Buleleng

RSUD Buleleng Dinyatakan Layak Jadi Rumah Sakit Pendidikan

dr. Gede Wiartana, M.Kes.

Peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Buleleng nampaknya menjadi perhatian serius Pemkab Buleleng. Setelah diresmikannya gedung IGD RSUD Buleleng untuk pemenuhan dasar kesehatan masyarakat, kini Buleleng kembali berjuang untuk memenuhi kekurangan tenaga medis utamanya dokter spesialis.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. Keterbatasan tenaga medis disebabkan beberapa hal di antaranya keterbatasan lulusan kedokteran. “Tidak semua sentra pendidikan kedokteran ada dokter spesialisnya, di sini terjadi ketidakberimbangan antara kebutuhan dan lulusan,” jelasnya. Hal lain, pilihan untuk memilih tempat kerja bagi lulusan dibebaskan sehingga mereka akan cenderung memilih tempat yang banyak memberi kemudahan. Sebagai rumah sakit tua di Buleleng, keterbatasan tenaga medis juga disebabkan oleh banyaknya dokter pensiun tidak diimbangi dengan pengangkatan dokter. “Upaya yang kami lakukan saat ini merekrut dokter kontrak untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. Kata dia, idealnya satu spesialis ada 3 orang dokter.

Upaya lain adalah dengan menyiapkan RSUD sebagai rintisan Rumah Sakit Pendidikan Satelit (RSPS). Untuk memenuhi persyaratan menjadi RSPS Kementrian Kesehatan RI telah mengutus timnnya untuk melakukan visitasi. “Bahkan rintisan untuk meningkatkan status tersebut telah dilakukan beberapa tahun lalu,” ujar Wiartana.

Menurut pria kelahiran 4 Februari 1962 tersebut, RSUD Buleleng telah menjadi jejaring pendidikan RSUP Sanglah dan Fakultas Kedokteran UNUD. RSUD Buleleng dinyatakan layak menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit terlebih telah belasan tahun menjadi rumah sakit rujukan dan tempat pendidikan bagi dokter dan calon dokter FK UNUD. “Syaratnya harus rumah sakit  kelas II B, sudah terakreditasi, dan jenis kasus yang ditangani bervariasi,” jelasnya.  Selain itu, RSUD Buleleng dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang mengarah ke Rumah Sakit Pendidikan Satelit serta peningkatan pelayanan bagi masyarakat.

Terlebih Undiksha Singaraja akan mendirikan program studi Kedokteran sehingga rencana ini akan saling menguatkan. Menurutnya, salah satu syarat dari Fakultas Kedokteran adanya Rumah Sakit Pendidikan Satelit. “Hal ini sangat berkolerasi, untuk dapat mendirikan Fakultas Kedokteran wajib memiliki Rumah Sakit Pendidikan,” tandasnya.

Ke depan dengan lulusan kedokteran dari FK Undiksha diharapkan dapat memenuhi kekurangan tenaga medis di Buleleng dan lulusannya dapat mengisi kebutuhan di kabupaten lain.  (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

To Top