Buleleng

Nyakan Diwang Tradisi Usai Nyepi

Buleleng memiliki berbagai jenis tradisi yang sangat unik yang hanya bisa dijumpai pada momen-momen tertentu saja. Salah satunya, suasana Ngembak Geni, serangkaian Hari Raya Nyepi di sejumlah desa di Kecamatan Banjar nampak berbeda dengan desa di kecamatan lain.

Ada sebuah tradisi turun-temurun yang diselenggarakan krama yakni tradisi  masak di jalan atau yang lebih dikenal dengan Nyakan Diwang. Tradisi yang sudah berusia ratusan tahun itu masih tetap ajeg di jaga sampai saat ini. Nyakan Diwang merupakan aktifitas menanak nasi hingga memasak di luar rumah tepatnya di pinggir-pinggir jalan di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng. Konon, tradisi ini dilakukan sebagai bentuk pembersihan rumah terutama penyepian dapur setiap keluarga yang ada di Desa Banjar.

Salah seorang warga Banjar Dinas Gesing II Desa Gesing Kecamatan Banjar,  Ketut Arta Dana mengatakan,  tradisi Nyakan Diwang ini sudah dipersiapkan dari dua hari sebelum Ngembak Geni atau pada hari Pengrupukan. Saat Nyipeng berakhir pukul 24.00 Wita, sekitar pukul 02.00 dini hari, warga mulai sibuk memasak di tungku luar rumah atau yang sering disebut diwang. Hal ini dilakukan secara serempak seluruh masyarakat. Anak-anak pun tak ingin melewatkan momen unik yang rutin berlangsung setiap tahun ini. “Mengingat nyakan diwang dimulai dari jam dua dini hari jadi kami persiapkan saat pengrupukan,”ungkapnya.

 

Dikatakannya, meski tidak adanya pantangan atau sanksi bagi yang tidak melaksanakan namun tradisi nyakan diwang itu kembali dari kesadaran krama setempat bahkan masyarakat percaya krama setempat merasa ada beban secara niskala bila tidak ikut melaksanakan upacara itu. “Setiap warga walaupun tinggalnya di pelosok dan jauh dari jalan raya, akan tetapi mereka tetap melaksanakannya karena bagi mereka hari raya Nyepi tidak akan lengkap jika tidak menjalankan tradisi yang sudah ada,”jelasnya.

Sama halnya di Desa Banjar dan Desa Dencarik  Kecamatan Banjar, sejak dini hari masyarakat mulai melaksanakan tradisi nyakan diwang dengan sarana seperti kayu bakar, segala aktifitas memasak yang biasanya dilaksanakan di dapur kini dilaksanakan di luar pekarangan rumah khusus di hari Ngembak Geni.  Saat ada anggota keluarga yang menanak nasi, anggota keluarga yang lain membentangkan tikar dan duduk-duduk di atas bentangan tikar itu sambil saling mengunjungi tetangga untuk bersilahturami saling menyapa dan sekadar berbasa-basi menanyakan jenis masakannya yang dibuat tetangga

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Gesing Mangku Made Suaya Menambahakan, tradisi Nyakan Diwang merupakan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun menurun. Ke depan pihaknya akan terus mempertahankan tradisi yang dirasa sangat berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan. “Ini merupakan warisan yang telah turun temurun dan kami akan terus lestarikan,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

To Top