Buleleng

IGD RSUD Buleleng Diresmikan

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST meresmikan operasional gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Buleleng, Senin (13/2). Gedung yang menelan biaya fisik sebesar Rp. 80 Milyar lebih ini diresmikan operasionalnya setelah melalui masa uji coba selama dua bulan. Gedung yang dilengkapi dengan alat kesehatan dan fasilitas yang lengkap ini merupakan unit gawat darurat terpadu yang terdiri dari pemeriksaan lab, rontgen dan juga ada kamar operasi. Semua pasien dirawat baik sampai dengan tindakan operasi.

Menurut  Agus Suradnyana, pembangunan IGD RSUD Buleleng ini merupakan sebuah kerja keras dan upaya untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan. Selain itu, pembangunan IGD yang dilengkapi dengan ruang kelas belajar ini bertujuan untuk menunjang usaha Pemkab Buleleng dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) untuk mendirikan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Saat ini, untuk menuju hal tersebut, pengembangan SDM dan juga pemenuhan dokter spesialis akan terus dilakukan guna memenuhi keinginan untuk membentuk Prodi Kedokteran di Undiksha. “Kita akan terus berupaya untuk memaksimalkan SDM di RSUD Kabupaten Buleleng terutama untuk dokter spesialis,” ucapnya.

Dalam hal pendirian Prodi Kedokteran, Agus Suradnyana menjelaskan pihaknya dan Undiksha tinggal menunggu hasil visitasi yang telah dilakukan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti). Dengan hasil visitasi ini, Undiksha diharapkan sudah bisa membuka Prodi Kedokteran. Dirinya dan Undiksha akan terus berjuang untuk mewujudkan Prodi Kedokteran ada di universitas terbesar di Bali utara ini. “Kita masih menunggu hasil visitasi dari Kemenristekdikti. Hanya itu syarat yang masih kita perlukan,” ujarnya.

Disinggung mengenai parkir yang ada di depan IGD, Bupati murah senyum ini menambahkan pihaknya bersama RSUD Kabupaten Buleleng telah merancang Grand Design penataan RSUD Kabupaten Buleleng. Di sebelah selatan akan dibangun gedung baru lengkap dengan area parkir. Selain itu, di depan poliklinik juga akan dibangun parkir bertingkat guna menghindari pemakaian badan jalan sebagai parkir. “Ke depan kita tidak hanya membangun Gedung saja, tapi fasilitas parkir juga dibangun sesuai dengan kebutuhan yang ada,” imbuh Agus Suradnyana.

Sementara itu, Dirut RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Gede Wiartana, M.Kes menjelaskan dengan adanya Gedung IGD yang baru ini, unit ICU dan ICCU meningkat jumlahnya. Gedung IGD juga membantu gedung UGD yang lama agar tidak terjadi kesemrawutan di gedung UGD yang lama. Dengan adanya gedung IGD baru ini, semuanya sudah terdistribusi dengan baik. “Ya gedung IGD ini sangat membantu terutama jumlah ICCU dan ICU bertambah dan menghindari kesemrawutan di UGD lama,” jelasnya.

Dirinya menambahkan pihak RSUD sedang mengajukan pengadaan alat CT Scan kepada Pemkab Buleleng karena di gedung IGD yang baru ini belum tersedia alat CT Scan. Wiartana juga berharap agar pengadaan alat CT Scan ini bisa terealisasi. Selain itu, dengan adanya alat CT Scan ini diharapkan di gedung ini semuanya bisa ditangani. “Kita masih mengajukan pengadaan alat CT Scan. Untuk sementara jika ada pasien yang memerlukan CT Scan kita bawa ke belakang,” tutupnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top