Kolom

Etika Bertamu atau Menerima Tamu

Putu Diah Chandra Dewi

Manusia adalah mahluk sosial yang wajib berinteraksi satu sama lain. Salah satu cara berinteraksi yang umum dilakukan yaitu bertamu atau  saling mengunjungi dan bertemu. Dalam konteks  pekerjaan, tamu yang datang bermacam-macam. Ada yang sudah dikenal dan ada yang belum.

Dalam hal tamu yang belum dikenal,  atau yang datang tanpa membuat janji, bisa diterima jika tuan rumah berkenan. Namun, biasanya, tidak ada janji maka tamu tidak akan bertemu orang yang dituju. Untuk itu diingatkan untuk membuat janji terlebih dahulu. Dalam konteks pertemanan, tamu biasanya berkunjung ke rumah, biasanya adalah tamu yang sudah dikenal.

Jika kita bertamu untuk undangan makan atau sifatnya mengunjungi, disarankan untuk membawa buah tangan. Terkait jumlah bawaan, tidak harus banyak, bisa  yang kecil  namun berarti, seperti  coklat, bunga atau parsel buah. Meskipun, tuan rumah menyediakan suatu jamuan tertentu untuk tamunya.

Pada waktu bertamu, kita perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk berkunjung. Akan lebih baik jika menyesuaikan dengan waktu yang tuan rumah siap untuk menerima tamu. Tamu yang mengajak anak-anak, perlu mendapat perhatian khusus. Karena biasanya anak-anak tidak betah berada di satu tempat dalam waktu yang lama. Bisa jadi tuan rumah menyiapkan suatu tempat agar anak-anak betah selama ada tamu atau tamu sendiri yang tahu bagaimana mengatur anaknya agar kalem selama bertamu.

Jam berkunjung juga perlu diperhatikan, jika ingin bertamu pada  pagi hari lakukan diatas pukul  08.00. Untuk kunjungan malam hari sebaiknya dilakukan pada pukul 19.00 dan jangan boleh lewat dari pukul 21.00  malam karena tuan rumah harus berisitirahat.

Perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan rumah dikunjungi, sebagai tamu hendaknya  menyantap sajian yang dihidangkan dengan tertib. Kalaupun ada makanan yang pantang atau tidak disukai,kita  jangan menunjukkan reaksi berbeda pada wajah dan menolak pemberiannya. Ambil dan taruh saja di piring Anda, walaupun nantinya tidak dimakan. Pada waktu pulang, jangan lupa mengucapkan terima kasih.

Sebagai tuan rumah yang menerima tamu, perlu diperhatikan kebersihan rumah. Agar tamu yang datang nyaman berkunjung. Jika tidak ingin menjamu dengan hidangan yang berat, kue-kue dan minuman saja sudah cukup. Tunjukkan sikap bahwa Anda siap menerima tamu, jadi waktu Anda khusus untuk tamu itu. Jadi tidak sibuk dengan kegiatan lainnya. Sebagai tuan rumah wajib mengucapkan salam pada waktu tamu datang.

Kebetulan pekerjaan saya harus berhubungan dengan orang banyak/masyarakat. Menerima tamu yang belum saya kenal adalah hal yang biasa. Dalam pekerjaan ini, walaupun belum ada janji terlebih dahulu, saya harus menerima semua tamu yang datang dengan segala kepentingannya. Saya tahu bahwa orang-orang yang datang punya suatu tujuan, bukan hanya memberi saya pekerjaan, tetapi ada penawaran suatu benda, produk baru, asuransi dan masih banyak lagi. Saya menerima kepentingan semua yang datang, walaupun pada akhirnya saya tidak ikut bergabung atau membeli produknya. Pengalaman saya menerima tamu dengan berbagai macam karakter, membuat saya terbiasa menghadapi macam-macam jenis tamu dengan permasalahan dan kepentingannya.

Tidak semua tamu yang datang punya niat baik, jadi saya pergunakan feeling untuk melihat kedalaman dari tamu tersebut. Terbiasa menerima tamu dengan bermacam karakter membuat saya jadi terlatih dan tahu bagaimana cara menghadapinya. Kuncinya semua saya terima dengan baik, bagi saya mengenal banyak orang memberikan suatu nilai baru dalam kehidupan ini. Melihat permasalahan orang yang datang dan memerlukan bantuan saya, membuat saya merasa bersyukur bahwa cobaan hidup saya tidak seberat orang-orang itu.

Saya tidak menerima sembarangan tamu di rumah, hanya orang-orang tertentu dan yang terdekat saja bisa berkunjung. Biasanya saya membuat sendiri seluruh hidangan untuk tamu dan itu bisa jadi topik pembahasan pada waktu tamu berkunjung. Saya tidak menghidupkan televisi atau memutar film saat ada tamu, biar tidak fokus ke sana karena tujuan bertamu dan menerima tamu adalah saling berinteraksi dalam obrolan dan pembicaraan yang hangat.

 

Putu Diah Candra Dewi, S.H., M.Kn.

Personality Development 

To Top