Pelesir

Bali Mula Unik: Kombinasi Wisata Spiritual dan Wisata Alam

Salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi di awal tahun 2017 ini adalah Bali Mula Unik. Objek ini pun terkenal kareng sering diunggah di media sosial (Medsos). Bali Mula Unik dibuka setiap hari dengan menawarkan kombinasi antara wisata spiritual dan wisata alam yang memiliki suasana sejuk dan kental dengan aura positif.

Bali Mula Unik terletak Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa sudah dapat berwisata di objek ini.

Aneka tumbuhan lokal termasuk yang langka menciptakan suasana sejuk dan damai. Auranya terasa beda terasa mengundang setiap orang untuk berada di areal ini. Masyarakat dan wisatawan sering memanfaatkan untuk melakukan meditasi dan yoga. Apalagi, di areal timur kawasan yang ada sebuah Pura Taman Nirhyra Sudamala Jelantik dengan dua pancoran yang airnya dipercaya sebagai tempat melukat (membersihkan diri secara niskala) dan pancoran satunya lagi untuk penyembuhkan.

“Setiap hari-hari suci, seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon dan hari suci lainnya masyarakat Bali selalu ramai melukat ataupun mohon obat di pancoran ini,” kata pemilik sekaligus Ketua Pengelola Bali Mula Unik I Nyoman Cendikiawan.

Masyarakat percaya air pancoran itu dapat menyembuhkan sakit perut, cacar, melancarkan kencing, tensi tinggi dan penyakit lainnya. Air pancoran ini juga bisa diminum langsung setelah melalui hasil cek laboratorium. Masyarakat yang hendak melukat, mulai dengan menghaturkan sesajen lalu mandi di pancoran selanjutnya melakukan persembahyangan. Jika merasa haus, pengunjung bisa mengambil air pancoran dalam kemasan botol.

Di areal Pura ini, wisatawan sering melakukan yoga. Mereka tidak memakai alas lagi, karena sudah ada rumput yang bersih dan empuk. Jika merasa belum puas, mereka bisa melakukan kegiatan spiritual itu esok harinya. Wisatawan bisa menginap di sebuah pondok (rumah) tradisional di bawah Pura tersebut dengan kapasitas 6 orang. “Wisatawan asal Australia, Rusia dan Denmark yang sudah pernah tinggal di pondok ini,” ungkap Cendikiawan.

Wisatawan yang ingin suasana malam penuh kenangan, mereka bisa melakukan kemah di areal yang telah disiapkan di bawah pondok-pondok itu. Pengelola menyiapkan segala perlengkapan kemah, seperti tenda dan api unggun. Jika ingin masak sendiri, petugas akan menyiapkan berbagai perlengkapannya. Mereka bisa memesan pada petugas yang ada di sana.

Jika menuruni area Bali Mula Unik, maka akan sampai di tempat yang sangat indah baik untuk selfie. Lokasinya berada di atas Tukad  Wos) dengan jembatan klasik terbuat dari kayu yang sangat kuat. Di pinggir jembatan itu, dibatasi dengan kayu-kayu lokal yang kuat.

Pengunjung bisa berfoto ria denga latar belakang sungai. Setiap hari, setelah jam pulang sekolah para remaja sudah ramai berfoto ria bersama teman-temannya. Ada yang memanfaatkan untuk membuat tugas kelompok dan ada yang hanya bersantai. Sementara bagi mereka yang memiliki waktu panjang, akan memanfaatkan sungai untuk bermain tubing.

Pengunjung berfoto berbasah-basah dibawah air terjun Yeh Santen dan bermain air dengan menggunakan ban bekas. Anak-anak muda biasa berfoto dengan latar belakang air terjun yang ada. “Selain anak-anak di daerah Gianyar, banyak juga remaja dari Buleleng, Tabanan dan Denpasar yang berwisata kesini,” tambah Cendikiawan. (Darsana)

To Top