Buleleng

Fokus Pada Event Internasional

Drs. Putu Tastra Wijaya, MM.

Pasca terpisah dari Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng saat ini lebih fokus terhadap menggali dan mengembangkan produk-produk kebudayaan yang ada di Buleleng. Dinas Kebudayaan yang saat ini berada persis di areal Museum Gedong Kirtya jalan Veteran No. 20 itu juga akan lebih konsen pada even-even yang bersifat internasional. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya, MM.

Tastra Wijaya mengungkapkan ada tiga hal utama yang dibidangi oleh Disbud di antaranya Bidang adat tradisi, bidang kesenian, dan bidang sejarah dan purbakala. “Dari Januari hingga Desember kami punya program memproses Dana Hibah Khusus, pembinaan dan penyuratan awig-awig, dan mempersiapkan lomba juga,” jelasnya. Menurutnya, beberapa kegiatan seperti lomba pesantian, pembinaan sekaa truna dan desa pakraman, lomba subak dan subak abian sangat berkontribusi dalam mengembangkan produk kebudayaan khususnya di bidang adat tradisi.

Guna mendukung HUT Kota Singaraja, pihaknya juga akan menggelar parade budaya yang akan menampilkan beberapa kesenian seperti lomba baleganjur, pagelaran megoak-goakan. PKB Buleleng selanjutnya juga telah dirancang yang akan dirangkaikan dengan expo nasional yang akan dipusatkan di eks. Pelabuhan Buleleng pada bulan Mei. “Pesertanya seluruh Indonesia dan saat ini sudah ada beberapa yang mendaftar untuk mengikuti PKS dan expo nasional ini,” ujarnya. Selain merancang kegiatan untuk PKB Buleleng, dirinya juga menyiapkan 21 jenis kesenian yang akan ditampilkan dalam PKB Bali mendatang. Bahkan tidak tanggung-tanggung biaya yang akan digelontorkan mencapai 1 miliar lebih.

Menariknya, pada event Buleleng Festival yang merupakan agenda tahunan, Dinas Kebudayaan akan membangkitkan kembali seluruh seniman di Buleleng dengan membentuk drama kolosal yang mengambil cerita Ramayana. Efos Ramayana merupakan cerita yang sangat terkenal di seluruh dunia yang perlu dibangkitkan kembali. “Kami sudah bicarakan dengan beberapa sanggar  di Buleleng dan mereka menyambut positif. Kegiatan ini juga akan melibatkan para maestro tari yang selama ini mendedikasikan hidupnya pada kebudayaan,” paparnya.

Dalam bidang sejarah dan purbakala, pihaknya akan mengusulkan benda-benda cagar budaya ke UNESCO untuk mendapat pengakuan. Beberapa sejarah dan purbakala tak benda yang telah diusulkan di antaranya tari Truna Jaya, Gambuh Pacung dan beberapa tradisi juga yang diusulkan meliputi nyakan diwang, omed-omedan, dan megibung. “Ini merupakan budaya yang unik yang tentunya harus mendapat pengakuan,”tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com).

To Top