Kreasi

Boneka Berkualitas dan Unik dari Rumah Boneka

Berkembangnya usaha boneka yang dijalaninya sejak belasan tahun silam dengan label Rumah Boneka atau Rb Creativ Bali, sepertinya memang telah menjadi salah satu langkah kehidupan bagi perempuan energik bernama Anak Agung Sagung Inten, .SE.,CHT., MNNLP., yang memiliki talenta seni dan terampil menjahit ini.

Ia memulai berkenalan dengan dunia boneka, sekitar tahun 2004 tanpa direncanakan. Ketika itu ia ditawari oleh sang ayah, Anak Agung Ngurah Oka, yang seorang seniman keramik Bali, untuk membuatkan boneka atas pesanan rekanan sang ayah. Sagung Intan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, apalagi kain serta contoh yang akan diproduksi sudah pula disiapkan oleh pemesan.

Kini di workshopnya yang sekaligus menjadi Gerai Koleksi Bonekanya di kawasan Jalan Kebo Iwa Utara. Pertokoan Kembar Artha, ia masih terus memproduksi 10 jenis boneka, masing –masing dibuat mulai 50 pcs sampai dengan 200 pcs per minggu atau dua mingguan khusus untuk perusahaan tersebut.

Menurut Sagung Inten, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Byang Mangku Hipno ini, diawal produksi bonekanya hingga tiga tahun berturut-turut ia hanya mengerjakan model atau jenis boneka sesuai pesanan perusahaan yang hingga kini menjadi pelanggan tetapnya itu. Di tahun keempat akhirnya, Rumah Boneka memproduksi sendiri boneka-bonekanya dengan label Rb Bali. “Dalam kurun  waktu satu bulan, kami membuat 3 sampai 5 sampel boneka. Bonekanya berbentuk kura-kura, bebek, kodok, gajah, dan keledai, yang  menjadi boneka pertama produksi kami,” kata istri dari Guru Mangku Hipno ini.

Hingga kini setelah Rumah Boneka berusia 13 tahun, lebih dari ratusan jenis  boneka yang telah diproduksi, dengan tenaga kerja 15 s,d 25 orang. Selain tenaga ahli, Byang Mangku juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga agar dapat memanfaatkan waktunya secara positif, produktif dan menghasilkan .

Dikatakannya Rumah Boneka memberikan kesempatan kepada para ibu rumah tangga ini untuk mengerjakan proses produksi dari menjahit sampai dengan finishing-nya. Mereka bisa mengerjakan proses mana yang bisa dikerjakan. Sedangkan untuk bahan baku dipilihnya kain batik printing Bali serta endek Bali serta memanfaatkan kain perca yang sebelumnya tidak berguna, kini digarap menjadi boneka yang memiliki nilai jual.

Untuk penjualannya, Byang Mangku menyebutkan, diantaranya dijalankan melalui kerjasama dengan beberapa garmen. Selain itu bonekanya juga tersedia di daerah Ubud, Sanur, Kuta, Jimbaran , Ayana Resort and Spa, dan beberapa tempat lainnya. Yang menarik adalah boneka produksi Rumah Boneka berhasil menjadi merchandise beberapa hotel di luar Bali hingga luar negeri. Disamping itu, ia juga sering kedatangan pembeli dari Karibian , Australia,  Jepang , AS, dan Italia. (Sri Ardhini)

 

Boneka yang Disukai Semua Umur

Jika selama ini boneka lebih identik dengan kesukaan serta mainan untuk anak-anak, tidak demikian dengan boneka koleksi Rumah Boneka. Buatan Rumah Boneka ini bukan hanya disukai anak-anak namun juga orangtua dan kalangan remaja atau anak muda. Hal ini karena boneka ini, dihargai sebagai karya seni, unik  dan sangat spesial, baik dari bahan, teknik pengerjaannya termasuk finishing-nya.

Begitu juga dengan proses produksi setiap boneka selain memerlukan waktu pengerjaan yang berbeda juga memiliki tingkat kesulitan tersendiri. “Semua jenis boneka termasuk pemasangan mata dan yang lainnya dikerjakan dengan tangan serta pilihan bahannya pun aman bagi anak karena tidak ada plastik dan tidak menyimpan debu. Isi bagian dalamnya adalah dakron kualitas ekspor

Begitu juga dengan kualitas menyeluruh yang selalu menjadi prioritas, dan hasilnya adalah boneka yang istimewa dan diburu berbagai kalangan ,” ujarnya.

Selanjutnya dengan pengalaman yang dimiliki selama belasan tahun, menjadikan  semua kesulitan yang ada dapat diatasi dengan teknik tertentu. “Untuk boneka yang paling sederhana biasa digarap dalam 15 menit, mulai  pemotongan, dijahit, diisi hingga terakhir dijelujur,” ungkap Byang Mangku sembari mengatakan kalau menjelang momen tertentu bonekanya  ramai dibeli untuk hadiah atau kado yang unik dan spesial .

Ditanya soal suka dukanya berbisnis boneka yang memang memerlukan  sentuhan seni ini, Byang Mangku menyatakan akan bersuka cita ketika hasil karyanya  dihargai dan bermanfaat dan memiliki nilai seni berbahan lokal. Disamping dapat memberi manfaat sekaligus  membantu memberi penghasilan tambahan bagi para iburumah tangga. “Hal ini merupakan dukungan dan suntikan semangat untuk terus dan tetap berkarya dan berkreativitas di Rumah Boneka,” ujarnya tersenyum.

Mengenai dukanya, diakuinya masih ada kesulitan memperoleh tenaga ahli, terutama untuk menjahit dan pembuatan pola. “Selain itui  meski bukan merupakan hambatan, tapi bahan dasar  seperti silk, dan rayon terkadang menjadi perhatian khusus sebab  pada kain tersebut harus dilakukan pelapisan dan memerlukan waktu serta kehati-hatian dalam prosesnya,” jelasnya lebih lanjut.

Bicara harapan terhadap usahanya ini, Byang Mangku Hipno mengatakan ingin nantinya  Rumah Boneka memiliki produk yang eksklusif, pemasarannya bisa lebih baik, selalu ada peningkatan penjualan dalam setiap tahunnya serta dapat bertahan dalam dunia bisnis boneka .  (Sri Ardhini)

To Top