Bunda & Ananda

Parade Ogoh-ogoh di SD Pelangi Dharma Nusantara

Parade Ogoh-ogoh SD Pelangi Dharma Nusantara (PDN)

I Wayan Suaba, MBA

Dalam rangka memperingati Hari Rara Nyepi, SD Pelangi Dharma Nusantara (PDN) menggelar parade ogoh-ogoh yang dipentaskan di lapangan sekolah setempat, Jumat (24/3).

Ketua Yayasan Pelangi Dharma Negara, Drs. I Wayan Suaba, MBA. yang menghadiri acara tersebut sekaligus bertindak sebagai salah satu juri, mengatakan sangat bangga atas kreativitas anak-anak yang dipandu para guru dan tak terlepas dari orangtua murid yang ikut men-support anak-anaknya berbuat sebaik-baiknya.

“Saya melihat kesungguhan anak-anak, dari 6 tim ogoh-ogoh, kami tim juri kesulitan menilai karena semuanya bagus. Bahan bakunya ramah lingkungan (natural), tema yang diusung sesuai dengan apa yang dinarasikan dan apa yang ditarikan, dan mereka kompak,” ujarnya.

Yayasan Pelangi Dharma Negara (PDN) menaungi TK, SD, SMP (satu atap). Pelangi, memiliki warna-warna yang berbeda tetapi menjadi indah. Demikian pula semangat sekolah ini, yang tidak membeda-bedakan anak bangsa baik dari suku, agama dan lainnya, untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Terbukti pada parade ogoh-ogoh tersebut, tak hanya diikuti siswa Hindu, tapi juga siswa beragama lain turut semangat meramaikan. Wayan Suaba mengatakan, ke depannya, sekolah yang baru memasuki tahun keenam ini tidak menutup kemungkinan akan juga mengadakan perayaan bersama untuk hari besar agama lainnya. “Ini komitmen kami, bahwa Pelangi itu menjadikan kita indah,” cetus Wayan Suaba.

Salah seorang perwakilan wali kelas SD yang tampak paling energik ini menuturkan, selama pembuatan ogoh-ogoh tersebut ia terus memantau dengan datang langsung ke tempat anak-anak didiknya membuat ogoh-ogoh. Khusus untuk karya ogoh-ogoh kelas yang dipimpinnya itu, bahan bakunya memanfaatkan barang bekas, seperti koran dan botol-botol plastik air mineral. Semua anak turut terlibat hingga dukungan para orangtua siswa. Dengan kekompakan mereka, tim ogoh-pgoh kelas VA ini pun berhasil menggondol Juara 1. (Inten Indrawati)

 

Wadahi Kreativitas Anak lewat Ogoh-ogoh

Membuat ogoh-ogoh yang kemudian diparadekan bahkan dilengkapi dengan tarian dan musik/gamelan menjadi salah satu bentuk kreativitas siswa, selain turut melestarikan budaya Bali dan mengenalkannya sejak dini. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud RI Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. didampingi Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PAUD Enah Suminah saat melakukan kunjungan ke TK Alit Kirana Denpasar beberapa waktu lalu.

Kedatangan rombongan dari Kemendikbud tersebut disambut anak-anak TK dan diterima oleh Ketua Yayasan Dharma Naradha, Kepala Sekolah dan para guru tersebut, berkesempatan memantau aktivitas anak-anak di kelas.

Ia menilai anak-anak cukup ceria dan dinamis bahkan pandai menari. Ella Yulaelawati juga mengapresiasi PAUD di Bali termasuk TK Alit Kirana yang melatih anak-anak sejak dini menari Bali. “Ini awal yang cukup baik sebagai potensi dan investasi terhadap perkembangan anak sejak dini. Dalam hal ini motorik halus, mental dan menggunakan semua indera, intelegensia, keseluruhannya,” ujarnya kagum. Karena itu, ia mengasumsikan bahwa anak PAUD di Bali lebih bisa menari daripada jutaan anak PAUD lain, dan itu bukanlah hal sederhana.

“Selamat sudah tidak menyia-nyiakan usia perkembangan anak. Dan, sudah sangat baik menumbuhkembangkan potensi di usia perkembangan emas, dan itu harus ditiru PAUD-PAUD lain,” imbuhnya lagi. (Inten Indrawati)

To Top