Indonesia

Coklat Custom Ritama Makin Lucu makin Menarik

Menjadi enterpeneur kini bukan hal yang asing bagi kalangan pemuda. Saat ini, banyak remaja yang mulai melakukan berbagai macam usaha, dimana mereka berpikir wirausaha bisa menghasilkan lebih banyak uang daripada bekerja kantoran.

Bisnis coklat ternyata memang semanis rasanya. Siapa yang tak suka coklat ? hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua pasti suka. Hal itu tentu akan menjadi peluang yang menguntungkan untuk berbisnis. Apalagi, mendirikan usaha coklat tak memerlukan modal awal yang besar.

Rima Lacida memilih coklat sebagai bentuk usahanya. Dalam menjalankan bisnis coklat ini, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya, keterampilan berkomunikasi sangat dianjurkan untuk bisa menawarkan produk ke konsumen. “Suplai harus ke semua cabang dan harus rutin update,” ujarnya.

Meski begitu, penjualan bisa dilakukan dengan sistem konsinyasi atau beli putus. Keduanya, perlu melakukan variasi dengan menghadirkan berbagai bentuk-bentuk unik. Semakin lucu bentuknya pasti akan menarik pelanggan untuk membeli coklat custom, terutama anak-anak. Nama ‘Ritama’ sengaja digunakan sebagai brand dari produknya. Ritama diambil dari gabungan nama adiknya.

Coklat Custom Ritama berdiri sejak 2014, untuk memulai bisnis coklat ini, tak memerlukan modal yang besar. Dana awal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku coklat. “Kejelian mencari bahan baku berkualitas dengan harga murah diperlukan untuk menekan biaya produksi yang akhirnya berimbas pada harga jual yang kompetitif,” ungkap wanita 22 tahun itu.

Modal awal yang ia gunakan sekitar Rp 2 juta, karena pada saat itu Coklat Custom Ritama belum memiliki toko. Dia mengunakan cara made by order. Wanita yang hobi merias ini, menjelaskan, berdirinya Coklat Custom Ritama diawali oleh ibundanya, yang tak pernah berhenti mencari hal-hal baru.

Seiring berjalannya waktu, banyak permintaan konsumen untuk mengeluarkan bentuk-bentuk coklat yang unik dan lucu. Pada 2014-2015, ia hanya menjual khusus hari valentine dan lebaran. Tetapi, mulai 2016 ia open order untuk setiap harinya. Tak hanya untuk hari valentine, Coklat Custom Ritama juga menerima pesanan buat souvenir pernikahan bahkan hadiah ulang tahun.

Alasan perempuan yang berstatus mahasiswa semester 8 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini mendirikan usaha coklat custom, karena dulu di kota pudak penjual coklat masih jarang. Tetapi, sekarang sudah banyak yang menjual coklat dengan harga mahal. Rima mengaku, coklat custom sendiri dibandrol setiap boxnya. Paling murah 3 skat dengan harga Rp 10.000.

Prinsip usahanya, dapat laba sedikit bukan masalah, yang penting usaha coklat customya bisa terkenal di Indonesia. Pada waktu valentine, orderan yang ia terima banyak dan meningkat sampai 50%. Untuk masalah omzet, kalau hari biasa ia bisa mengantongi Rp 5 juta perbulan, tetapi kalau valentine atau lebaran bisa sampai Rp 15 juta perbulannya.

Dunia bisnis kuliner semakin ketat, tetapi tak menjadikannya putus asa. Ia memiliki cara tersendiri untuk mengatasi persaingan. Yakni, melayani customer itu dengan apa yang diinginkan serta selalu update model-model baru. Setiap menjalankan usaha pasti menemui yang namanya kendala. “Untuk masalah kendala, rawan kirim jauh. Misal, dikirim lewat salah satu ekspedisi kita takut leleh, takut rusak, penyok,” ujar Rima sambil tersenyum.

Untuk Coklat Custom sendiri menggunakan bahan lokal asli Indonesia, yang mudah didapat di swalayan. Wanita kelahiran  9 Juni 1995 ini, berharap agar usaha Coklat Custom Ritama bisa membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia. Serta ingin membuat rumah coklat yang pajangannya tak biasa, tapi bisa untuk privat anak-anak. (Fiqhy Farizh Ferdiansah)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top