Buleleng

HUT Kota Singaraja ke – 413 Libatkan Generasi Muda

Menyambut dan menyongsong HUT Kota Singaraja ke- 413 pada 30 Maret 2017 nanti, berbagai kegiatan telah disiapkan. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pihak panitia induk dengan menggandeng beberapa dinas terkait dalam melaksanakan kegiatan dengan konsep cukup berbeda di tahun sebelumnya.

Menurut Asisten III Pemkab Buleleng Drs. Ketut Asta Semadi dalam jumpa persnya Senin (13/3) siang mengatakan ada beberapa hal yang dikemas berbeda dari perayaan sebelumnya, di antaranya jenis kegiatan, pihak yang dilibatkan, dan dari segi pembiayaan. Dipercaya sebagai Ketua Panitia Perayaan HUT tahun ini, Asta Semadi menambahkan dari  berbagai jenis kegiatan yang dilakukan, beberapa kegiatan akan melibatkan generasi muda di Buleleng untuk menambah kreatifitas dari generasi muda sebagai rasa memiliki Kota Singaraja. “Untuk tahun ini kami berupaya untuk mengakomodir segala kegiatan yang tidak hanya terbatas antar OPD saja, bahkan ada kegiatan pesta Puisi dan Sastra yang akan melibatkan anak-anak muda secara umum,” jelasnya. Kegiatan tersebut tambahnya, merupakan kegiatan tambahan dari kegiatan inti yaitu apel bendera, ziarah kemakam pahlawan, dan malam resepsi di rumah jabatan Bupati.

Dalam rangka memeriahkan HUT yang mengusung tema Singaraja di Hatiku, pendanaan akan difokuskan pada masing-masing OPD. “Tahun sebelumnya anggaran terpusat di pemerintahan, namun untuk mempercepat kami bekerja sama dengan masing-masing OPD untuk menghindari hambatan dari regulasi,” tambahnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, beberapa kegiatan di kalender HUT terpaksa harus diundur dikarenakan hari raya yang menumpuk. Hiburan Rakyat atau Pekan Apresiasi Seni yangseharusnya dilakukan di bulan maret diundur pelaksanaannya pada April yakni 17 sampai dengan 25 April 2017 dengan berbagai kegiatan yang dipusatkan di Bhuwana Patra Singaraja. “Juga dilaksanakan parade kebudayaan dengan melibatkan sembilan kecamatan yang ada di Buleleng dengan menampilkan potensi yang ada diwilayah kecamatan tersebut dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di kecamatan tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng Putu Tastra Wijaya bahwa dalam kegiatan ini di parade kebudayaan akan mengambil tema “Nora Alpaka” yang berarti jangan melupakan warisan nenek moyang. Berbeda dari tahun sebelumnya, parade budaya tahun ini akan dilombakan guna meningkatkan kreativitas dan memicu semangat masyarakat untuk menggali potensi di wilayahnya masing-masing. “Parade kali ini akan dilombakan sehingga dengan cara ini jelas menumbuhkan semangat dan kreativitas untuk menjadi yang terbaik,”ujarnya. selain itu, hal tersebut juga untuk memberikan apresiasi kepada masing-masing tim yang telah berlatih dan menyiapkan segala hal dalam parade. “Setiap tim akan kami berikan waktu tiga belas menit untuk display di depan panggung terbuka,” tambahnya. (Wiwin Meliana)

 

To Top