Sosialita

Bentuk Karakter Anak sejak Dini

Pembentukan karakter anak memang harus dibangun sejak dini. Demikian disampaikan Kepala Sekolah TK PDN Ni Putu Darmayanti, S.Pd. Ia mengatakan membangun kemandirian anak dilakukan mulai dari hal terkecil. “Mulai dari belajar memakai sepatu sendiri, makan sendiri, berani bertanya/mengungkapkan sesuatu, hal inilah yang dikembangkan untuk anak,” ucapnya.

Di PAUD dan TK PDN dijelaskannya tidak mengajarkan, tetapi mengenalkan calistung. Ada 5 sentra yang diterapkan di TK, yakni persiapan, peran, balok, otmus, dan sentra alam. Kelima sentra inilah yang diaplikasikan dalam mendidik anak-anak. Maya-demikian sapaan akrabnya, mengaku tak jarang ia justru belajar dari anak-anak. “Anak-anak sekarang kritis dan cepat menguasai IT. Karena itu, sering sekali apa yang disampaikan atau yang diminati anak, itulah yang kemudian kami kembangkan, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan,” jelasnya.

Anak-anak TK PDN ini pun telah menunjukkan prestasinya dengan menjuarai berbagai lomba, di antaranya Juara 1 lomba baca puisi se-gugus 5 (Jepun) Densel dan Juara 3 modeling.
MULAI DARI DISIPLIN WAKTU

Di SD pun, pendidikan berkarakter juga menjadi prioritas, agar anak-anak lebih mengenal dan memahami masalah budi pekerti, sopan santun serta tata cara berbicara dan bersikap . ”Kami sudah menerapkan itu, dari mengajar anak-anak berdisiplin waktu, melaksanakan ibadah, dan yang lainnya,” ujar Kepala Sekolah PDN Sunarlin, S.Pd.

Tahun ini SD PDN menamatkan kelas 6 untuk pertamakalinya. Dan, sesegera mungkin akan ikut akreditasi yang segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Meski demikian, di usia mudanya ini SD PDN sudah sarat prestasi. Juara 1 lomba mesatua Bali tingkat Kota Denpasar, Juara harapan 1 dalam lomba yang sama di tingkat provinsi, berhasil diraih. Yang kemudian siswi SD PDN ini berkesempatan tampil di PKB 2016. Salah seorang siswa juga berhasil menjadi Juara 3 Siswa Berprestasi di tingkat Kecamatan Densel tahun 2017. Di luar Porsenijar, beberapa siswa SD PDN juga sempat tampil di provinsi yang tergabung dalam klubnya masing-masing seperti klub sepak bola, silat, wushu.

Sementara di tingkat SMP, juga tak mau kalah mengukir prestasi. Belum lama ini dua siswa SMP PDN (Haikal dan Devi) lolos Jambore tingkat Nasional di Bogor tahun 2016. Di bidang akademis, siswanya juga berhasil masuk babak final  dalam Olimpiade Matematika tingkat Provinsi.

Wakasek SMP PDN Pande Putu Agung Wirya Santana, S. Pd. menjelaskan di TK, SD, dan SMP yang satu atap ini memiliki satu kesatuan program yang berkesinambungan. “Di SMP, kami melanjutkan program. Guru, selain menjadi media mentransfer ilmu, juga mencari/mengembangkan potensi anak dan mengarahkannya ke ekskul yang menyangkut bakat dan potensinya. Disana mereka kami asah dan tempa,” ujarnya.

Di bidang olah raga, mereka diarahkan berkompetisi dalam Porsenijar, dan di tim klub IPA, Kimia, ada Olympiade. Sistem pembelajaran mengutamakan moralitas, kedisiplinan, karena bagi sekolah ini, anak-anak harus memiliki pondasi yang kuat di mentalnya dulu, baru kemudian bisa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.
Dalam bidang akademik, ia mengatakan anak-anak juga dibekali dengan bahasa-bahasa asing, semisal Bahasa Jepang. Hal ini dikatakannya untuk membekali anak menghadapi tantangan globalisasi, di samping juga meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan mempertahankan Bahasa Bali yang ditunjang oleh guru-guru yang berkompeten di bidangnya dan tersertifikasi. “Tantangan dunia pendidikan semakin ketat. Khususnya di SMP mereka diasah lagi untuk nantinya setelah keluar,  mereka siap bersaing di dunia luar melawan tantangan globalisasi,” ujar Agung Wirya Santana yang dengan bangga memgatakan  bahwa SMP PDN sukses mengantarkan 78 persen lulusannya masuk ke SMA negeri.

Tahun ajaran 2017/2018, Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN) menerima pendafaran siswa baru. Untuk informasi lanjut, silakan berkunjung ke Sekolah Pelangi Dharma Nusantara (PDN) yang beralamat  di Jln.  Tukad Banyusari 107 Denpasar, Bali. Telepon 0361 2752968.  –ten

To Top