Bunda & Ananda

Waspadai Infeksi Telinga pada Anak

Made Ani Yuli Susanti

Tumbuh kembang anak memang sangat mengagumkan. Banyak tingkah laku anak Anda yang mengejutkan. Anda akan terus terkagum-kagum dan bangga dengan si buah hati. Tidak kalah penting untuk Anda menjaga kesehatan anak Anda. Dalam memberikan perawatan sehari-hari, Anda juga dapat sambil melihat perubahan secara fisik pada anak sehingga dapat mengatasi timbulnya masalah kesehatan secara dini.

Salah satunya yaitu dengan mengenali terjadinya infeksi pada telinga anak. Infeksi telinga bukan lagi kejadian yang langka menyerang balita maupun anak-anak. Infeksi telinga sering terjadi setelah anak-anak mengalami batuk maupun pilek yang agak lama. “Terkait masalah sakit telinga tersebut, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu apakah nyeri yang anda rasakan berhubungan dengan gejala pilek atau memang benar-benar merupakan infeksi telinga,” ujar dr. Made Ani Yuli Susanti.

Tanda-tanda bahwa seseorang memiliki infeksi telinga dibandingkan sakit telinga yang terjadi bersamaan dengan pilek di antaranya, nyeri tidak hilang dengan gejala-gejala pilek lainnya, pendengaran semakin menurun, kemungkinan juga mengalami demam, dan rasa nyeri terasa lebih intens.

Infeksi telinga dapat terjadi pada bagian telinga luar, telinga tengah maupun telinga dalam. Telinga luar adalah bagian telinga yang tampak, termasuk keseluruhan bagian luar telinga, yang terdiri dari tulang rawan dan kulit, dan daun telinga. Telinga luar juga termasuk saluran telinga. Gendang telinga adalah suatu membran tipis yang berlokasi pada ujung paling dalam dari saluran telinga yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah.

Telinga tengah adalah ruangan kecil sebesar kacang polong berlokasi tepat di belakang selaput gendang telingadimana terdapat tiga tulang kecil yang menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam. Secara normal, ruangan ini terisi udara yang masuk melalui saluran Eustachius (saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung dan tenggorokan). Saluran ini berfungsi mencegah penumpukan tekanan di dalam telinga. Umumnya saluran ini tertutup, namun terbuka selama menelan dan menguap untuk mengimbangi tekanan udara pada telinga tengah dengan tekanan udara di luar telinga.

Kebanyakan infeksi telinga terjadi pada telinga luar atau telinga tengah dan jarang terjadi pada telinga dalam. Penyakit infeksi telinga tengah atau disebut juga dengan Otitis Media (OM) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada anak usia di bawah lima tahun. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah radang telinga tengah.

Semua orang bisa mengalami otitis media, tetapi kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun dan pada bayi berusia 6-15 bulan.Hal ini dikatakan dr. Ani-demikian sapaan karib dokter fungsional di Puskesmas I Denpasar Selatan ini, terjadi dikarenakan beberapa hal. Di antaranya :

–    Sistem kekebalan tubuh anak masih dalam perkembangan

  • Saluran Eustachius pada anak lebih lurus secara horizontal dan lebih pendek sehingga ISPA lebih mudah menyebar ke telinga tengah
  • Adenoid (salah satu organ di tenggorokan bagian atas yang berperan dalam kekebalan tubuh) pada anak relatif lebih besar dibanding orang dewasa. Posisi adenoid berdekatan dengan muara saluran Eustachius sehingga adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya saluran Eustachius. Selain itu adenoid sendiri dapat terinfeksi dimana infeksi tersebut kemudian menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius.

Infeksi telinga sering diawali dengan infeksi virus seperti flu atau pilek yang menyebar ke telinga tengah melalui saluran Eustachius. Saat bakteri atau virus melalui saluran tersebut, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran itu hingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih itu akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri, yang hasilnya terbentuk nanah dalam telinga tengah. Rongga telinga tengah meradang dan terjadilah penumpukan cairan di balik gendang telinga. Infeksi telinga bisa menyebabkan gangguan fungsi atau pembengkakan dalam saluran Eustachius.

Faktor pemicu lainnya adalah infeksi di daerah tenggorokan (umumnya infeksi virus) yang menyebabkan tersumbatnya saluran dan infeksinya bisa menjalar ke saluran Eustachius. Posisi tiduran saat menyusu dari botol bisa pula meningkatkan risiko terkena infeksi telinga pada anak.Hal ini disebabkan karena pada anak, saluran Eustachius ini lebih sempit dan pendek sehingga cairan mudah terperangkap di telinga tengah.

