Kolom

“S A N G R A J A”

Salam Senyum,

Kedatangan rombongan Raja Arab ke Indonesia khususnya liburan ke Bali  menjadi berita terhangat pekan ini. Bali sebagai tempat pariwisata sudah terbukti menjadi daya tarik tersendiri untuk penikmat keindahan alam dan keunikan budayanya. Hal ini membuat saya terinspirasi menulis judul ‘Sang Raja’ yang tentu kaitannya dengan dunia service/layanan.

Masih ingat dengan lagu yng dinyayikan oleh Group Band RIF yang lirik lagunya seperti ini, ‘Andai Aku Jadi Raja… Mau apa tinggal minta tunjuk sana dengan sedikit kata .. Andai aku jadi Raja…’ Nahhhhh  Raja, sangat identik dengan kekuasaan, orang yang punya uang, orang yang dihormati, yang memimpin sebuah Negara/kerajaan, atau kelompok dan sebagainya.

Dalam Materi pelatihan saya dan sudah pernah saya tulis juga  di rubrik ini di tulisan saya sebelumnya, dalam layanan kita kenal dengan istilah Paradigma Customer. Dimana salah satu paradigmanya adalah  Customer is the King atau Pelanggan itu adalah raja. Ulasannya jelas….  Jika kita menganggap pelanggan itu adalah raja, maka semua yang dilakukan oleh pelaku layanan/customer service akan merasa dihantui, ketakutan dan bahkan menyesakkan.

Karena mereka selalu mengidentikkan bahwa pelanggan itu adalah semena-mena , sabdanya adalah undang-undang, ingin selalu dihormati, hidup mati di tangannya dia, dan lain sebagainya. Yang membuat mereka tidak nyaman melakukan layanan.

Maka dari itu paradigma itu kita rubah menjadi Pelanggan itu adalah Sahabat. Agar pelaku layanan merasa lebih nyaman, merasa dekat, merasa orang dalam perusahaan, dan selalu senang jika bertemu mereka. Persis seperti kita bertemu dengan sahabat-sahabat kita.

Pembaca setia Dhani’s Art Service, tulisan tetang’RAJA’ kali ini lebih kepada, siapakah sebenarnya yang dianggap Raja dalam pelaku layanan. Saya akan kembali mengajak untuk menjawab sebuah pertanyaan, “Bagaimanakah sosok  seorang Raja yang diinginkan oleh rakyatnya? “Tentu jawaban salah satunya adalah  menginginkan sosok Raja yang dapat  menjadi PANUTAN/TELADAN  bagi rakyatnya.

Di dunia service/layanan KETELADANAN itu sangat diperlukan. Seperti apa sajakah keteladanan di dunia service….? Yang pertama adalah “Menciptakan keteladanan dari dalam ke luar”. Keteladanan dalam layanan bukan hanya apa yang para pelayanan garis depan lakukan kepada pelanggan-pelanggannya. Tapi keteladan ini  adalah apa yang pimpinan lakukan dan katakan kepada anggota tim layanan. Seperti apa contohnya? Seorang pemimpin layanan tidak bisa meminta anggota tim layanannya sigap dalam melayani pelanggan jika pemimpinnya sendiri sering telat untuk datang ke kantor atau menghadiri rapat-rapat. Mereka juga tidak dapat menyuruh tim layanan sopan dan ramah, kalau dia sendiri suka menyumpah serapah timnya di balik pintu tertutup. Dan,mereka tidak bisa  meminta tim layanannya memberikan layanan yang excelent jika para pemimpin layanan tidak melayani  tim layanan dengan gelora sebagai pemimpin yang jempol (baik).

Yang kedua adalah “Menjadi teladan di setiap level”. Menjadi seorang teladan layanan bukan hanya untuk yang senior di tingkat pimpinan layanan.  Tetapi lebih jika setiap kali orang-orang dapat melihat apa yang mereka lakukan, membaca yang mereka tulis, dan mendengar apa yang mereka katakan baik di situasi pelanggan internal atau eksternal.  Hal ini dapat dirasakan ketika mereka berbicara dengan nada suara yang baik kepada vendor, kemudian menanggapi seorang pelanggan di situasi yang sulit. Yang pada intinya selalu mengambil tindakan teladan  yang menunjukkan sikap, keahlian dan perilaku  yang tentunya dimulai dengan keteladanan terhadap dirinya sendiri.

Yang terakhir adalah bagaimana “Menerjunkan seorang teladan dari langit”. Ketika saya menjadi pendamping layanan di sebuah perusahaan milik pemerintah, di saat rapat evaluasi potret layanan, seorang manajer bertanya kepada saya. “Apakah saya boleh turun langsung ke hall untuk berbincang langsung dengan pelanggan?” Bagaimana menurut pembaca setia Dhani’s Art Service dengan pertanyaan bapak manajer tadi?  Ya betul sekali. Jawabannya  ‘Sangat boleh’ , bahkan disarankan untuk seorang pemimpin langsung mengecek ke hall layanan dan mengajak berbincang dengan pelanggannya sebagai bentuk kepedulian seorang pimpinan terhadap kehadiran pelanggan-pelanggan mereka yang sudah bersedia menunggu giliran untuk mendapatkan layanan.

 

Pembaca setia, jika Anda sekiranya seorang pemimpin layanan, marilah segera untuk menjadi ‘SANG RAJA’ yang selalu memberikan keteladanan bagi anggota timnya. Saya yakin dengan keteladanan yang diberikan oleh pemimpin-pemimpin layanan maka seluruh tim akan merasakan, Andalah sebenarnya ‘Raja’ yang patut dicontoh, dikagumi, disegani, yang akan membuat team layanan Anda memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Jadi…….. ayoooooo… mulai sekarang kita lakukan.. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi ‘Sang Raja’ dalam layanan.

Tulisan saya ini terdapat juga dalam materi terfavorit  pelatihan saya  dengan judul “SERVE WITH LOVE” .  Ingin mengetahui dan menerapkan bagaimna ‘SERVE WITH LOVE’  selalu MENJADI LANDASAN DALAM MELAYANI  di perusahaan/instansi Bapak/Ibu ? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT (in House Training)  atau workshop dan seminar  seperti apa yang  Bapak/Ibu butuhkan.

 

Salam3SP.

Salam Senyum Sang Penyihir .

Sri Sumahardani

srisumahardani3sp@gmail.com

 

To Top