Indonesia

Rock Street Cafe: Tongkrongan Anak Muda yang Dianggap ‘Liar’

Rini Setyowati

Di Gresik Jawa Timur (Jatim) ada tempat tongkrongan baru. Namanya, Rock Street Cafe. Banyak anak muda yang tergabung dalam komunitas motor dan mobil yang dianggap ‘liar’di kota Pudak nongkrong di kafe milik Rini Setyowati ini.

Perempuan yang terlihat tetap ayu di usianya yang ke-38 ini harus pintar-pintar membagi waktu.
Apalagi Rini, yang dilahirkan di Surabaya, 14 Januari 1978 ini single parents dan mompreneur. Dia harus banting tulang untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Anak ketiga dari empat bersaudara, ini memiliki seorang anak yang bernama Marsha. Saat ini ia tinggal di daerah Manukan, Surabaya dengan ibunya.
Melalui Rock Street Cafe yang kini digelutinya mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Dari usaha café, ia mengaku omzet per harinya sekitar Rp 3 juta – Rp 4 juta. Sebenarnya Rini, pernah melakoni usaha di luar café, diantaranya, bidang ekspedisi, pengiriman kargo untuk luar pulau selama lima tahun.

Ia juga mendirikan usaha tour and travel di Citraland, Surabaya kurang lebih lima tahun dan membuat sekolah anak. Tujuannya, ingin menanamkan dasar keagamaan dan enterpreneur dalam diri anak-anak agar berani berbicara di depan umum. Dengan bergulirnya waktu, ibu satu anak ini mulai tertarik dengan kuliner.

Rini pun nekad mendirikan Rock Street Café. Nama, café juga diluar perhitungannya. Sebab, Rock Street Cafe memiliki arti ‘liar’. Dengan dibuatnya usaha ini, ia berharap bisa menjadikan usahanya sebagai wadah untuk anak muda agar tak menghabiskan waktu di jalanan dengan berbuat hal-hal yang negatif.
“Membuat sesuatu kalau liar, belum tentu tidak bagus. Justru, kalau tak ada wadahnya akan liar,” kata Rini. Banyak event yang diadakan, salah satunya hiburan Disc Jockey (DJ). Hiburan itu, dimaksudkan DJ, tak harus selalu datang ke diskotik. Di café-pun DJ, bisa ditemui.
Tak hanya itu, di cafe yang baru berdiri beberapa bulan itu sempat didatangi oleh DJ Kador. Bahkan, pernah membuat acara freestyle motor, bekerjasama dengan sebuah tabloid otomotif.

Dalam mendirikan usahanya, ia termotivasi dari sang ibu yang pintar memasak. Awalnya, Rini membeli ruko di daerah KBD, yang dimaksudkan untuk ibunda. Karena mainset ibunya masih sederhana, akhirnya perempuan ayu ini yang mengembangkan usaha tersebut. Modal awal membuat usaha Rp 5 juta.

Kemudian ia menjual mobil yang sudah tak terpakai lagi. Jadi, keseluruhan modal sekitar Rp 200 juta. Wanita berhijab ini mengaku tak memiliki partner dalam segi modal. Tetapi, mempunyai mitra memasak. Saat ini ia memiliki 11 karyawan. Dalam menjalankan usahanya, Rini, menerapkan sistem kekeluargaan dengan karyawannya. Tak hanya itu, ia sering memberikan motivasi yang membangun kepada karyawannya.
“Saya nggak mau mereka bekerja disini hanya sebagai karyawan, tetapi ikut sebagai leader,” tegasnya. Selain event yang pernah diadakan, Rock Street Cafe juga menyajikan beberapa menu istimewa. Salah satunya nasi goreng (nasgor) fullcano dengan tampilan layaknya seperti lahar mau keluar ini, yang menggoda selera pengunjung. Harga makanan dibandrol mulai dari Rp 13.000 – Rp 50.000.
Walaupun usahanya yang didirikan masih terbilang baru, wanita yang memiliki hobi membaca buku ini mengaku menemui banyak kendala. Diantaranya, mengatur karyawan yang awalnya belum punya pengalaman. Sehingga Rini, berusaha mengasah kreatifitas karyawannya.
Dia berharap, kedepan usaha Rock Street Cafe, bisa memiliki cabang di tempat lain, Sehingga, ada wadah untuk teman-teman yang dianggap liar. Menurut Rini, berwirausaha adalah sebuah pilihan. Menjadi mompreneur adalah sebuah tantangan tersendiri. Disatu sisi dia harus bertanggung jawab mengurus anak semata wayangnya. (Nely Agustin Elsita Farudila)

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top