Buleleng

Buleleng Bangun Tiga RTH

Ni Wayan Surattini

Perkembangan sebuah kota seharusnya seirama dengan kebutuhan dan pertumbuhannya pun harus direncanakan secara tepat demi tercapainya kenyamanan dalam lingkungan yang sehat. Salah satu untuk dapat membentuk kenyaman tersebut dengan menyeimbangkan antara ruang terbangun dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara proporsional.  Hal tersebut juga yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menciptakan kenyamanan dan lingkungan yang sehat di tengah semakin padatnya penduduk dan menyempitnya lahan hijau.

Menurut Ni Wayan Surattini, Pelaksana Tugas Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, pembangun RTH sebagai salah satu upaya menciptakan tempat yang representatif digunakan berkumpul bersama keluarga. “Biasanya taman kota selalu menjadi pilihan keluarga untuk berkumpul tapi saat ini taman kota seperti sudah semakin sesak sehingga perlu dibuatkan tempat semacam itu lagi,” jelasnya.

Terdapat tiga lokasi di kota Singaraja yang akan dibangun menjadi RTH yaitu RTH Kampung Tinggi, RTH Sukasada, dan RTH Banyuasri. Proyek yang telah direncakan sejak tahun 2015 tersebut sempat terganjal status aset dan penentuan lokasi. Dari tiga lokasi, dua di antaranya telah dilakukan pembangunan secara bertahap di RTH Kampung Tinggi dan Sukasada. Surattini mengungkapkan untuk sampai pada tahap finishing, rencananya proyek tersebut akan berakhir 2 hingga 3 tahun ke depan. “RTH Kampung Tinggi akan melanjutkan finishing, sedangkan RTH Sukasada perlu waktu yang lebih lama karena memang tanahnya masih sangat mentah dari segi kontur sehingga perlu dilakukan penataan dan pemerataan dulu,” imbuhnya.

Satu lokasi RTH di Banyuasri juga akan segera direalisasikan tahun ini, setelah sempat terganjal status aset. Proyek yang dianggarkan miliaran rupiah ini akan dilakukan hingga finishing. Perempuan kelahiran 2 Januari 1967 tersebut menambahkan, RTH Banyuari baru bisa direalisasikan setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi sehingga muncul keputusan pada tahun 2016 aset tersebut diperkenankan untuk dimanfaatkan dengan status pinjam pakai. “Perencanaanya sudah dibuat tahun lalu, sekarang di review. Sudah selesai langsung lanjut ke fisik sampai finishing,” sebutnya.

Sesuai perencanaan, RTH seluas 24 are itu akan dilengkapi dengan jogging track, stage, dan beberapa patung. Itu nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berolahraga. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan stage  untuk band-band indie perform untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. “Rencana ke depan juga akan dilengkapi dengan tempat kuliner sehingga akan menjadi tempat yang representatif untuk keluarga,” ucapnya. (wiwinmeliana22cybertokoh.com)

 

To Top