Sosialita

Desak Made Umbari: Emansipasi itu Perempuan Kreatif dan Inovatif

Di era modern ini, perempuan juga harus mampu berkiprah di semua lini kehidupan. Perempuan harus maju menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka. Sesuai dengan  cita-cita RA Kartini, tentang emansipasi perempuan.

Desak Made Umbari, mengaku awalnya jengah.  “Saya hanya tamatan SMA. Tapi saya punya mimpi besar,” ujar perempuan kelahiran 15 Desember 1974 ini.

Walaupun, suaminya AA Ketut Adi Arnata, sudah mampu membiaya kehidupan keluarga, ia merasa mempunyai potensi yang harus ia kembangkan. Baginya, emansipasi itu perempuan yang kreatif dan inovatif.  Dalam satu kesempatan, ia mengobrol dengan kakak sepupunya,  Dewa Nyoman Budiasa tentang satu mimpi besarnya mempunyai sekolah.  Walaupun, ia mengaku, tak yakin bisa mewujudkan mimpinya itu, ternyata, satu peluang ia dapatkan, ketika ia bertemu seorang teman baik yang bernama  Dewa Nyoman Wirasana.  “Saya punya mimpi dan ambisi, dan Pak Dewa punya imu sehingga akhirnya, mimpi saya bisa terwujud,” kata  putri pasangan Dewa Putu Nata dan Desak Putu Arini ini.

Berbekal ilmu yang dimiliki Dewa Nyoman Wirasana yang mengetahui banyak seluk beluk urusan airlines, kolaborasi mereka berdua, berhasil mewujudkan mimpi Desak yang awalnya dianggap tak mungkin.

Sebagai hadiah di hari ulangtahunnya 15 Desember 2016, Desak Umbari bersyukur mampu merealisasikan impiannya. Satu sekolah yang diberi nama International Transportation Success Management (ITSM)  di Jalan Pendidikan Blok Graha Wisata Nomor 2 D, Sidakarya berdiri dengan megah.  Ia merasa bangga karena ITSM sudah memiliki gedung sendiri. Walaupun ia  mengaku, membangunnya dengan menyicil, tapi Desak Umbari merasa bangga. Walaupun baru setahun, mahasiswanya saat training  sudah diterima bekerja di bandara.  Kebanggaannya itu menjawab,  pesimis orang-orang yang meremehkannya hanya karena tamat SMA. Namun, Desak Umbari yakin, pendidikan hanyalah salah satu jalan untuk mewujudkan kesuksesan, karena harus dibarengi juga dengan  kegigihan, kedisiplinan, kerja keras, dan pantang menyerah.  Di tengah keuletannya meraih impian, ternyata dorongan sang suami luar biasa memberikan kepercayaan. Desak menuturkan, walaupun ia sibuk mewujudkan mimpinya, ia tetaplah seorang istri dan ibu rumahtangga. Bahkan, kata dia, ia rutin memasak setiap pagi menyiapkan keperluan suami dan anak-anaknya sebelum ia disibukkan beraktivitas.

Desak Umbari mengatakan,  ia merasa jengah ingin mendirikan sekolah karena melihat banyak anak yang mempunyai otak yang cerdas tapi tidak mampu meneruskan pendidikannya. Karena itu, ia juga berencana, memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu.  Ia mengatakan, di otaknya penuh dengan impian. Bahkan, setelah ITSM terwujud, ada lagi harapannya ke depan. Bersama Dewa Nyoman Wirasana, ia ingin membuka SMK penerbangan.

“Di tahun ini kami fokus di ITSM. Untuk SMK Wisata Cakra Dirgantara masih proses mengurus izin dsbnya. Semoga tahun depan bisa terwujud. Setelah itu ada, gedung akan kami tingkatkan,” kata Desak Umbari.

Satu mimpi besar lagi, kata dia akan diwujudkan tiga tahun ke depan yakni membuat pasraman. “Pasraman ini terinspirasi dari pondok pesantren. Namun, pasraman ini,  lebih ke arah kebangsaan yang ber-Bineka Tunggal Ika.  Dengan Lahan 3 hektar akan dibuka mulai SMP, SM/ SMK,  dan PT,” ujar ibunda dari AA Amanda Yogi Rinata, AA Ayunda Deva Rinata, AA Bagus Krisna Dinata, dan AA Rama Kusuma Dinata ini.

Menurut Dewa Nyoman Wirasana, ia  salut dengan Desak Umbari,  karena dengan jiwa sosial dan  kesantunan, mempunyai mimpi yang luar biasa. “Kami focus di dunia pendidikan karena ingin mencetak kader generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme dan juga memiliki keterampilan yang profesional di bidangnya.

 

Sekilas  ITSM

Dewa Nyoman Wirasana menambahkan,  International Transportation Success Management mempunyai satu program unggulan untuk satu tahun yang bernama manajemen transportasi. Dalam program ini, akan diberikan berbagai keterampilan yang mewakili transportasi darat, laut, dan udara. “Untuk darat travel agent, udara pramugari dan groundhandling, dan di laut kapal pesiar. Harapan kami, lulusan siswa kami sudah mendapatkan tiga kail, dan menjadi lulusan yang profesional dan mampu bersaing di era MEA,” ujar Dewa Nyoman Wirasana.

Selain program Manajemen Transportasi, ada juga, short class untuk airport handling pelayanan penumpang dan bagasi. Program ini  sekitar 4 bulan sudah termasuk training.  Program lain, ada juga, basic avsec (aviation security),  satu atau dua bulan  untuk tenaga airlines dan bandar udara.

Program lainnya,  kepedulian keamanan, security awareness. Program ini hanya 4 jam, diperuntukkan untuk mencari pas bandara, yang  wajib ikut kepedulian keamanan. Saat ini, kata Desak Umbari, ITSM sudah bekerja sama dengan Universitas Dwijendra Denpasar. –ast

 

 

To Top