegoro Bandung, tidak jauh letaknya dengan Gedung Sate, sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa barat. Di museum ini kita bisa mendapatkan informasi berbagai hal yang berkaitan dengan bumi, bagaimana bumi terbentuk pertama kali, batuan, mineral yang terkandung di dalamnya, eksplorasi minyak bumi, makhluk yang ada di bumi, khususnya manusia dan binatang purba yang pernah hidup  di Indonesia, dengan kita melihat secara langsung kerangkanya.

Museum ini buka pada hari kerja, dengan tiket masuk yang murah dan terjangkau bagi siswa, museum ini sering dijadikan tujuan wisata edukasi oleh sekolah-sekolah dari tingkat TK sampai universitas. Juga sering dikunjungi oleh wisatawan atau peneliti kebumian dari seluruh Indonesia dan mancanegara.

Museum ini mengoleksi segala hal tentang kebumian, dari seluruh Indonesia. Bangunan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, membawa kita pada suasana masa lalu yang mengagumkan.

MUSEUM POS

Museum Pos terletak di bagian timur Gedung Sate, tidak jauh dari museum Geologi. Memasuki museum ini pengunjung tidak dikenakan biaya. Bahkan bila persediaan masih ada pengunjung khususnya siswa mendapat kenang-kenangan berupa buku atau stiker bergambar Museum Pos ini.  Suasana museum yang berada di lantai bawah gedung sate ini membawa kita ke masa lalu, yaitu masa ketika surat menjadi alat komunikasi penting.

Orangtua yang membawa anak-anaknya ke museum ini, bisa jadi mengenang masa lalu karena surat  masih menjadi bagian dari kehidupan orang tua yang berumur 30-40 tahun ke atas. Sementara untuk orang yang  lahir mulai tahun 1990-an sedikit mengenal tentang surat-menyurat melalui pos. Anak-anak sekarang lebih mengenal surat elektronik (e-mail) yang bisa sampai ke tujuan hanya dalam hitungan detik.

Di bagian awal museum ada diorama/patung orang dan tukang pos. Di bagian dalam ada foto-foto dan koleksi perangko yang pernah diterbitkan di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, penjajajahan Jepang sampai pada masa kemerdekaan Indonesia.

Seperti juga museum Geologi, museum Pos sering dikunjungi oleh siswa yang diantar oleh gurunya untuk mendapatkan informasi tentang alat komunikasi surat khususnya di Indonesia . Di Museum Pos ini digambarkan bahwa surat merupakan salah satu alat komunikasi dan perjuangan merebut kembali kemerdekaan Indonesia.

Dengan mengunjungi kedua museum dan juga museum lain dan tempat wisata edukasi lainnya, kita sebagai orangtua berharap anak-anak mendapatkan informasi dan juga menambah kecintaannya pada negeri tercinta Indonesia. (Elly Roati)

To Top