Kreasi

APSAI Denpasar Bergerak untuk Anak-anak Kota Denpasar

Jemet Man sedang menerangkan manfaat memakai helm

Anak adalah calon penerus generasi bangsa. Karena itu, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak (Apsai) Kota Denpasar mendukung kepedulian Pemerintah Kota Denpasar terhadap anak-anak. Salah satunya dengan menjaga keselamatan anak saat berkendaraan melalui pembagian helm gratis untuk anak-anak PAUD & TK Kota Denpasar di Taman Lalu Lintas Kota Denpasar di Lumintang, Senin (19/2).

Dalam acara yang dilangsungkan untuk menyambut HUT ke -229 Kota Denpasar ini, APSAI Kota Denpasar juga menggandeng Bunda PAUD Kota Denpasar serta  Rotary Club.  Sebanyak 150 helm diserahkan secara simbolis oleh Bunda PAUD Kota Denpasar, IA Selly D. Mantra kepada perwakilan dari murid PAUD dan TK Kota Denpasar.

Menurut Selly D.Mantra pembagian helm disertai sosialisasi penggunaan helm yang benar ini sangat penting dilakukan. Mengingat di jalanan masih banyak orangtua yang membonceng anaknya, namun yang menggunakan helm hanya orangtuanya, sementara anaknya tidak. Padahal semua orang seharusnya  tertib berlalu lintas demi menjaga keselamatan di jalan raya.

Hal itu pula yang ditegaskan Ketua Umum APSAI Kota Denpasar, Sri Sutari bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab kita semua, khususnya orangtua. Termasuk keselamatan atau perlindungan pada kepala anak saat dibonceng naik motor harus diutamakan. Untuk ini pula Helmet Man dengan aksinya turut menyampaikan dan menggambarkan betapa pentingnya memaki helm jika sedang naik kendaraan.

Lebih lanjut Sri Sutari mengakui dan menyayangkan betapa masih banyak orangtua yang belum membiasakan anaknya menggunakan  helm saat dibonceng. Padahal dalam aturan lalu lintas, pengendara motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm, bisa dikenai pasal dan denda.

Ketika anak- anak belum memahami kegunaan atau manfaat helm, adalah kewajiban orang yang lebih dewasa, terutama orangtua untuk memberikan penjelasan.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini akan dilanjutkan hingga semua anak PAUD dan TK se-Kota Denpasar bisa memperoleh helm gratis. Dengan kegiatan ini pula diharapkan kedepannya para orangtua semakin sadar pentingnya menggunakan helm saat membonceng anaknya. Orangtua harus bisa mempioritaskan anaknya dimana dan kapanpun.

Kegiatan ini juga diakui sangat bermanfaat oleh Ketua IGTKI Kota Denpasar Made Aryaningsih. Ia sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan APSAI Kota Denpasar, Bunda PAUD Kota Denpasar, Rotary Club dan Helmet Man yang juga memberikan edukasi pada anak-anak usia dini ini.

 

SINERGI DEMI ANAK

Masih dalam urusan kepentingan anak –anak , APSAI Kota Denpasar  bersama   Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Denpasar menggelar Seminar Nasional yang mengangkat materi  “ Pengasuhan Alternatif Berbasis Hak Anak”  dan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) di Gedung Sewaka Dharma Lumintang.

Seminar yang dihadiri oleh guru-guru PAUD dan TK serta komunitas atau lembaga yang peduli anak di Kota Denpasar ini menghadirkan dua pembicara, Asisten Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Rohika Kurniadi Sari dan Psikolog Retno IG Kusuma.

Menurut Rohika, dengan penghargaan yang diperoleh Kota Denpasar sebagai Kota layak Anak Kategori Nindya, telah memenuhi  hak anak agar terhindar dari diskriminasi dan kekerasan. Pemerintah Denpasar telah berupaya keras untuk memberikan keadilan kepada rakyat khususnya anak.

Terkait dengan pemenuhan hak anak, hak sipil dan kebebasan anak merupakan salah satu dari lima kategori hak substantif anak yang terdapat dalam Konvensi Hak Anak (KHA), selain lingkungan keluarga dan pengausah alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar; pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya; serta langkah-langkah perlindungan khusus (berkaitan dengan hak anak untukmendapatkan perlindungan khusus)

Lebih lanjut Rohika menyatakan dengan kuatnya komitmen pemerintah bersama lembaga masyarakat maupun dunia usaha membuat Kota Denpasar menjadi kota pusat pendidikan. Meskipun Kota Denpasar sudah sangat maju namun pihaknya ingin Denpasar memiliki ruang anak yang bersertifikasi.

Sementara Retno mengemukakan betapa menjadi ornagtrua hebat itu tidak ada sekolahnya. Namun setiap hari sesungguhnya kita belajar dan mengasah naluri nurani dari guru kehidupan yaitu anak-anak kita, tanpa kita sadari.

Wali Kota Denpasar IB Rai D.Mantra dalam sambutannya yang dibacakan  Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Denpasar AA Ngurah Made Wijaya mengatakan, anak adalah amanah dan karunia Tuhan . Untuk itu perlu dilakukan upaya perlindungan dan pengasuhan yang baik dan bijak.

Untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi berdasarkan prinsip-prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup,  keberlangsungan hidup dan penghargaan terhadap pendapat anak.

Selanjutnya dalam memberikan perlindungan dan hak anak, Kota Denpasar telah membentuk Layanan Pusat Pembelajaran Keluarga yang dikenal dengan nama Puspaga Dharma Negara Kota Denpasar. Masyarakat dapat  memanfaatkan layanan Puspaga ini dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan anak-anak demi menuju Indonesia hebat. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

To Top