Buleleng

Disinggahi Kapal Pesiar, Pelabuhan Celukan Bawang akan Diperpanjang

Kepala Dinas Pariwisata menyambung penumpang kapal pesiar Silver Whisper yang singgah di Pelabuhan Celukan Bawang

Pengembangan potensi alam di Buleleng terus digencarkan oleh pemerintah. Salah satunya kealamian laut di Dermaga Celukan Bawang yang mulai dilirik untuk menjadi tempat pesinggahan kapal pesiar. Pelabuhan yang berada di Kecamatan Gerokgak itu, sejak beberapa tahun belakangan sering disinggahi kapal pesiar yang mengangkut ratusan wisatawan. Bahkan di tahun 2017 diagendakan akan ada 7 kapal dari berbagai agent yang akan bersandar.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Ir. Nyoman Sutrisna, MM., pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di antaranya PT. Pelindo III Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang dan para travel agent agar kapal pesiar yang ada memiliki tujuan ke Indonesia bisa singgah di Buleleng. “Travel Agent Silver Whisper merupakan agen terbaru dan baru pertama kali singgah di dermaga Celukan Bawang,” ungkapnya, Kamis (23/02) lalu. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan travel agent baik dari Jepang, Singapura, dan Malaysia agar dapat terus menambah kunjungan kapal-kapal pesiar.

Menurut Sutrisna kapal Silver Whisper yang mengangkut penumpang sebanyak 435 orang dan awak kapal sebanyak 305 memiliki panjang tidak lebih dari 210 meter. Ke depan dirinya ingin mendatangkan kapal pesiar yang lebih besar dengan panjang di atas 300 meter. “Kami akan terus koordinasikan dengan pihak Pelindo III jika memang benar kapal yang panjangnya di atas 300 meter bisa bersandar di sini,” ucapnya disela-sela menyambut wisatawan turun dari kapal raksasa tersebut.

Sementara itu Made Rusly Sunia jaya General Manager PT. Pelindo III Celukan Bawang mengatakan untuk mendukung keinginan pemerintah, pihaknya akan memperpanjang dermaga Celukan Bawang. Hanya saja, sebelum upaya tersebut dilakukan, PT Pelindo III akan menggunakan ponton untuk mengangkut wisatawan menuju bus pariwisata untuk melakukan tour. “Di tahun 2018 baru bisa kami realisasikan, sebelum itu jika ada kapal besar kami akan sandarkan di zona labuh kemudian akan diangkut menggunakan kapal kecil,” jelasnya.  Sebelumnya, dermaga yang memiliki panjang 168 meter sudah bisa digunakan bersandar oleh kapal yang memiliki panjang maksimal 210 meter. Dermaga akan diperpanjang 100 meter dengan menggunakan breasting dolphin.

Hal positif yang juga dirasakan oleh masyarakat Gerokgak dari adanya kapal pesiar yang bersandar di dermaga Celukan Bawang. Hal ini disampaikan oleh camat Gerokgak Putu Ariadi Pribadi. Menurutnya, kawasan gerokgak yang berada di kawasan barat Buleleng memiliki berbagai potensi wisata yang patut diketahui oleh wisatawan mancanegara. “Kami berharap para agent juga mengarahkan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan batu ampar meliputi Pulau Menjangan, Pemuteran, dan Taman Nasional Bali Barat,” tandasnya.

Rencananya, kapal yang telah datang pukul 08.00 Wita akan kembali melakukan perjalanan setelah melakukan touring di berbagai Daya Tarik Wisata sejarah di Buleleng meliputi Pasar Banyuasri, Pelabuhan Buleleng, Musuem, dan Puri Buleleng. ini merupakan upaya promosi wisata dibidang sejarah bahwa Buleleng merupakan bagian dari Sunda Kecil. ( wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top