Edukasi

Percaya Diri untuk Menang

Gek Rani saat berhasil menyabet Juara Umum Lomba Baca Puisi se-Bali belum lama ini

Sang Ayu Rania Callista Astarina adalah seorang anak berprestasi dalam beberapa hal. Belum lama ini, ia berhasil menjadi Juara Umum dalam Lomba Baca Puisi se-Bali tahun 2017 yang rutin digelar Sanggar Rare SD Cipta Dharma Denpasar. Di tahun 2016, ia juga menyabet Juara I Dharma Wacana dalam rangka Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali. Gek Rani-demikian sapaan akrab siswi kelas 6D SD Cipta Dharma ini menjadi Duta Bali untuk kembali bertarung di Palembang dalam waktu dekat ini.

Prestasi lain anak yang juga hobi menyanyi dan modeling ini,  di antaranya Juara II Pidato dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FS2N) 2016, dan Juara II Mesatua Bali tingkat Kota Denpasar 2016. Ketika ditanyai apakah tidak bosan dengan rutinitasnya, usai sekolah mengikuti les pelajaran, dan kegiatan lainnya? Dengan tersenyum, ia mengaku tidak bosan ataupun merasa terpaksa menjalani semua aktivitasnya yang cukup padat.

Semua aktivitasnya dari baru bangun, sekolah, hingga tidur lagi, sudah terpola sejak kecil. Gek Rani sudah beranjak dari tempat tidurnya pukul 05.15, kemudian mandi dan sarapan. Sembari sang mama mengepang rambutnya yang panjang, Gek Rani menyempatkan diri untuk kembali membaca-baca buku pelajaran. “Semakin sering membaca, akan semakin ingat. Pokoknya kalau ada waktu sela, pasti saya isi dengan membaca,” ujarnya.

Lalu bagaimana cara Gek Rani membagi waktu antara belajar pelajaran sekolah sementara ia juga kerap mengikuti lomba-lomba yang tentunya juga memerlukan waktu untuk belajar? “Biasanya sepulang les, saya belajar/menghapal materi untuk lomba. Setelah itu baru buat PR, malamnya khusus belajar pelajaran sekolah. Biar saya tidak bingung dan bisa konsen satu-satu,” ujarnya.

Ia tak menampik pernah jenuh/bosan belajar. Kalau sudah begitu, biasanya Gek Rani istirahat sebentar (tidur), kemudian mandi, setelah segar kembali baru belajar. “Dia biasanya belajar sendiri dulu untuk menguasai materi pelajaran. Setelah itu baru saya croscek, tanya jawab,” ujar mamanya, Sang Ayu Ketut Ratwiastri yang setia setiap saat mengawal aktivitas putri bungsunya itu.

Bu Ayu mengatakan, putrinya itu memang senang berkompetisi. “Apapun yang judulnya kompetisi, atau pentas di panggung, dia pasti bersemangat,” imbuhnya. Terlebih jika kedua orangtuanya dan orang-orang yang diseganinya bisa hadir, itu memberikan semangat yang luar biasa. Karena bagi Gek Rani, ketika mengikuti suatu lomba, ia berprinsip harus menang. Untuk menang harus percaya diri. Karena itu persiapannya harus matang jauh hari sebelumnya. Tentunya diimbangi juga dengan berdoa.
Gek Rani mengisahkan awal dirinya menyukai sastra karena melihat kakaknya pidato. Ia pun ingin ikut, seperti kakaknya. Gek Rani pertamakali ikut lomba mendongeng yang dibuat sendiri, saat duduk di kelas 5 (tahun 2016) dan berhasil mendapat Juara II tingkat Provinsi. Berikutnya, ikut Lomba Baca Puisi Lintang, dan juga berhasil meraih Juara I. Tentunya keberhasilan ini  sangat wajar dicapainya berkat kesungguhannya belajar dan berlatih.
Yang paling penting, yang mungkin bisa diadopsi oleh orangtua dan keluarga lain, orangtuanya sangat disiplin menerapkan aturan. Di rumahnya, di masing-masing kamar anaknya termasuk kamar Gek Rani, tidak ada televisi. Mereka hanya boleh menonton televisi Jumat, Sabtu, dan Minggu pagi saja. Sesibuk apapun ayahnya yang seorang dokter, selalu menyiapkan waktu untuk makan malam bersama. Di sanalah keluarga ini bercengkrama dan mendiskusikan segala hal. (Inten Indrawati)

To Top