Advertorial

Stikes Buleleng Kukuhkan 25 Wisudawan: Siapkan Lulusan berkualitas dan Mandiri

Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta memiliki peran yang sangat besar dan  strategis bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang memiliki daya saing global. Sebab SDM yang handal akan mampu bertahan dalam menghadapi tantangan global, salah satunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sudah seharusnya perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan kreatif dan inovatif dengan ketrampilan khusus yang dibutuhkan dalam berbagai sektor ekonomi yang relevan dengan perubahan dunia.

Melalui wisuda ke III, Stikes  Buleleng kembali mengkuhkan sebanyak 25 wisudawan S1 Keperawatan, Senin (13/2). Bertempat di Aula Stikes Buleleng yang beralamat di jalan Air Sanih, Desa Bungkulan, acara dihadiri langsung oleh Ketua Stikes Dr. Ns. I Made Sundayana, M.Si. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan Pendidikan Kesehatan merupakan suatu upaya yang sangat penting diterapkan dalam komunitas guna meningkatkan kesehatan dan perawat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan termasuk kualitas pelayanan. Untuk mendongkrak mutu pendidikan harus dimulai dengan tata kelola kelembagaan dan proses akademik, hingga sampai pada output lulusannya juga harus didukung oleh dosen yang berkompetensi juga. “Dosen pendidik yang professional mempunyai tugas mentransformasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pendidikan bukan hanya melalui kata-kata melainkan dengan action,” paparnya.

Stikes Buleleng yang telah ditetapkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia sebagai Perguruan Tinggi yang layak menjalankan kegiatan akademis prodi D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners telah terbukti sebagai salah satu kampus yang mengedepankan budaya mutu dan Go Internasional. Hal ini karena Stikes Buleleng telah melakukan pertukaran mahasiswa dengan Negara Thailand, Filiphina, Belanda dan sekaligus melakukan penelitian Internasional bersama. Bahkan tahun ini pihaknya telah melahirkan lulusan-lulusan yang telah siap diuji oleh lembaga penerima tamatan termasuk kemampuan akademis dan kemapuan klinis atau praktisi. “Mahasiswa yang diwisuda hari ini merupakan lulusan yang kurang lebih 96% telah bekerja pada rumah sakit negeri maupun swasta. Inilah ajang promosi ke depan bagi kami untuk selalu unggul guna mewujudkan sebuah perguruan tinggi berkualitas,” imbuh Sundayana.

Dalam acara itu turut hadir Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi khususnya kesehatan harus benar-benar disiapkan secara mandiri dalam mengahadapi pasar global yang dapat menggilas kapan saja. Menurutnya peluang kerja lebih kecil dibandingkan angkatan kerja sehingga lulusan jangan hanya bertumpu pada lapangan kerja melainkan secara kreatif dapat menciptakan lapangan kerja. “Jika begitu formatnya, maka pengangguran tidak dapat dihindari. Perguruan tinggi dituntut untuk mengajarkan mahasiswanya menciptkan lapangan kerja sendiri melalui wirausaha,” tandas Dasi Astawa.

Salah satu program kewirausahaan yang akan segera dilatih bagi mahasiswa adalah pijat kesehatan yang akan memfokuskan pada Thai massage, pijat tradisonal, pijat bayi dan ibu hamil. “Kami sudah memiliki dua instruktur yang sudah dilatih beberapa waktu lalu di Thailand dan kami gunakan mereka untuk melatih mahasiswa di sini,” pungkas Sundayana. -win

 

To Top