Kolom

“ATAS NAMA CINTA”

Salam Senyum,

“….. atas nama CINTA… hati ini tak mungkin terbagi.. sampai nanti bila aku mati.. Cinta ini hanya untuk engkau …. ” sooo swweeeetttt

Penggalan lagu dari penyanyi favorit saya Rossa, yang berjudul Atas Nama Cinta.. sepertinya cocok dinyanyikan kembali di bulan Februari, yang kata orang adalah Bulan Cinta… Hari Kasih sayang yang jatuh di tanggal 14 Februari membuat orang berlomba – lomba untuk memberikan dan mengekspresikan cintanya kepada orang-orang yang dicintainya.

Hal ini juga sering dilakukan di dunia jasa. Mereka berlomba memberikan hadiah kepada pelanggannya berupa hadiah – hadiah kecil atau program – program yang diciptakan dan tentunya dapat mengungkapkan perhatian mereka terhadap pelanggan.

Ketika saya masih bertugas di sebuah BUMN hal ini sering terjadi. Program penunjang layanan untuk mendukung “Bulan penuh cinta” sering dilakukan. Padahal,  pengungakapan cinta kepada pelanggan sebenarnya tidak harus dilakukan di bulan atau waktu tertentu. Namun semestinya setiap saat, setiap waktu dan setiap kesempatan kita harus membuktikan cinta kita kepada pelanggan.

Dalam dunia service, memberikan dan diberikan cinta oleh dan ke  pelanggan sering terjadi. tetapi ini jarang sekali disadari. Contoh cerita  ketika saya membeli makanan khas Bali (rujak Bali) yang sudah tentu menjadi makanan favorit saya sebagai orang Bali. Menjadi sangat terkejut ketika pelayanan memberi sentuhan yang berbeda. Jangan ditanya lagi dengan sambutan sang pelayan, dengan senyum, menyapa dengan ramah, ditambah dengan keterangan yang memastikan kepada pelanggan. ” Ibu , terimakasih sudah memesan menu yang kami sediakan. Apakah ibu keberatan kalau menunggu selama kurang lebih 20 menit, karena kami masih mengerjakan pesanan sesuai antrian.”. “Waaaah keren banget nih,” bisik saya memuji kata – kata yang dipakai sang pelayan untuk menyenangkan hati pelanggannya. Tidak seperti di tempat lain yang akan mengatakan “Ibu harus menunggu lama karena  kami masih rame”, atau bahkan sama sekali tidak ada pemberitahuan ke pelanggan, sampai pelanggan harus menunggu dengan perasaan yang kurang nyaman.

Bukan hanya sebatas itu layanan yang super keren yang diberikan oleh warung itu. Penyajian makanan yang namanya ‘rujak’, biasanya tersaji biasa saja. Bahkan ada yang piringnya belepotan dan antara kuah dan buahnya tidak proposional penyajiannya. Tetapi yang dilakukan warung ini, penyajiannya sangat membuat selera penikmat dari pelanggan akan lebih terdorong dengan melihat kelezatan penampilan sajian.

Saya ingin bertanya ke pembaca setia,.. apa yang menyebabkan sampai sedetail itu service yang dilakukan oleh penjual kepada pelanggannya? Saya yakin, ketika kita bicara masalah service, maka akan terbayang akan hasil dari penjualan yang meningkat yang diharapkan. Ternyata lebih dari sekedar dari sebuah hasil, tapi semua dilakukan “Atas nama cinta” cinta kepada siapa dan apa ? itu pertanyaan selanjutnya. Tentu cinta terhadap para pelanggannya. Pernyataan cinta dari penyedia jasa dalam hal ini pelayanan warung rujak seperti cerita pengalaman saya di atas kepada pelanggan terwujudkan dengan begitu indah.

Naaaah hal mengatasnamakan cinta terhadap pelanggan  juga dapat dilakukan di perusahaan lainnya seperti, pertama, dapat dilakukan dengan melontarkan PUJIAN. Coba kita bertanya pada diri sendiri. Ketika kita mencintai seseorang, entah itu pasangan kita, anak kita, sahabat kita atau yang lain, pujian itu sangat mudah terlontarkan dari mulut kita bukan? Kalau memang cinta dengan pelanggan, kenapa kita tidak kita memberikannya juga.

Cinta terhadap pelanggan dapat juga diwujudkan dengan pemberian HADIAH yang nyata berupa barang. Naaaahhh ini sebenarnya jauh lebih mudah, tergantung dari alokasi anggaran yang ada. Hadiah dapat mengartikan perasaan Cinta kita kepada seseorang, begitu juga kita sebagai pelayan yang memberikan hadiah kepada para pelanggannya. Hadiah barang akan lebih berkesan ketika barang tersebut dapat bermanfaat bagi pelanggan yang menerima.

Perwujudan cinta kita kepada pelanggan dapat juga diungkapkan lewat ‘BAHASA” yang kita perlihatkan di depannya. Baik bahasa verbal lewat pemilihan  kata-kata dan  intonasi yang tepat, atau dengan gerak bahasa tubuh non verbal kita, seperti senyuman yang jujur, tatapan mata yang berbinar penuh antusias, dan gerak tubuh kita yang menampakkan ketertarikan dengan lawan bicara kita, dalam hal ini pelanggan.

Sekarang  apa yang diwujudkan pelanggan atas rasa cintanya dengan kita sebagai pelayan. Mungkin tidak pernah terlintas bahwa rasa cinta pelanggan terhadap kita  salah satunya pelanggan melontarkan kritikan /KELUHAN. Seandainya para pelanggan tidak melontarkan keluhannya, saya yakin dia tidak cinta dengan kita, dan dia akan pergi begitu saja meninggalkan perusahaan kita karena tidak peduli lagi terhadap kita. Selain itu cinta para pelanggan juga dapat mereka wujudkan dengan memberikan MASUKAN terhadap pelayanan kita. Tentu saja mereka memberikan masukan agar lebih nyaman lagi untuk bertransaksi dengan layanan yang kita berikan. Artinya, mereka berniat datang lagi kan?… Nah tentu wujud cinta pelanggan terhadap kita dapat juga  terlihat dari LOYALITAS  mereka terhadap perusahaan kita. Kalau pelanggan kita adalah repeater/pelanggan yang selalu memakai jasa/produk kita terus menerus, itulah sebenarnya wujud dari rasa cinta mereka terhadap kita.

Sepertinya sangat mudah untuk mengetahui Atas Nama Cintanya pelanggan ya… heheheh… Cobalah bercermin dengan tindakan kita terhadap orang – orang terdekat kita yang kita cintai. Bagaimana kita memeperlakukan mereka dan bagaimana mereka memperlakukan kita.. ?? Begitu pulalah kita terhadap pelanggan.  Mudah bukan???  Ayo….. dengan ” Atas Nama Cinta” kita berikan yang terbaik untuk pelayanan kita terhadap pelanggan.

Ingin mengetahui dan menerapkan bagaimana caranya agar “ATAS NAMA CINTA ” selalu MENJADI LANDASAN DALAM MELAYANI  di perusahaan/instansi Bapak/Ibu? Silahkan hubungi manajemen kami, dan kami siap sharing dalam pelatihan, IHT ( In House Training)  atau workshop dan seminar  seperti apa yang  Bapak/ Ibu perlukan.

Salam3SP.

Salam Senyum Sang Penyihir Sri.Sumahardani                                                                                                                               srisumahardani3sp@gmail.com

 

To Top