Buleleng

Monumen Perang Jagaraga Diresmikan

Bupati PAS meninjau ke dalam monumen

Setelah 180 hari pengerjaan, Monumen Perang Jagaraga akhirnya diresmikan. Monumen Perang Jagaraga yang terletak di Desa Jagaraga Kecamatan Sawan ini diresmikan langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST., Senin (13/2). Pembangunan Monumen ini dikerjakan mulai tanggal 31 juni sampai 26 Desember tahun 2016. Pembangunan monumen Jagaraga dinilai penting sebagai pengingat akan sejarah yang melatarbelakangi masyarakat di Buleleng sebagai bagian dari daerah di wilayah Bali utara yang memiliki sejarah dalam perang melawan penjajah.

Di Monumen itu, berdiri patung dua tokoh pejuang perang Jagaraga, yakni Gusti Ketut Djelantik dan istrinya Jro Jempiring. Kedua tokoh dari trah Semeton Arya Pangalasan ini memegang peran penting dalam Perang Puputan Jagaraga melawan Belanda pada tahun 1846 sampai 1849. Dibawah patung tersebut terdapat museum yang terdapat relief yang menceritakan perang Jagaraga pada saat itu.

Peresmiaan ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST. setelah pemotongan pita, Bupati Suradnyana melihat relief yang dipajang di dalam museum. Bupati Suradnyana juga disuguhi pragmentari perang Jagaraga yang berhasil menggugurkan I Gusti Ketut Djelantik dan Jro Jempiring yang ditarikan oleh warga desa Jagaraga.

Ditemui usai peresmian, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan Monumen Perang Jagaraga ini dibangun untuk mengingatkan kepada masyarakat Buleleng tentang nilai-nilai sejarah. Selain itu, monumen ini akan ia gunakan untuk mengedukasi para pelajar yang ada di Buleleng. “Saya akan minta kepada Kadis Pendidikan untuk mengagendakan para siswa untuk melakukan kunjungan pada hari jumat atau sabtu,” pungkasnya. Bupati Suradnyana berharap agar Monumen yang merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Buleleng ini bisa dijaga dengan baik. “Saya berharap Masyarakat Buleleng khususnya masyarakat Desa Jagaraga bisa bersama-sama dengan pemerintah menjaga situs bersejarah ini dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Drs. Gede Komang,M.Si mengatakan monument ini merupakan impian yang dinanti oleh masyarakat Buleleng khususnya masyarakat desa Jagaraga. Gede Komang menjelaskan, dalam pembangunan monumen ini hampir tidak ada kendala. “Dalam pelaksanaan pembangunan hamper tidak ada kendala, namun ada satu kendala yaitu menentukan wajah dari jro Jempiring. Kita sudah berusaha mencari kemana-mana namun tidak ada gambaran untuk wajah Jro Jempiring. Kita menyiasati dengan mencari keturunan dari Jro Jempiring untuk kita gunakan sebagai contoh wajah Jro Jempiring,” jelasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

To Top