Terkadang infeksi telinga tengah tidak menunjukkan gejala khusus, namun membuat bayi sering merasa telinganya sakit atau merasakan tekanan atau sensasi penuh di telinganya. Bayi yang terinfeksi mungkin akan sering menangis terutama di malam hari ketika ia sedang berbaring. Pada kondisi yang lebih parah, infeksi telinga dapat menyebabkan gendang telinga pecah atau berlubang dan disertai keluarnya darah. Hal ini dapat mengurangi tekanan di dalam telinga yang terbentuk karena infeksi sehingga mengurangi rasa sakit. Gendang telinga yang pecah bisa sembuh dalam beberapa waktu.

Gejala umum yang nampak pada anak yang mengidap Otitis Media biasanya muncul dalam waktu singkat dan meliputi : mengalami sakit pada telinga bagian dalam, sulit untuk tertidur dan biasanya selalu memegangi bagian telinga, lebih gampang menangis dan rewel, mengalami gangguan pendengaran, keluarnya cairan dari telinga, demam dengan suhu 380C atau lebih serta hilangnya nafsu makan dan sakit kepala.

Keadaan ini perlu diagnose yang akurat sehingga memerlukan penanganan dokter. Pengobatan infeksi telinga pada bayi antara lain:

  • Memberikan mereka parasetamol namun yang sesuai dengan resep dokter untuk membantu menurunkan demam mereka dan untuk membantu menghilangkan rasa sakit yang muncul. Pada bayi berusia diatas 24 bulan, dokter mungkin memilih untuk tidak melakukan tindakan guna menunggu sistem kekebalan tubuh anak bekerja melawan infeksi secara alami.
  • Dokter mungkin akan meresepkan antibiotika bila gejala sakit anak tidak membaik setelah 48 jam. Pemberian antibiotika biasanya pada anak yang berusia kurang dari 24 bulan. Sementara pada anak yang lebih tua dari 24 bulan bisa diobati dengan antibiotika atau menunda pengobatan. Antibiotika tidak diberikan kepada setiap anak yang mengalami infeksi telinga sebab infeksi bisa sembuh sendiri tanpa pemberian antibiotika pada anak yang lebih tua. Bila anak mengalami infeksi berulang yang tidak kunjung sembuh maka akan mengakibatkan terganggunya pendengaran dan kemampuan bicara. Sehingga akan dilakukan operasi untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah.
  • Saat anda memandikan bayi, hindarilah masuknya air ke dalam telinga.

Cara mencegah infeksi yang menyebabkan penyakit telinga tengah pada anak yaitu dengan cara :

  • Jaga kesehatan bayi agar tidak terkena radang tenggorokan
  • Periksakan bayi secara rutin 6 bulan sekali ke dokter THT untuk mengecek kesehatan telinganya, untuk menghindari gangguan pendengaran. Biasanya infeksi telinga tengah pada bayi berlangsung lebih dari satu minggu. Ibu perlu waspada bila keluar cairan dari telinga yang menandakan gendang telinga sudah mengalami kebocoran. Segera bawa bayi anda ke dokter
  • Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok
  • Menghindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi
  • Jangan memberi minum susu ataupun makan pada anak saat mereka berbaring

Meskipun infeksi telinga tengah ini jarang menyebabkan komplikasi, tapi jika memang terjadi, komplikasi bisa sangat berbahaya dan harus mendapatkan pengobatan dengan antibiotika secepatnya di rumah sakit. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain : Labirinitis (penyebaran infeksi ke telinga bagian dalam), Mastoiditis (penyebaran infeksi ke tulang di belakang telinga), dan Meningitis (penyebaran infeksi hingga selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).

Untuk mencegah terjadinya infeksi telinga dan komplikasinya, maka kita perlu menjaga dan merawat kebersihan telinga dengan baik. Cara perawatannya sebenarnya tidak memerlukan teknik khusus, cukup dengan cara dibersihkan menggunakan air sabun saat mandi atau dengan cara dikeringkan dengan handuk mandi.

Bagaimana dengan kotoran telinga?  Meskipun terdengar menjijikkan, kotoran telinga sebenarnya berfungsi untuk membentuk lapisan lilin yang melindungi telinga. Kemudian setelah dibuat, kotoran telinga akan maju menuju saluran telinga luar sehingga dapat ikut tersapu saat dibersihkan waktu mandi. Tidak dianjurkan untuk membersihkan telinga dengan cara didorong menggunakan suatu benda seperti cotton buds sekalipun, karena kotoran dapat masuk semakin dalam dan terkumpul disana. Penggunaan cotton buds yang terlalu keras juga dapat mengiritasi bagian saluran telinga luar. Apabila ingin membersihkan kotoran telinga dapat menggunakan cairan khusus yang berfungsi untuk melunakkan kotoran tersebut sehingga dapat keluar dengan sendirinya. –Inten Indrawati

To Top